Duda Impian [Musuh Kakak Kesayangan]

Duda Impian [Musuh Kakak Kesayangan]
bab 69


__ADS_3

❣️❣️❣️


Reza mengernyitkan dahinya saat melihat pesan dari Ardi atas meninggalnya Bunga istrinya Ricko.


Media cetak dan elektronik sudah ramai memberitakan tentang kematian istri dari pengusaha muda saingannya itu.


Kabar meninggalnya tentu langsung menjadi konsumsi publik karna sangat mendadak terlebih Bunga dalam keadaan hamil tua, berbeda dengan Melisa tentu Bunga lebih populer di kalangan dunia bisnis namanya sangat tak asing karna wanita itu selalu ikut dalam berbagai kesempatan dan pertemuan antar para pengusaha.


"Ra, anak-anak di anter mang Udin ya"


Reza yang menyelesaikan lebih cepat sarapannya membuat Melisa bingung.


"Mas Reza mau kemana dulu?" tanya Melisa penasaran karna waktu masih sangat pagi.


"Aku sama Ardi mau kerumah temen kita, istrinya meninggal malam tadi"


Entah kenapa ibu tiga anak itu merasa ada yang lain saat Suaminya mengatakan hal tersebut.


Ada rasa dekat namun ia sendiri seakan tak bisa mengungkapkan hanya mengangguk pasrah.


"Aku berangkat ya sayang,"


Melisa melepas kepergian suaminya dengan penuh tanda tanya dalam benaknya, namun ia berusaha untuk menepis semua itu.


.


.

__ADS_1


.


Di dalam rumah duka terlihat Ricko dengan ramahnya menerima semua tamu yang mengucapkan bela sungkawa dan turut berdukacita atas meninggalnya sang istri


Berbagai kalangan hadir mulai dari para pengusaha, rekan bisnis, teman kuliah Bunga juga teman-teman Ricko, bahkan keluarga dua belah pihak sudah berkumpul dari malam hari.


Pria yang hari ini resmi menyandang status Duda beranak satu itu pun menyalami semua orang sambil menggendong Mitha, Bocah cantik itu tak mau mendekati mendiang mamanya yang terbujur kaku di ruang tengah.


"Tata sama nenek yuk, kita ke mama sebelum mama pulang" bujuk mama Ricko ingin meraih tubuh mungil cucunya namun selalu di tepis oleh Mitha.


" Gak mau.. mamanya lagi bobo. kalo mama lagi bobo tata gak boleh ganggu nanti mama marah, tata takut! "


Mitha menenggelamkan kepalanya di ceruk leher Ricko, ia tak berani mendekat karna yang ia tahu sang mama sedang tertidur pulas.


"Cium aja kalo gitu mamanya" titah Ricko, bagaimana pun ia ingin Mitha memiliki kenangan terakhir dengan Wanita yang melahirkannya itu.


Ricko, sungguh tak tahu harus bagaimana lagi.


Untuk membenci istrinya pun sudah tak ada gunanya hanya bisa memeluk Mitha sebagai satu-satunya yang ia miliki saat ini.


"Tata sabar ya sayang, mulai hari ini gak ada yang marahin Tata lagi kalo Tata nakal atau rewel"


"Mulai hari ini Tata bebas main dan bernyanyi di dalam rumah ya, Nak"


Satu tetes air bening menetes dari ujung matanya, perih hatinya tak mampu ia sembunyikan lagi.


Biarlah orang beranggapan sedihnya karna di tinggal sang istri walau kenyataannya hari ini ia terluka dengan apa yang di katakan putri semata wayangnya itu.

__ADS_1


.


.


.


"Buruan Lo masuk!" Reza mendorong tubuh Ardi dan Bagas juga Steve agar cepat masuk kedalam rumah Ricko.


Se benci apapun ia pada Ricko ia masih punya hati sebagai sesama manusia, karna sejak umur dua belas tahun sekolah, kuliah bahkan berbisnis bersama tentu itu bukan waktu yang sebentar untuk mereka, jika saja bukan karna persaingan ketat di antara keduanya mungkin hubungan mereka akan baik seperti yang lainnya.


Reza yang memang selalu unggul dan Ricko yang selalu penasaran membuat mereka tak pernah mau mengalah, selalu ada saja yang keduanya rebutkan termasuk wanita.


.


.


.


"Duh, bini gua dalam zona bahaya lagi aja!'


🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥


Bukan bini Lo bang, tapi Ade Lo🤭🤭🤭🤭


kita karungin babang Reza yuk buang ke Antartika biar ganggu Mommy sama Daddy 🤣🤣🤣🤣


Like komen nya yuk ramai kan

__ADS_1


__ADS_2