
Sudah beberapa hari sejak makan malam bersama Marylin malam itu. Catalina tidak mendapatkan nomor ponsel kakaknya. Marylin beralasan tidak ada perlunya ia menyimpan nomor kakaknya itu.
Ia akhirnya mendekati Serge dan meminta nomor Marylin lewat sang manager. Tapi kesetiaan laki-laki itu membuatnya tidak mau memberikan. Serge malah memberi nomor ponselnya pada Catalina. Mengatakan bahwa ia bisa menghubungi Serge bila mau bicara pada Mary. Bahkan Serge mengatakan akan melayani bila Catalina mau bertanya apapun tentang Mary.
Catalina sangat penasaran dengan kehidupan kakaknya itu. Apa yang telah dialami dan dilalui oleh Mary sebelum ia akhirnya bertemu Simon dan kemudian hamil. Kehamilan yang membuat Marylin memutuskan mencari dan menemui Catalina.
Tapi ia harus bersabar. Ia perlu bertemu dengan Serge lalu bicara tanpa gangguan. Tidak bisa mengajaknya bicara hanya lewat ponsel.
Yoana memutuskan memberikan ponsel pada catalina dengan nomor baru sehingga ia tetap saja tidak bisa menghubungi dokter Luigi. Ponsel lamanya entah dikemanakan oleh kedua kakak beradik itu. Catalina pun tidak lagi berniat menanyakannya.
Ponsel Catalina berbunyi, ia mengambilnya dengan cepat. Takut bunyinya membangunkan Leon yang tengah tertidur nyenyak di kasur Catalina. Ia membawa Leon ke kamarnya dan menidurkannya di sana. Ia ikut berbaring dengan sebuah novel milik Yoana yang ia ambil dari rak buku di perpustakaan mansion.
"Halo," sapa Catalina setelah ponselnya sudah diletakkan di telinga.
"Bersiaplah Lina. Claude akan menjemputmu sebentar lagi. Titipkan Leon pada Nanny," perintah Yoana langsung terdengar di telinga Catalina.
"Hah? Memangnya mau kemana?" tanyanya dengan kening berkerut.
"Ikut saja ... Ingat, kau harus sudah siap saat Claude menjemputmu," ujar Yoan. Wanita itu seperti akan segera menutup telepon. Catalina segera berkata cepat.
"Tunggu Yoana. Katakan kemana? Aku tidak mau jika tidak tahu tujuannya kemana," ucap Catalina, ia tidak mau penampilannya salah lagi. Memakai baju biasa padahal acara formal di tempat mewah. Seperti saat makan malam waktu itu. Claude berhasil meyakinkannya bahwa ini kesempatannya untuk menjadi dekat dengan marylin. Marylin seharusnya bukan dijauhi, tapi didekati. Bukan mundur dan meninggalkan Marylin tapi berusaha mendekatinya perlahan.
Catalina bersyukur yang hadir hanyalah keluarga Bernard dan Marylin serta Serge saja. Bila Yoana mengundang para model cantik di perusahaannya itu, Catalina dipastikan akan merasa sangat malu. Mungkin ia akan dianggap pelayan yang dengan tidak tahu malu makan bersama majikannya di restoran mewah. Para gadis itu terdengar mengerikan jika sudah membuka mulut untuk menyindir bahkan menghina orang lain.
"Hanya ke penata busanaku, Lina. Aku akan menunggu di sana, bersiaplah."
"Penata busana? Untuk apa?" Catalina menatap ke arah ponselnya yang tiba-tiba terputus.
"Kalian ini ... suka sekali memaksa." Ia bersungut-sungut sembari bangkit dari tempat tidur. Catalina masuk ke kamar Leon sambil memanggil Nanny.
"Lea, bisakah membantuku menjaga Leon? Aku mau mandi. Aku akan pergi sebentar. Nona Yoana menungguku."
"Baik, Nona Catalina."
Setelah Nanny menjaga Leon di dekat ranjangnya, Catalina masuk ke kamar mandi, lalu ia mandi dan kemudian mencuci rambutnya. Setelah keluar, Catalina tersenyum melihat Lea yang duduk di lantai kamar dan membaca novel yang tadi ia baca.
__ADS_1
"Ceritanya seru, kau harus membacanya sampai selesai. Tapi nanti, aku sudah setengah jalan, jika nanti aku sudah selesai, kau bisa membacanya," ucap Catalina sambil melangkah ke sudut kamar, mengeluarkan sebuah baju berwarna ungu dan celana jeans.
