Embrace Love

Embrace Love
CH 36. guess


__ADS_3

Dokter Luigi memandang berkeliling di aula tempat pesta diselenggarakan. Ia sudah mencari Catalina sedari tadi. Namun, kelebat gadis itu tidak terlihat dimanapun. Ia mengernyitkan dahi, mereka belum sempat membicarakan bagaimana caranya agar Luigi bisa menghubungi Catalina, Luigi ingin setidaknya Catalina menyimpan nomor ponselnya, agar sewaktu-waktu gadis itu bisa menelponnya ketika membutuhkan bantuan.


Natalia yang berdiri di sebelah dokter Luigi juga tengah memandang berkeliling. Mencari sosok seorang model baru yang entah bagaimana caranya bisa menarik perhatian Yoana Bernard.


"Sayang... bisakah kau tunggu di sini? aku akan menemui temanku sebentar." Natalia langsung melepaskan tangannya dari lengan Luigi. Dengan langkah percaya diri ia menghampiri Marilyn.


"Halo Miss New... selamat padamu karena memegang kartu as dari pertunjukan ini. Kalau boleh aku tahu, dengan cara apa kau mendekati Yoana Bernard?" Natalia bertanya sinis.


"Maaf... apa maksudmu?" Marilyn menjawab dengan tenang.


"Kau baru di sini Girl... bagaimana caranya kau bisa langsung naik ke puncak. Apa yang kau berikan sehingga bisa mencapai posisi itu? kau terlihat biasa saja."


Marilyn merasa kata-kata gadis di hadapannya ini penuh hinaan, gadis ini sepertinya sudah siap menebar racun.


"Aku punya kemampuanku sendiri, Nona...," ucap Marilyn santai.


Natalia mendengus keras."Berapa uang yang kau berikan pada manager itu? atau kau tidur dengannya sehingga kau yang diberikan kehormatan memeragakan desain terbaru itu."


Marilyn terbelalak, gadis ini sungguh kurang ajar.


"Astaga... begitukah caramu memperoleh pekerjaan?" Marilyn menyerigai ketika ucapannya telah membalas telak gadis itu. Wajah cantik di hadapannya terkejut, lalu berganti menjadi marah.

__ADS_1


"Dasar ja****!" Natalia memaki sebelum berbalik dan melangkah menjauh. Marilyn terkekeh geli, sebuah tepukan di bahu membuatnya menoleh. Serge tersenyum lebar dan memberi jempol ke arahnya.


"Itu baru gadisku...." puji Serge dengan nada bangga.


*********


"Selamat malam Yoana...." sapaan lembut itu membuat Yoana menoleh, ia menaikkan alisnya ketika melihat sosok yang tadi menyapanya.


"Ah, selamat malam," jawab Yoana, ia memberi sedikit senyum pada Tania Sweyn. Siapa yang mengundangnya... desis Yoana di dalam hati dengan kesal.


"Apa kabarmu Nona Sweyn?" tanya Yoana.


Tania mengernyit, Yoana memanggilnya Nona Sweyn, padahal dulu wanita itu mamanggilnya Tania dengan akrab.


Yoana mengendikkan kedua bahunya, " Seperti yang kau lihat, semuanya sempurna...," ujarnya sambil tersenyum.


"Ummm... apakah kau melihat Claude? aku ingin membicarakan sesuatu dengannya, tapi dia tidak terlihat dimanapun." ucap Tania dengan mata mulai memandang berkeliling. Gadis itu tidak melihat perubahan yang terjadi di wajah Yoana, rahangnya mengeras dan tatapan matanya menajam.


Mau apa lagi kau dengan adikku! jangan harap kau bisa mendekatinya lagi!


"Oh... Claude... dia sudah pulang bersama Catalina. Ada kabar dari mansion kalau Leon terbangun dan menjadi sangat rewel. Keduanya menjadi khawatir dan akhirnya memutuskan untuk pulang lebih dulu." Yoana sengaja mengatur agar nada suaranya terdengar manis.

__ADS_1


"Leon? apakah bayi anggota keluarga terbaru yang baru diperkenalkan baru-baru ini?" tanya Tania dengan hati mencelos, ia masih berharap Claude belum menikah, sehingga masih bisa mendekatinya. Tapi kata-kata Yoana menyiratkan kalau Claude sudah memiliki istri dan seorang putra.


"Kau benar... keponakanku, Leonard Bernard. Ah, kau harus bertemu dengannya, dia sangat tampan dan lucu...." Yoana melihat tangan gadis di hadapannya terkepal mendengar kata-kata yang ia ucapkan.


Tania mengepalkan tangan. Keponakan, Yoana mengatakan Leon keponakan. Berarti dapat dipastikan bayi itu benar-benar adalah putra Claude.


"Mungkin... lain kali mungkin aku akan melihat dan bertemu dengan Leon. Aku permisi dulu Yoana," ucap Tania dengan buru-buru. Yoana menyerigai melihat gadis itu cepat-cepat berpamitan.


Merasa diperhatikan oleh seseorang, Yoana mengedarkan pandangannya, matanya menangkap mata Vincent yang rupanya mengawasi interaksinya dengan Tania barusan. Vincent menaikkan alis, laki-laki itu berdiri tidak terlalu jauh, apakah dia mendengar semua ucapanku tadi... Yoana membatin ketika melihat tatapan datar dan alis Vincent yang seolah mengejek ke arahnya.


Dengan dagu terangkat, Yoana menatap tajam ke arah Vincent, lalu ia mencebil dan mencibir sebelum berbalik dan meninggalkan Vincent yang masih memandangnya dengan perasaan geli.


Mi Paqueno... kau masih seperti anak kecil...


**********


From Author,


Hai semua, maaf up lama, dan thor ada pengumuman sedikit ini ya, sehubungan dengan novel karya thor yang sudah dikontrak pihak Mt/Nt yaitu Passion of my enemy dan Love Seduction, maka thor punya kewajiban buat melakukan revisi beberapa bab, memperbaiki typo, tanda baca, EYD, dan juga memperhalus adegan 21+ ,maka thor mohon maaf untuk beberapa waktu, mungkin update Embrace Love akan tersendat.


Sekali lagi thor mohon maaf ya my Readers, waktu revisi yang diberikan oleh pihak Mt/Nt juga terbatas. Jadi mohon doa semuanya berjalan lancar sehingga thor bisa up kembali kisah Claude dan Catalina ya

__ADS_1


Mohon doa dan pengertiannya🙏🙏🙏terimakasih semua.....


Salam, DIANAZ.


__ADS_2