Duda Impian [Musuh Kakak Kesayangan]

Duda Impian [Musuh Kakak Kesayangan]
bab 88


__ADS_3

❣️❣️❣️


Cup


Ameera yang kaget dengan ciuman di pipi kanannya langsung terlonjak dengan membulatkan kedua matanya kearah Ricko.


"Iiiiiiiiiiiih,.. kok di cium sih"


Gadis pirang itu malah terisak-isak sambil memukul lengan Ricko yang tertawa rasa kaget dan haru bercampur jadi satu dalam hatinya.


"Wah... Mommy makin nangis berarti mau di cium lagi ya Ta" goda Ricko sembari memalingkan wajah Ameera.


Cup


Satu ciuman di pipi kirinya mendarat sempurna, Mitha bersorak senang saat Mommy menjerit.


"Hahaha, Mommy masih nangis tuh, Dadd" seru bocah itu di sela gelak tawanya.


"Mana lagi nih yang di cium?" Ricko semakin senang menjahili Ameera, Karna Gadis pirangnya itu sulit bergerak sebab Mitha berada di atas pangkuannya.


"Udah..jangan cium lagi" rengek Meera setelah Ricko mencium keningnya dan ini kali keduanya ia melakukan itu


"Hayo!! jangan, cukup!" Ameera menahan bibir Ricko dengan telunjuknya.


"Kamu sengaja kan gak mau berenti nangis biar aku cium" ejek Ricko


"Heh, kamu yang modus, kesempatan dalam kesempitan!" dengus Ameera kesal namun Rona merah di wajahnya jelas terlihat.


"Tapi Tata kalo nangis suka di cium sama Daddy, tapi kalo sama mama suka di marahin katanya berisik"


DEG


keduanya langsung diam, Ameera langsung salah tingkah saat mengingat wanita yang melahirkan Mitha baru saja tiada beberapa hari ini.


"Tata anak baik gak mungkin mama marah" ucapnya sambil menahan sesak dalam dadanya


"Udah siang, cari makan yuk" ajak Ricko mengalihkan pembicaraan.


Ia bangkit lalu memakai jaket dan meraih kunci mobil, kembali ke tepi ranjang untuk menggendong Mitha.


"Yuk, kita jalan jalan" tangan besarnya mengulur ke hadapan Meera yang menunduk tak enak hati.


"Ayo, Mom.. kita jalan jalan"

__ADS_1


Ameera mendongakan wajahnya kalau tersenyum, senyum yang hanya ia berikan untuk Mitha.


Tangan itu begitu dingin Ricko rasakan sampai ia harus menoleh beberapa kali untuk memastikan keadaan Meera baik-baik saja.


Ricko tau hari ini begitu berat bagi gadis pirangnya itu tapi ia bertekad untuk ikut menyelesaikannya.


Ada rasa tak rela saat tahu ada laki-laki lain yang ingin mengajak Ameera keluar meski hanya sekedar jalan jalan.


.


.


.


"kemana nih?, aku jarang kesini jadi gak tau" kata Ricko sebelum ia menyalakan mesin mobilnya.


"Aku mau ice-cream"


"Gak boleh, Tata sering banget makan ice-cream nanti sakit gigi"


Gadis cilik itu merengut kecewa.


"Kita ke taman kota aja ya, main ayunan sama beli balon, gimana?" Rayunya agar Mitha tak merajuk


"Yah, sama aja manis manis juga" kekeh Ameera mencubit kecil pipi gembil Mitha.


"Kalian udah terlalu manis jangan makan yang terlalu banyak gula" goda Ricko, kini mobilnya sudah merangkak keluar dari hotel.


"Tuh, denger kata semut" Ameera tertawa puas meledek pria di sebelahnya itu.


Sepanjang perjalanan menuju taman kota Mitha tak hentinya bernyanyi karna Ameera yang usil kerap mengganti lirik lagu yang di nyanyikan Mitha.


"Bukan gitu,. Mommy" rengeknya namun Ameera malah terkekeh.


"Oh gimana dong?" tanyanya pura pura tak tahu.


"Dengerin ya... Daddy dengerin juga!" Mitha menarik tangan Ricko.


"Iya sayang, Daddy denger"


"Meletus balon hijau doooooooorrrrr hatiku sangat kacau, hihihi" Mitha tertawa karna terkejut sendri.


"Balonku tinggal empat ku pegang erat-erat"

__ADS_1


Gadis kecil itu Bertepuk tangan bersama Ameera.


Satu hal yang jarang terjadi dalam hidupnya bersama Bunga, jangankan bernyanyi sekedar tertawa saja itu bisa di hitung dengan jari.


"Disini tempatnya?" suara Ameera membuyarkan ingatan nya kepada mendiang sang istri.


"Iya, aku cari tempat parkir dulu"


Mobil ia tepikan di ujung jalan, sempitnya lahan parkir membuat para pengunjung harus rela Parkir di bahu jalan.


"Lumayan nih jalan kaki" gumam Ricko.


" Gak apa apa, kan niatnya main" kata Ameera, kini tangan keduanya menggenggam tangan Kiri dan kanan Mitha.


Berjalan beriringan menuju taman yang begitu ramai meski bukan akhir pekan.


"Istirahat yuk, kasian Tata"


Baru saja Ameera ingin duduk namun tangannya di cekal seseorang.


.


.


.


.


.


" Kalian sedang apa disini?'


🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻


Tuh orang gak liat apa ya mau duduk 😂😂


masa iya mau Lahiran ,🤭🤭🤭


Siapa sih ngajak ribut kek nya 🤔🤔🤔🤔


Like komen nya yuk ramai kan


Mampir ke Babang Rendra juga ya 🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2