"Anda akan kemana?" tanya Lea.
"Yoan bilang dia menunggu di tempat penata busananya. Memangnya kenapa?"
"Oh, Tidak. Kukira Anda akan ke gedung kantor Nona Yoan dengan pakaian itu."
"Aku akan membuat heboh bukan? Para ladies itu akan memelototiku." Catalina tertawa geli yang di sambut dengan tawa oleh Lea.
"Sini kubantu mengeringkan rambut Anda."
Lea mulai mengeringkan rambut Catalina, mereka mengobrol sambil membicarakan tentang make up.
"Anda mau memakainya?" tanya Lea.
"Tidak ... aku tidak terlalu suka memakainya, Lea."
"Dia masih tidur. Aku akan menunggu di bawah saja. Titip Leon, Lea."
Nanny itu mengangguk sambil tersenyum, menutup pintu ketika Catalina sudah keluar dari kamar.
Catalina turun dan menunggu di ruang duduk di depan dengan membuka sebuah majalah fashion. Ia tidak menyadari bahwa mobil Claude sudah terparkir di depan sana. Namun Claude tidak langsung mencari Catalina. Ia naik ke kamarnya sendiri dan berniat mengganti pakaian kantornya dengan pakaian yang lebih santai.
Catalina mengernyit, ia melirik keluar dan menyadari mobil Claude sudah ada di depan. Setelah meletakkan majalah ke atas meja, ia bangkit dan berjalan menuju teras.
Mendekat ke mobil, Catalina menunduk dan membungkuk, mengintip melalui kaca hitam, ingin tahu apakah ada orang di sana. Ia tidak menyadari Claude yang telah berganti pakaian sudah ada di belakangnya, memandangi bokongnya yang tengah membungkuk.
"Apa yang kau lihat?" tanya Claude.
Catalina langsung berdiri tegak, memegang dadanya yang berdebar karena terkejut.
__ADS_1
"Kau sudah tiba!" serunya.
"Sejak tadi. Aku naik dulu ke kamarku. Ayo kita pergi sekarang. yoana sudah menunggu," ucap Claude.
Mereka naik ke mobil yang dikendarai langsung oleh Claude.
"Sebenarnya untuk apa kita ke sana?" tanya Catalina.
Claude sedikit melirik pada gadis itu. Ia dan Yoana menerima undangan dari Nyonya Ambroz. Ibu dari Natalia Ambroz. Model di perusahaan mereka.
Nyonya Ambroz mengundang mereka untuk menghadiri pesta pertunangan antara Natalia dan seorang pria yang namanya membuat Yoan dan Claude sedikit terkejut.
Natalia akan bertunangan dengan dokter Luigi Stefano. Putra dari Maldini Stefano, dokter yang menawarkan pekerjaan pada Catalina dan sepertinya menaruh hati pada gadis itu.
Awalnya Claude menolak ide Yoana agar ia mengajak Catalina. Claude tidak mau Catalina bertemu Luigi, lalu mulai menanyakan apakah pria itu masih mau menerimanya bekerja di rumah sakitnya. Tentu saja pria itu akan menjawab mau, Claude sangat yakin akan hal itu.
Namun Yoana mengatakan ini akan baik untuk Catalina. Gadis itu akan melihat bahwa pria itu adalah pria yang sudah bertunangan dan akan segera menikah. Jadi gadis itu akan merasa aneh jika nanti dokter itu mendekatinya dan mulai mengejar Catalina lagi.
Sedangkan untuk Luigi, Yoana mengatakan dokter itu akan tahu bahwa Catalina sudah mengetahui statusnya yang sudah bertunangan, ia bukan lagi pria lajang bebas yang dengan mudahnya mengejar seorang gadis.
Claude akhirnya setuju, Yoana memintanya menjemput Catalina, mereka merencanakan akan memilihkan gaun juga sepatu untuk gadis itu, sekaligus untuk Yoana sendiri malam nanti.
Claude sedikit khawatir tentang acara malam itu nanti. Namun ia akan memastikan Catalina tidak akan lepas dari sisinya, sehingga dokter Luigi tidak akan punya kesempatan bicara dengan Catty berdua saja tanpa ada orang lain.
N E X T >>>
**********
From Author,
Jangan lupa Like, love ,bintang lima, komentar dan vote ya my readers.
Terima kasih banyak.
Salam, DIANAZ.
__ADS_1