Embrace Love

Embrace Love
Ch 106. Slap


__ADS_3

Claude membuka pintu mobil dan menunggu Catalina masuk, barulah ia sendiri masuk ke sebelah Catalina. Bruno segera menjalankan mobil ketika keduanya sudah duduk di belakang.


"Kau pulang semakin malam ...." ucap Claude.


"Maaf ... kau jadi ikut menjemput. Padahal aku bisa pulang pakai taksi." Catalina menoleh dan memandang Claude. Pria itu memakai kaos berwarna abu-abu dengan celana pendek hitam. Tampak sangat santai.


"Tadi siang Alric menemuiku, Cat." Claude memutuskan menyampaikan niat Alric pada Catty.


"Dia ingin bicara denganmu perihal niatnya memindahkan ibu Mary ke fasilitas perawatan terbaik. Dia tidak dapat menemui Mary. Jadi dia ingin kau membantunya."


"Kurasa Mary tidak akan mau bertemu dengannya Claude ... tapi katakan saja kapan waktunya, aku akan menemuinya. Lagipula ... ada sesuatu yang ingin aku tanyakan pada pria itu ...."


"Kalau kau mau bertanya tentang alasan ia mengurung Mary dan Serge, maka dia sudah menceritakannya padaku. Adiknya meninggal tujuh tahun yang lalu dan itu ada hubungannya dengan Mary ...." Claude menceritakan secara singkat, apa yang sempat diceritakan oleh Alric saat meminta izinnya untuk menemui Catalina.


"Jadi ... Adiknya masih hidup saat tergeletak di jalan itu?" tanya Catalina pelan. Mary tidak pernah mau menceritakan kasus percobaan pemerkosaan yang dialaminya dulu, rupanya kejadian itu berhubungan dengan adik Alric.


"Ya ... dan pemilik club itu sengaja mengatakan kebohongan tentang Mary dan Alex yang merupakan sepasang kekasih."


Catalina menghembuskan nafas panjang dan memutuskan akan menemui Alric.


"Katakan padanya aku mau menemuinya. Aku juga akan mencoba membujuk Mary. Kurasa jika ia benar-benar menyesal, Mary mungkin saja akan memaafkannya."


Claude mengangguk, lalu mengulurkan tangan menggenggam tangan Catty.


"Kulihat Mary semakin baik ... Apa Yoana sudah boleh mengurus semua persiapan pernikahan kita?"


Catalina menoleh, lalu dengan sedikit merona ia membalas genggaman tangan Claude.


"Tunggulah sebentar lagi Claude. Aku dan Annete tengah membujuknya melakukan konseling, kami hanya mau memastikan ia benar-benar baik-baik saja, Aku merasa ada sesuatu yang tidak ia ceritakan ... jika nanti hasilnya baik, maka kau boleh mengatakannya pada Yoana."


"Annete? Siapa Annete?" tanya Claude.


"Oh, dia wanita tua yang banyak membantuku dan Marylin. Seorang teman yang sangat baik dan penyayang," sahut Catalina.


Claude kemudian hanya mengangguk, bersabar dengan mengatakan pada dirinya sendiri bahwa marylin sedang membutuhkan Catty ... jadi ia harus sedikit pengertian.


**********


"Terima kasih sudah memenuhi undanganku, Nona Catalina." Alric menatap dua tamunya. Ia menerima telepon dari Claude kalau Catalina bersedia bertemu dengannya hari ini.


"Seharusnya aku saja yang mendatangi kalian. Tak perlu kalian yang jadi repot mendatangiku." Alric mempersilakan Claude dan Catalina duduk di sofa.


"Kebetulan aku mau melihat tempatmu. Kau sendiri sudah melihat tempatku," ucap Claude.


Setelah berbasa basi sejenak, Claude akhinya bertanya langsung pada Alric.

__ADS_1


"Kau perlu waktu bicara pribadi? Atau aku tidak apa-apa mendengarkan?"


"Jika kau berkenan ... Diego akan memperlihatkan satu modifikasi dan terobosan baru dari perusahaanku, kau bisa ikut ke ruangannya untuk melihat."


Claude mengerti isyarat tidak langsung yang mengatakan kalau Alric ingin ditinggal berdua saja dengan Catalina.


"Baiklah, tidak lama Lucca ... Aku akan kesini lagi."


Claude meninggalkan ruangan bersama Diego.


"Bisakah kau membujuk Mary menerima undanganku? Mungkin makan malam? Bersamamu atau Serge jika ia merasa nyaman dengan itu." Alric langsung mengutarakan maksudnya pada Catalina.


"Apa keperluanmu bertemu dengannya?"


"Minta maaf ... itu saja ...."


"Sebenarnya tuan Lucca ...."


"Panggil Alric saja ... Kurasa kau tidak keberatan aku memanggilmu Lina, bukan ...."


