Duda Impian [Musuh Kakak Kesayangan]

Duda Impian [Musuh Kakak Kesayangan]
bab 119


__ADS_3

❣️❣️❣️❣️


Jangan datang hanya untuk menjadi pengganti istri untuk Ricko dan juga pengganti ibu untuk Mitha,, datanglah juga untuk menjadi pengganti anak untuk mama....


Ricko yang mendengar perkataan mertuanya ikut bangkit dari duduknya menghampiri dua wanita yang kini sedang saling berhadapan.


"Mah, mama serius?, mama izin in aku menikah lagi?"


"Kenapa tidak, kamu masih muda dan butuh pendamping begitu pun dengan Mitha, cucu mama sepertinya nyaman dengan Ameera"


"Iya mah, mereka sudah sangat dekat, bahkan dua hari kemarin pun yang menemani Mitha di rumah sakit aku dan Meera" terang Ricko, akhirnya ia buka suara juga tentang keadaan putrinya


"Apa?, Mitha masuk rumah sakit?"


Ricko dan Ameera mengangguk bersama.


"Kenapa kamu gak bilang, dua hari ini memang perasaan mama selalu tak enak, ternyata Mitha sakit" ucap mama lirih.


"Maaf, mah. aku cuma gak ingin merepotkan mama"


"Ya sudah, tapi lain kali tolong kabari mama apapun yang terjadi, hanya Mitha yang menguatkan mama selama ini"


"Mama mau lihat Mitha dulu" tambahnya lagi sambil melenggang pergi menuju tangga.


Ameera membuang nafas lega dan kembali duduk begitupun dengan Ricko bahkan pria itu tergelak melihat Ameera yang begitu takutnya sedari tadi.


"Mama aku gak galak kan?" goda Ricko Sambil meraih tangan Ameera yang masih saja dingin.


Namun tak lama gadis itu menepisnya saat ia merasa ada getaran di saku celananya panjangnya.


Justin..

__ADS_1


Meera melirik ke arah Ricko yang nampak santai


"Kenapa?" tanya pria itu karna kekasihnya terlihat begitu gugup.


"Aku mau angkat telepon dulu dari Justin" izinnya pada Ricko.


"Hem, tapi jangan lama-lama" pesan pria pencemburu itu.


Ameera langsung menggeser layar benda pipihnya kemudian menempelkannya di telinga kanan.


"Ada apa?" tanya gadis itu tanpa basa basi.


"Lo dimana?, gue di parkiran campus nih"


"Ngapain?, pulang sana!" usir Ameera seakan pria bule itu ada didepan matanya.


"Ngajak ke hotel X, udah di tungguin sama kak Reza juga kak Mel terus sama kakak Ay, Bumi juga Chaca"


"Iiiih, males ah!" tolaknya dengan rengekan manja membuat Ricko membulatkan matanya tak suka dan merebut ponsel Meera.


"Mau jemput aku di kampus, di kira aku kuliah haha" Ameera tertawa, akhir-akhir ini ia memang sering sekali tak masuk kuliah.


"Anak nakal, kapan lulusnya kalau kamu sering bolos" ejek Ricko yang kemudian mencium pipi Ameera sampai gadis itu tersentak kaget dan malu.


"Hey, nanti ada yang lihat"


"Biarin, kali aja di grebek nanti di nikahin dadakan" kekeh Ricko dengan mengedip satu matanya.


"Aku gak mau nikah dadakan, emang kak Reza"


"Katakan padaku" ucap Ricko, ia mengubah posisi duduknya agar lebih dekat dengan Meera.

__ADS_1


"Apa?"


"Kapan kamu siap aku lamar, Mom?"


Ameera tertegun, meski ia serius menjalani hubungan dengan Ricko, tapi jika membicarakan pernikahan Jujur ia belum siap.


"Tunggu aku lulus, bagaimana?" jawab Ameera walau sebenarnya itu adalah penolakan Secara halus.


"Kapan kamu lulus?"


"Kurang lebih delapan bulan lagi" sahut Meera, wajah Ricko kini semakin dekat dengannya, tangannya pun sudah menyusuri wajah cantik Ameera yang begitu mulus dan putih sampai turun ke leher jenjangnya.


Ricko menarik tengkuk Meera dan berbisik.


.


.


.


.


.


.


Jangan buat aku terlalu lama berpuasa sayang...


🌽🌽🌽🌽🌽🌽🌽🌽🌽🌽🌽🌽


Si Abang udah pengen ada yang Elus elus ya 😂😂

__ADS_1


Udah gak tahan pengen ngebor sawah 🤗🤗


Like komen nya yuk ramai kan ♥️


__ADS_2