![Duda Impian [Musuh Kakak Kesayangan]](https://asset.asean.biz.id/duda-impian--musuh-kakak-kesayangan-.webp)
❣️❣️❣️
" Hai Momm....!"
Ameera terdiam sejenak sebelum akhirnya ia tertawa.
"Hai juga.."
" Gitu doang?, gak nyapa aku pake panggilan apa gitu?" Ricko kembali menggodanya.
"Hem... kan gada Mitha".
" Ada gak ada Mitha, aku tetap Daddy nya, mom!"
Ameera langsung menutup wajahnya dengan bantal kecil, menyembunyikan wajah malunya yang tak sanggup ia tampilkan di hadapan Ricko.
" Kamu belum tidur?" tanya Ricko.
" Belum, kan lagi di telepon kamu" jawab Ameera di balik bantal, hanya kedua matanya yang terlihat.
" Apa? aku gak denger" kata Ricko
" beluuuuummm!"
" Kangen?, kamu kangen aku!" ucap Ricko sambil terkekeh yang langsung membuat Ameera menurun kan bantal dari wajahnya.
"Nah, gitu kan keliatan cantiknya!"
" Aku boleh minta izin gak?" pinta Ameera dengan wajah seperti tomat.
"Izin apa?" tanya Ricko.
"Izin pingsan sebentar" kata Ameera yang sudah menutup kembali wajahnya dengan kedua telapak tangannya.
__ADS_1
"Jangan... nanti aja pingsannya kalo lagi sama aku!" sahut Ricko sambil tersenyum lebar.
"Kenapa?"
" Biar sekalian aku kasih nafas buatan!"
Ameera Langsung membulatkan kedua matanya lalu ia reflek menyentuh bibirnya sendiri, jantungnya berdegup kencang dan otaknya mulai traveling entah kemana.
" Hei.. aku bilang memberi nafas buatan, bukan mau menciummu". Ricko tergelak melihat Ekspresi wajah Ameera yang panik namun menggemaskan.
" Kamu pasti Sedang berkhayal kan?"
Ameera menggeleng dengan cepat, ia bagai pencuri yang tertangkap basah sebelum lari menghindar.
Tubuhnya seketika melemas Sama seperti saat ia pertama kali mendapat pesan dari Ricko, pria beristri beranak dua
Setelah puas menggoda Ameera kini obrolan menjadi lebih serius namun ringan, mulai dari hobby hingga masa depan.
" jika aku menikah nanti... aku hanya ingin suamiku bisa melepas lelahnya hanya karena melihat ku dirumah"
Ricko terdiam, dadanya begitu sesak Mendengar harapan masa depan gadis pirangnya itu, di balik sikap barbar dan polosnya ternyata tersimpan niat baik saat ia sudah menyandang status istri kelak.
Di usianya yang terbilang muda Ameera sudah jauh memikirkan rumah tangga yang ingin ia bina nantinya, mama dan kakak iparnya tentu adalah contoh terbaiknya , sedangkan papa dan kakaknya adalah pria paling beruntung memiliki pasangan yang mau repot mengurus mereka.
"aku berharap bisa menjadi salah satu pria itu" gumam Ricko berkata pelan dengan senyum menyedihkan.
***
Usai bertukar cerita, ia langsung merebahkan dirinya di atas kasur di kamar tamu lantai bawah, tak ada niatan untuk tidur satu kamar dengan Bunga setelah pertengkaran tadi.
Ia melamun dan akhirnya terlelap setelah puas membayangkan wajah cantik gadis pirangnya.
.
__ADS_1
.
Ricko berangkat ke kantor lebih pagi sebelum mama dan Bunga turun untuk sarapan, ia tak ingin mood baiknya pagi ini hancur karna ocehan mama dan tangis palsu istrinya.
Sebelum pergi ke kantor ia menyempatkan diri untuk mencium kening putri kecilnya yang masih terlelap dalam mimpinya.
" Daddy berangkat kerja ya sayang, malam ini Daddy gak pulang"
Mitha bergeliat namun tak sampai membuka matanya dan Ricko hanya tersenyum simpul.
Tubuh tingginya kini sudah berada di dalam mobil mewahnya bersiap untuk membelah jalanan ibu kota yang belum terlalu ramai lancar.
Senyum tak lepas dari wajah tampannya karna ia sudah berjanji untuk mengantar Ameera ke apartemen Bella.
Lima belas menit ia menunggu, Ameera akhirnya datang ke tempat yang mereka sudah tentukan
.
.
.
" Ganteng doang, beraninya jemput depan gang!"
🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁***
jemput cewe apa jemput curut 🐀🐀🐀🐀 bang 😂
Masa depan gang,,🤔🤔🤔🤔
Like komen nya yuk ramai kan ❤️❤️
__ADS_1