Duda Impian [Musuh Kakak Kesayangan]

Duda Impian [Musuh Kakak Kesayangan]
bab 33


__ADS_3

❣️❣️❣️


"Apa aku juga harus menyiapkan sesuatu?"


Bunga berfikir meski ragu, bagaimanapun ia tahu alasan pernikahannya bukan karna Ricko mencintainya.


Yang ia tahu hanya demi mama mertua ,meski alasan sesungguhnya adalah Ricko hanya ingin menunjukan pada Reza jika iapun bisa sepertinya.


"kamu lagi apa?" suara Ricko jelas membuat Bunga terkejut sampai ia hampir menjatuhkan ponselnya.


"Aku mau ambil baju untuk kakak di luar kota nanti"


Bunga langsung mengambil beberapa kemeja dan stelan jas suaminya, tak lupa juga beberapa baju rumahan untuk di hotel"


Ricko hanya memperhatikan tanpa bicara, ia tetap bergeming melihat betapa cekatannya Bunga mempersiapkan segala keperluannya.


"Kamu mau ikut?" tanya Ricko saat Bunga sudah menutup koper suaminya.


"jika di izinkan tentu aku akan ikut, karna minggu depan aku akan pulang untuk mengurus kepindahan kuliahku" ucap Bunga.


"Oh, baguslah. Apapun yang terjadi di dalam rumah tangga kita cukup kita yang tahu, bersikaplah sewajarnya di depan banyak orang" pesan Ricko sebelum masuk ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.


Bunga yang melirik arloji yang melingkar di pergelangan tangannya pun tersenyum tipis, masih ada banyak waktu untuk ia bersiap diri.


***


Ricko dan Bunga di antar supir menuju bandara, keduanya duduk di kursi belakang tanpa bicara apapun untuk mengusir kebosanan selama perjalan.

__ADS_1


pandangan Ricko jauh dan kosong banyak yang ia pikirkan terutama nasib pernikahannya yang belum genap dua puluh empat jam.


"Apa nanti saat kakak bekerja aku boleh jalan-jalan di sekitaran hotel?" tanya Bunga yang langsung membuat Ricko menoleh kearahnya.


"pergilah, tapi harus kembali sebelum aku pulang"


Bunga tersenyum, diam diam ia sudah mencari info tentang kota yang akan ia kunjungi itu, beberapa tempat dan jajanan kuliner yang ia dapat dari mesin pencarian membuat ia tak sabar untuk segera sampai disana.


Sampa di bandara, keduanya langsung menuju tempat khusus dimana pesawat pribadi Ricko sudah siap untuk pergi mengantar bos besarnya itu.


"In ketiganya kalinya aku naik" kekeh Bunga dengan wajah polosnya, Ricko yang mendengar hal itu langsung melempar senyumnya pada sang istri yang membuat bunga menunduk malu.


"Nanti kamu akan sering sering naik ini" ucap Ricko, Bunga yang mendengar hal itu langsung tercengang.


"Apa aku akan terus menemanimu setiap keluar kota atau ke luar negeri?" tanya Bunga, ada sorot penuh harapan di kedua matanya.


"Tidak!" jawab Ricko sambil menggeleng.


"Aku lebih baik menunggumu dalam sepi dari pada harus keluar dan berada di tengah keramaian" sahutnya dengan membuang pandangannya jauh ke jendela.


Ricko tak lagi menanggapi, baginya Bunga tetap gadis kecilnya yang labil.


Terbukti dari perubahan sikapnya seminggu belakangan ini, Kadang ia dewasa dan bisa ber bicara dengan lugas namun setelahnya akan merengek seperti anak kehilangan mainnya.


Pria tampan itu akhir memilih memejamkan matanya, di rasa tak ada lagi yang harus di bicarakan meski sepertinya Bunga masih ingin berbincang dengannya.


"Apa kita tidur di kamar terpisah saat di hotel?" tanya Bunga sambil bergumam namun masih bisa di dengar baik oleh Ricko.

__ADS_1


"Ya, kita pisah kamar namun tetap di hotel yang sama, kenapa?" Ricko balik bertanya


"Hem, enggak!" sahut Bunga dengan tergagap.


.


.


.


.


"Apa kamu mau kita satu kamar?"


🎉🎉🎉🎉🎉🎉🎉🎉***


Seuprit ya isinya 😂😂😂


Au ah yang penting udah 5 bab ..


Sabar ya yang kangen Ameera.


Tuntasin dulu babang Ricko ehem ehemnya sama Bunga sampe jadi Mitha 🤣🤣🤣..


Biar nanti tinggal fokus ke Ameera yang ngejar2 Ricko.


like komen nya yuk ramai kan ♥️🤗

__ADS_1


nieh di kasih Ameera nya



__ADS_2