Duda Impian [Musuh Kakak Kesayangan]

Duda Impian [Musuh Kakak Kesayangan]
bab 52


__ADS_3

❣️❣️❣️❣️


"Dari mana kalian?"


Ricko tak menjawab, ia justru meneruskan langkahnya memasuki kamar Mitha.


membaringkan tubuh mungil itu di atas kasur lalu menyelimutinya sampai sebatas dada.


"Daddy pulang ya sayang, jangan nakal saat Daddy tak bersamamu disini" Ricko mencium kening Mitha dalam dan lama.


Pria yang sangat menyayangi putrinya itu kemudian beranjak dari kasur, meninggalkan Mitha sendiri dalam kamarnya.


.


.


"Ricko... tunggu!"


"Ricko mau pulang mah" sahutnya malas karna rasa lelah dan kantuk yang ia rasakan


"Pulang kemana?, ini rumahmu. Disini ada anak dan istrimu!"


"Istri?, coba panggil istri Ricko sekarang" tantangnya pada wanita paruh baya itu


Mama terdiam di tempatnya, ia tak berani menjawab atau menuruti perintah anak semata wayangnya itu


"Istri ku pasti belum pulang, dia masih sibuk dengan kuliah dan cita-citanya itu!" Ricko tertawa sumbang sambil mengejek.


"Kepergiannya jelas, tidak seperti kamu yang seharian ini entah kemana mengajak Mitha" balas mama tak mau kalah.


"Meskipun tidak jelas, setidaknya aku pergi bersama anakku, mah!, Bukan pergi dari pagi pulang malam tanpa memberi kabar" Kini Ricko menaikan nada suaranya.


Ia sudah terlalu kesal dengan sikap istrinya yang semakin menjadi setahun belakangan ini.


Terlalu sibuk dengan kuliahnya sampai kerap kali mengabaikan anak mereka.


.


.


.


Awal pernikahan memang tak terlalu indah bagi keduanya, Ricko sibuk dengan pekerjaannya begitupun dengan Bunga yang sibuk dengan kuliahnya yang baru pindah mengikuti Ricko ke kota.


Tiga kali berhubungan badan dalam waktu dua bulan ternyata membuat Bunga hamil, Tentu itu kabar baik untuknya dan juga kedua keluarga mereka, tapi entah mengapa kehamilan itu membuat sikap Bunga sedikit berubah menjadi sosok gadis pemarah.


Awalnya Ricko beranggapan itu adalah efek dari hormon kehamilan, Ia berusaha menjadi suami siaga dan lebih sering bersama Bunga dirumah walaupun keduanya hanya diam membisu di dalam kamar.


Trimester pertama dan kedua di jalani Bunga dengan sangat sulit, seperti ibu hamil lainnya ia merasakan mual dan muntah setiap pagi.

__ADS_1


Ricko selalu sabar memijit tengkuk istrinya di kamar mandi kemudian memberinya air lemon hangat.


Tak ada yang berubah meski usia pernikahan mereka hampir menginjak satu tahun, masih sering bertengkar hal hal sepele yang membuat Ricko jenuh dan bosan pada akhirnya, Sikap cemburu Bunga yang kadang berlebihan dan seringnya ia mengadu pada mama adalah awal Ricko kembali dingin pada Bunga, mulai sering tak pulang dan lebih memilih membeli apartemen dekat kantornya.


Di usia delapan bulan akhirnya Bunga resmi Cuti dari kampus, Ia lebih banyak dirumah di temani mama dan Ricko hanya pulang sesekali untuk menjenguk.


Wanita itu tak pernah mau menyelesaikan masalahnya berdua, selalu saja menyeret keluarga meski itu hanya persoalan tak penting.


Mitha lahir..


Bayi perempuan pertama di keluarga Pradipta.


Kehadirannya menjadi warna sendri bagi Ricko, ia sangat menyayangi anaknya lebih dari apapun.


Semuanya bahagia menyambut Putri kecil penerus keluarga konglomerat itu.


Kelahiran Mitha tak membuat hubungan Ricko dan Bunga membaik, meski akhirnya ia kembali kerumahnya nya dengan alasan ingin ikut mengurus putri kecilnya.


Di usia lima bulan Mitha di tinggalkan Bunga untuk kembali kuliah, Ricko menyetujuinya tanpa ingin berdebat lebih panjang. Cukup baginya selama ini ia selalu di salahkan oleh orang tuanya sendiri jika Bunga mengadukan sikap Ricko yang acuh padanya.


.


.


"Tolong mah sekali aja mama dengerin aku!!!"


Berkali-kali ia memohon pada wanita yang telah melahirkannya itu untuk sedikit saja tak terlalu menanggapi semua aduan istrinya yang tak sepenuhnya benar.


.


.


****


"Mama, kak Ricko?" sapa Bunga, Keduanya menoleh dan menatapnya.


"Kamu baru pulang sayang?" tanya mama sambil mendekat ke arah menantu kesayangannya itu.


"Iya, mah, Bulan depan aku aku mulai cuti jadi akhir-akhir ini sibuk" ucapnya setelah mengurai pelukan mama mertuanya.


"Ya sudah, istirahat sana"


"Ricko, ajak istrimu ke kamar!" titah mama dengan sorot mata tajam seakan memaksa dan tak ingin di bantah.


Ricko mendengus kesal, ia lebih dulu ke kamarnya meninggalkan mama dan Bunga.


"Lihat, mah.. bagaimana aku betah dirumah jika sikapnya selalu kasar padaku"


Mama kembali merengkuh tubuh Bunga dalam dekapannya sambil membisikkan kata sabar dan maaf berulang kali.

__ADS_1


"Masuk dan istirahat ya, biar besok mama yang akan bicara lagi dengan Ricko"


Bunga mengangguk, kemudian menyeret langkahnya masuk menyusul Ricko ke kamar.


.


.


"Kak..."


Bunga duduk di sisi suaminya yang menyadarkan tubuhnya di sofa.


"Hem.."


"Bagaimana keadaan Mitha?, apa dia sudah baikan?" tanya Bunga.


Ricko menoleh lalu tertawa.


"Apa kamu pantas bertanya seperti itu?, harusnya kamu lihat sendiri keadaan putrimu!" sentak Ricko.


"Kak.. tadi pagi demamnya sudah turun kan?"


Ricko diam, ia tak ingin menjawab.


"Sepertinya aku salah membuat mu hamil lagi, dulu aku berharap kamu bisa berubah untuk lebih banyak menghabiskan waktu dengan Mitha"


"Jika Mitha sampai saat ini masih kurang perhatianmu lalu bagaimana nasib anakku yang masih dalam kandungan mu kelak?"


Ricko mengusap wajahnya dengan kasar.


"Kak... aku gak bermaksud begitu!"


"Lalu apa yang kamu maksud?, berhenti lah bersandiwara di depan banyak orang, jangan terus menyalahkan Ku demi cita-cita mu"


.


.


.


" Aku tidak pernah menuntut mu menjadi istri yang selalu melayani ku, tapi kumohon jadilah ibu yang baik untuk anak-anak ku!"


💕💕💕💕💕💕💕💕


Sabar bang..


ntar di Bunga sama Mak othor cubit ya..


Like komen nya yuk ramai kan

__ADS_1



__ADS_2