Duda Impian [Musuh Kakak Kesayangan]

Duda Impian [Musuh Kakak Kesayangan]
bab 66


__ADS_3

❣️❣️❣️


Pria berkaos biru itu memilih duduk di tepi kolam renang di belakang rumahnya, rumah yang selalu nampak sepi walau ada satu keluarga utuh di dalamnya.


Tak pernah ada canda orangtua saat sang anak mulai memperlihatkan kelucuannya yang ada hanya tatapan sinis dari seorang wanita saat anak yang ia lahirkan tiga tahun lalu merengek ingin bermain dengannya.


Sebuah gelar di akhir namanya yang sedang ia perjuangkan seakan membuat ia lupa pernah menahan sakit saat melahirkan bayi perempuan yang begitu mungil dari rahimnya sendiri


"Maaf sudah menyusahkan mu"


Ricko kembali menegak minuman kaleng dari tangannya, pikirannya melayang kemana-mana saat perjalanan rumah tangganya seakan bagai film di otaknya.


Ia meraih ponselnya yang tergeletak begitu saja disisinya, menggeser layarnya dan munculah foto seorang gadis yang akhir-akhir ini mengalihkan dunianya yang begitu gelap dan hampa.


Jarinya dengan mantap menekan sebuah kontak nomer yang ia beri nama MOMMY.


Hanya nada tunggu yang ia dengar hingga tiga kali ia mencoba dan hasilnya namun sama.


Ricko kembali meletakan benda pipih itu dan berniat kembali masuk kedalam rumah, namun baru ia hendak melangkah ponselnya justru bergetar di genggamannya.


Mommy.


"Hallo, mom!" Sapanya lebih dulu.


"Mommy.. mommy.. sejak kapan temen gue ngelahirin Lo dari dalem perutnya, hah?"


Ricko melihat kembali layar ponselnya untuk memastikan bahwa yang meneleponnya adalah si gadis pirang.


"Ameera mana?" tanya Ricko penasaran.


"Kan lo yang bawa kabur tadi!"


Usai mendengar jawaban dari Bella, ia mematikan panggilan teleponnya, ia sudah bisa memastikan pasti Ameera belum mengambil barang barangnya di apartemen sahabatku.


.

__ADS_1


.


.


"Ricko"


Pria itu menghentikan langkahnya di ujung tangga, tanpa menoleh ia sudah tau siapa yang menyebut namanya itu.


"Ricko males ribut, mah" ucapnya lirih, ia sudah lelah selalu berdebat hal yang sama dengan kedua wanita ini.


"Kamu cari Bunga sana" titah mama tegas.


"Biarinlah, nanti juga pulang lagi" sahutnya malas karna ini sudah kali ketiganya sang istri pergi dari rumah tanpa sekalipun mengajak Mitha.


"Kalau kamu begini terus jangan salahkan Bunga jika dia meninggalkanmu" sentak mama seperti biasanya.


"Memang selama ini dia pengen pergi kan?, dia terus nyalahin aku biar dia bisa keluar dari rumah ini tanpa di salahkan siapapun" Ricko menaikan nada bicaranya.


"Karna itu akibat sikapmu"


.


.


.


Pria itu ikut berbaring di sisi putri kecilnya, mengusap kepala Mitha penuh sayang, ia menyentuhnya dengan begitu lembut.


"Maafin Daddy ya, kamu lahir dari rahim seorang wanita yang mempunyai ambisi luar biasa"


"Demi gengsi dan gelar ia lupa kalau ia memilikimu"


"Ini semua salah Daddy yang membiarkan mamamu terlalu bebas bergaul"


"Maaf.. maafkan Daddy sayang"

__ADS_1


Satu tetes air mata turun dari ujung matanya.


Anak perempuan itu begitu polos masih dini rasanya untuk ia tahu permasalahan kedua orangtuanya.


.


.


.


Drrrrtttt....drrrrtttt...drrrrtttt


Pandangan mata Ricko beralih pada ponsel yang tadi ia letakkan di atas nakas sisi ranjang Mitha.


'Siapa ya?'


Dengan ragu ia menggeser tanda hijau di layar ponselnya.


"Iya, benar. Saya Ricko"


"Benar, Bunga istri saya"


"Apa?, kecelakaan!!"


"Dimana?"


Bagai mendengar petir di atas kepalanya, tubuhnya melemas tiba-tiba.


"Saya kesana sekarang!!"


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


Mau di Anterin gak bang 🤭😀😀😂


Like komen nya yuk ramai kan ❤️

__ADS_1


__ADS_2