![Duda Impian [Musuh Kakak Kesayangan]](https://asset.asean.biz.id/duda-impian--musuh-kakak-kesayangan-.webp)
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
Perdebatan panjang terjadi antara Reza dan Melisa saat tahu adik kesayangannya itu akan di lamar oleh sang duda musuhnya sendri.
Semua persyaratan di layangkan oleh pria tiga anak itu untuk istri tercintanya yang dulu sempat menjadi incaran Ricko, bahkan ia pernah menjadi duri dalam rumah tangganya saat Ricko terus saja mencari tahu tentang Melisa, rasa trauma sering di usik itulah membuat Reza sangat membenci Ricko yang kini justru berpacaran dengan Ameera.
Sungguh Sial bukan?
.
.
Rumah Ricko tak jauh berbeda dengan rumah utama yaitu kediaman Ameera, dua bangunan mewah itu sedang sibuk menyiapkan acara resmi lamaran antara putra tunggal Pradipta dengan putri bungsu Rahardian.
Dua keluarga yang sama-sama terhormatnya, meski kelurga Ameera jauh lebih unggul dari segi materi.
Disini yang paling bahagia tentu Mitha, bocah yang kini sudah bersekolah di taman kanak-kanak itu sudah tak sabar dan selalu bertanya tentang keberangkatan mereka menuju rumah sang Mommy.
Ada dua mama yang kini duduk dihadapan Ricko, satu mama kandungnya dan satu lagi tentu mama mertuanya, ibu dari mendiang istrinya itu memang sudah merestui hubungannya dengan Ameera sejak awal mereka bertemu.
.
.
"Tata gak mau pakai baju biru, tata mau warna putih kaya Mommy" rengek gadis kecil itu saat di dalam kamar.
"Ini cantik, Ta" Rayu mama Ricko.
"Tata mau yang putih aja" Mitha semakin rewel saat inginnya tak di penuhi.
__ADS_1
"Emang baju putihnya gak ada?" tanya Ricko yang tiba-tiba masuk kedalam kamar putrinya saat mendengar anak Kesayangannya itu merajuk.
"Ada, cuma kan kemarin belinya biru" jawab mama yang masih memegang gaun untuk cucu perempuannya itu.
"Yang putih untuk nanti ya, sekarang yang biru dulu" Rayu Ricko.
Gadis kecil itu menggelengkan kepalanya, ia semakin merajuk dan akhirnya menangis.
Ricko yang sudah pusing pun langsung menelepon Ameera, karna hanya dengan gadis pirangnya itu Mitha mau menurut.
Terdengar beberapa kali nada tunggu sebelum akhirnya Meera mengangkat teleponnya.
"Iya, Dadd" jawab Meera di sebrang sana
"Loh, tata kenapa?" tanyanya lagi saat mendengar tangisan dari calon putrinya itu.
"Tata ngambek gak mau pakai baju biru, dia pengen baju warna putih sama kaya Mommy nya" jelas Ricko tentang alasan kenapa anaknya menangis.
Benda pipih itu langsung ia berikan pada putrinya, dengan terisak lirih Mitha menceritakan semua keinginannya, namun sesaat tangisnya reda dan malah ada senyum di sudut bibirnya.
"Ok, Mom" jawab gadis cantik itu yang kini berubah ekspresi wajah nya menjadi senang bagai tak terjadi apapun sebelumnya.
Mitha menyerahkan ponselnya lagi pada Ricko, ia menceritakan apa yang di katakan calon ibu sambungnya itu sampai ia berhenti menangis.
Hanya rayuan Ameera yang selama ini didengar oleh Mitha, tak perduli se histeris apa anak itu menangis akan langsung tenang saat ia mendengar suara Ameera.
Kini Mitha sudah kembali tenang, bahkan ia sudah mau main lagi seperti biasanya, ia langsung melupakan masalah gaun yang tadi menjadi akar masalah.
"Sekarang mama paham, kan. kenapa aku sangat mencintainya. Bukan hanya aku yang membutuhkan gadis itu, Mitha lah yang lebih sayang Meera dari pada aku, mah" jelas Ricko pada mamanya yang belum sepenuhnya merestui hubungannya dengan Ameera.
__ADS_1
"Apa istimewanya gadis itu?" dengus mama jengkel, ia selalu menolak kenyataan betapa baik dan perhatiannya Meera pada Mitha.
"Lebih dari yang mama tahu" jawab Ricko dengan begitu sopan.
"Apa sih yang kamu lihat darinya, sampai kamu begitu mati-matian mempertahankan nya" sentak mama semakin kesal.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Aku melihat apa yang mama tak lihat..
💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕
__ADS_1
Ada yang punya racun? ,🤭🤭🤭
like komen nya yuk ramai kan ♥️