Duda Impian [Musuh Kakak Kesayangan]

Duda Impian [Musuh Kakak Kesayangan]
bab 18


__ADS_3

❣️❣️❣️


Saat itu...


flashback 4 tahun lalu


"Woooooy!!!"


Ricko menoleh saat bahunya di tepuk seseorang dengan sapaan yang sangat ia kenal selama ini.


"Disisi juga Lo?" tanya orang itu yang ternyata , Ardi


Pria yang juga sahabat Reza.


"Hem, abis meeteing tadi, Lo ngapain?" Ricko balik bertanya.


"Gue mau makan abis patah hati, laper" sahutnya dengan terkekeh membuat Ricko tersenyum kecil.


"Enak ya, patah hati model Lo" ejek Ricko sambil menyesap kopinya lagi yang masih tersisa setengah cangkir.


Setelah Ardi memesan beberapa makanan, kini keduanya kembali mengobrol. Perbincangan ringan sampai urusan asmara tak lepas mereka bicarakan.


Keduanya memang kalah cepat dari Reza yang lebih dulu menikah dan sudah memiliki si kembar yang baru bisa merangkak.


"Kapan Lo ngundang gue?" pertanyaan yang kadang bosan untuk Ricko jawab, di usianya yang memang kini sudah lebih dari kepala tiga, wajar semua orang menanyakan hal itu padanya.


"Lo aja sama kaya gue" jawabnya ketus.


"Hahaha, lah gue ketauan pacar gue dimana-mana, nah Lo?, ganteng, tajir tapi jomblo! kok gue curiga ya Lo gak normal?" Ardi tertawa terbahak-bahak mengejek teman yang duduk di hadapannya itu, bukan ia tak tahu permasalahan dalam hati Ricko yang dengan terang-terangan mencintai istri sahabatnya.

__ADS_1


"Gue lagi nunggu jandanya seseorang" ucapnya dengan sinis.


"Haha, tuh bini orang gak bakal jadi janda" sahut Ardi yang kemudian melempar ponselnya denga pelan pada Ricko.


"Liat tuh!" tambahnya lagi menatap layar ponselnya dengan kode matanya sampai Ricko harus mengernyitkan dahinya tak mengerti.


"Apa sih?" tanyanya masih bingung.


"Lo liat ponsel gue" titahnya lebih jelas.


Ricko langsung meraih benda pipih itu , tanpa terkunci ia pun bisa langsung melihat isinya.


DEG


Matanya langsung memerah melihat apa yang selama ini selalu ia hindari.


Ricko tetap diam, matanya masih fokus melihat sebuah foto dimana Reza dengan dada polosnya sedang berada di atas kasur bersama Melisa yang hanya terlihat ujung kepalanya.


Otak dewasanya sudah bisa menerka apa yang sedang dilakukan musuh dan wanita yang ia kagumi itu.


"Dia lagi Honeymoon, baru nyampe pagi tadi, langsung tempur gak bangun bangun tuh kayanya, udah tiga puluh empat kali gue telepon dia gak ada jawaban eh malah kirim foto begitu, sial banget kan!" desah Ardi namun ada tawa setelahnya.


Ricko meletakan kembali ponsel Ardi setelah ia puas melihat Melisa yang tertidur pulas, meski hanya bagian mata saja yang terlihat setidaknya itu bisa mengobati kerinduannya yang jarang sekali mereka bertemu Bahkan dalam waktu dua tahun ini,


"Lo gak akan bisa dapetin dia, Reza tuh udah kurung dia di istana cintanya" ucap Ardi sambil terus menghabiskan sisa makanan yang masih setengah di atas piringnya.


"Gue masih penasaran, seenggaknya ada satu yang bisa gue dapetin yang dia gak bisa" keluh Ricko, kali ini rasa cemburunya berkali-kali lipat.


"Tapi sayangnya Lo gak bisa, hidup Reza makin sempurna. Gue aja kadang iri, Emaknya ngidam apa ya pas hamil dia bisa punya segalanya"

__ADS_1


"Itu yang gue benci dari dia, Dia terlalu serakah!" kini jelas terlihat sorot mata Ricko yang tak biasa.


"Eits, itu nilai plus dia, Woy!"


Ardi tak suka saat Ricko mengatakan itu, baginya Reza memang pantas mendapatkan segala yang terbaik dalam hidupnya, sikap ramah dan sopan yang tertanam dalam diri Reza sedari kecil membuat siapapun suka padanya termasuk para wanita di sekelilingnya selama ini, Bahkan sampai sekarang ada saja wanita yang siap melempar tubuhnya sendiri hanya untuk kisah satu malam dengan Presdir Rahardian itu.


"Gua balik!" Ricko bangkit dari duduknya, meraih jas yang ia letakkan di kursi kosong, dengan wajah kesal ia langsung melenggang pergi meninggalkan Ardi yang masih menikmati makanan penutupnya.


.


.


.


.


selelap itu kamu tidur dengannya?


Mel... akupun ingin!!!!


🎉🎉🎉🎉🎉🎉🎉🎉🎉🎉🎉***


Wah.. macem-macem!


Sini belajar dulu sama neng, bang 🤭😀😂


Mau gaya apa?


Like komen nya yuk ramai kan

__ADS_1


__ADS_2