Catalina mengangguk, lalu melanjutkan kalimatnya yang dipotong Alric tadi.


"Aku ingin tahu, apa saja yang kau lakukan pada Mary selain mengurungnya dengan hewan buas...."


Alric berdiri dari sofa setelah mendengar pertanyaan Catalina, ia melangkah ke dekat jendela kaca. Cerita mulai bergulir dari mulutnya tentang kesalahpahaman mengenai kematian adiknya.


Alric melanjutkan dengan menceritakan semua kejadian di mansion Cougar kecuali perihal pemerkosaan yang ia lakukan. Mary belum memberitahu siapapun, termasuk pada adiknya. Maka ia akan menunggu mengatakannya setelah ia bicara pada Marylin. Setelahnya, jika Catalina akan menuntutnya terhadap kejadian itu, maka ia akan menghadapinya dan bertanggung jawab.


"Aku akan melakukan apapun untuk menebusnya ... " Alric mengakhiri ceritanya dan berbalik, terkejut karena ternyata Catalina sudah ada di hadapannya dengan mata berkilat dan tangan mengepal.


"Tuan Alric ... Kau benar-benar melakukannya!? Memukul Mary?"


Alric terpaku, lalu mengerti jika gadis itu marah karena ia bercerita sudah menampar dan memukul Marylin saat pertama bertemu.


"Ya ... Aku menjatuhkan tanganku pada kakakmu. Jadi bantu aku, Catalina. Aku perlu bertemu Mary ...."


"Itukah yang membuat wajahnya waktu itu membiru!?"


Alric hanya diam, tidak mengatakan itu disebabkan oleh tindakannya yang lain.


"Aku akan melakukan apapun ... Jika Mary meminta pekerjaan yang lebih besar dengan uang yang juga lebih besar, aku akan menyanggupinya. Atau ia meminta sejumlah uang atau mau mengganti apartemennya sekarang dengan unit penthouse mewah ... apapun ... aku akan memberikannya. Tapi jika yang ia inginkan adalah aku mendekam di penjara, maka akupun akan menanggungnya ...."


Catalina makin erat mengepalkan tangan. Menyipit memandang Alric.


"Sejumlah uang?"

__ADS_1


"Ya ... uang."


Plakkkk!!!!


Suara tamparan yang amat keras itu menggema seiring pintu ruangan yang terbuka. Claude dan Diego berdiri terpana menatap Catalina yang baru saja melayangkan tangan pada wajah Alric.


pria itu sempat terpejam sejenak menahan rasa perih di wajahnya.


"Rasakan itu! Itu untuk apa yang telah kau lakukan pada Mary! ... Kau pria brengs*k! Kau mencoba membeli maaf kakakku dengan uangmu ya!"


Alric menatap balik mata biru Catalina yang berapi-api.


"Aku akan membujuk Mary untuk bertemu denganmu Tuan Lucca! Agar dia bisa membalas menamparmu secara langsung!"


Kemudian Catalina berbalik dan berderap meninggalkan ruangan.


"Claude ... Aku mau pulang!" ujarnya sambil terus berjalan.


Claude menatap ke pipi Alric yang memerah, lalu ia menyeringai, " Aku tahu bagaimana rasanya. Bukankah tangannya lumayan pedas?"


Ucapannya mendapat balasan tatapan tajam dari Alric. Claude menyeringai makin lebar.


"Tidak usah gusar, Lucca! Pasti sakit kan. Aku tahu karena aku sudah pernah merasakannya, tiga kali malah ... Lagipula, salahmu karena membuatnya tersinggung."


Kemudian Claude meninggalkan tempat itu sambil menertawakan ekspresi wajah Alric dan Diego.


Alric dan Diego berpandangan, Diego hanya diam karena tidak tahu bagaimana menanggapi tuannya yang berdiri terkesima setelah Claude pergi.


"Tiga kali ... memangnya apa yang sudah dia lakukan hingga ditampar sampai tiga kali ... Well ... Aku hanya perlu menebalkan pipiku. Sepertinya wajahku akan banyak menerima sapaan ke depannya nanti."


"Anda akan menemuinya?"


"Ya ...."


"Nyonya Annete tinggal di apartemen di dekat tempat tinggal Nona Marylin. Sekarang mereka kerap bertemu dan saling berkunjung," ucap Diego, sopir mereka selalu menceritakan tentang kegiatan Nyonya Annete.


Alric menyeringai, " Ibu memang selalu lebih cepat daripada kita, bukankah begitu, Diego?"


**********


From Author,


Pedessssss ... πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚


Jangan lupa like, love, vote, komentar, dan bintang limanyaπŸ™πŸ™

__ADS_1


Terima kasih banyakk.


Salam, DIANAZ.


__ADS_2