Embrace Love

Embrace Love
CH 64. Offer


__ADS_3

Vincent naik ke lantai atas mansion. Bermaksud bicara pada Claude tentang rencana menemui Alrico Lucca.


Ia baru saja akan mengetuk pintu kamar Claude, ketika pintu itu terbuka dan Claude muncul di sana.


"Ikuti aku, kita perlu membicarakan hal ini."


Claude mengangguk, lalu menutup pintu kamarnya. Ia mengikuti Vincent, berjalan melalui beberapa kamar, melintasi lorong dan menemukan pintu ruangan kerja. Vincent masuk lalu melangkah menuju sebuah rak yang membentang di sepanjang dinding ruangan itu. Ia mendorong lewat sebuah celah diantara buku-buku, seketika rak itu membuka. Keduanya lalu masuk dan mulai membuka rak kaca.


"Kau harus memanggil Hamilton dan Simon kembali," ucap Vincent.


"Tidak masalah. Mereka hanya pergi meninjau sebuah gedung yang kami inginkan. Seharusnya mereka memang kembali hari ini," ucap Claude sambil membuka kemejanya. ia memasang rompi anti peluru seperti yang tengah dilakukan Vincent.


"Setelah melakukan kesepakatan dengan tuan Lucca, kita akan segera pergi ke tempat Rodrigo. Yoana harus pulang dengan penjagaan ketat dari sana nanti."


Claude berhenti melakukan pekerjaannya ketika mendengar ucapan Vincent.


"Kita akan mengajak Yoan?" tanyanya.


"Percayalah Claude. Keamanannya akan terjaga. Blaird sudah bergerak ke tempat pertemuan itu."


Claude hanya mengangguk. Setelah menyelipkan senjata yang mereka butuhkan, keduanya kembali menutup rak.


"Alrico Lucca hanya menginginkan Marylin dan Serge. Kuharap keduanya mau bekerja sama," ucap Vincent.


"Harus, Vincent! Mereka harus mau!"


Vincent tidak membalas ucapan itu. Keduanya bergerak cepat. Kembali ke aula dimana Yoana masih menunggu.


"Aku sudah menghubungi Serge. Aku katakan akan menjemput di depan apartemen mereka," ucap Yoana.


"Kau tidak mengatakan kemana kita akan membawa mereka kan?" tanya Claude sambil berjalan menuju pintu depan. Vincent dan Yoana mengikuti.


"Tidak. Aku mengatakan akan menjelaskannya ketika sudah bertemu nanti," jawab Yoana lagi.


Vincent membuka pintu dan Yoana segera masuk. Vincent sendiri duduk di sebelahnya. Claude menaiki mobil lain. Satu lagi mobil untuk menjemput Marylin dan Serge, lalu selebihnya beberapa pengawal yang mengikuti iringan mereka.


**********


Marylin melihat ketika sebuah mobil hitam berhenti di depan gedung apartemennya. Seorang pria turun dan menghampiri ia dan Serge.


"Tuan, Nona, harap masuklah. Saya akan membawa Anda berdua menemui Nona Yoana." Serge mengenali Bruno salah satu pengawal keluarga Bernard. Ia segera mengangguk dan membimbing Marylin masuk ke bagian penumpang.


Mobil segera melaju kencang. Membawa mereka ke sebuah restoran yang dikenali Serge dan Marylin sebagai sebuah restoran mewah yang memakai nuansa taman dan hutan buatan di sekitarnya.


Tempat terbuka dengan pondok pondok kecil yang dikelilingi hutan buatan. Kala musim dingin, hanya aula besar restoran yang digunakan, karena tempat itu akan tertutup kaca dan menggunakan penghangat ruangan, menjamu para tamunya dengan pemandangan indah di luar kaca.


Serge mengerutkan kening ketika dibawa ke aula besar restoran. Jika bukan musim dingin, kaca otomatis yang menutup restoran itu akan terangkat, memberikan pemandangan alam terbuka dengan udara segar dan angin berhembus, seperti yang mereka rasakan saat ini.


Marylin dan Serge menatap, ketika di meja bundar di salah satu sudut ruangan besar itu, sudah menunggu Yoana, Claude dan Vincent, lalu di sisi lain duduk Alrico Lucca dan asistennya Diego Baldassare.


Cast : Alrico Lucca

__ADS_1



Cast : Diego Baldassare



Serge menyadari, restoran itu kosong. Hanya ada pengawal yang tersebar memenuhi tempat itu.


"Sebenarnya ada apa? Kenapa kita menemui orang ini," ucap Serge langsung.


"Baiklah ... kurasa tidak perlu pembuka lagi. Tuan Serge sudah mengajak kita langsung pada tujuan untuk apa kita semua ada di sini," ucap Alric


Diego terlihat mengutak-atik sebuah laptop di depannya, lalu Alric menunjuk ke sebuah layar yang sudah disiapkan di dekat meja mereka.


"Seperti yang kalian lihat, ini adalah gambar Nona Catalina yang diculik hari ini. Baru beberapa jam. orang-orangku berhasil mengikuti mereka. Aku yakin orang-orangmu juga sudah bergerak Tuan Claude. Tapi akan cepat jika kalian bekerja sama denganku untuk menyelamatkan Nona Catalina."


Semua mata memandang terbelalak ke arah layar yang menampakkan Catalina yang terpejam tengah ditarik paksa masuk ke dalam mobil oleh seorang pria dan wanita berambut pirang.


"Itu bukan Rodrigo, Vince," desis Yoana. Meski sudah 10 tahun, ia masih dapat mengingat dengan jelas wajah Rodrigo.


Vincent menatap tajam dengan rahang mengeras.


"Itu Rodrigo. Suaranya adalah Rodrigo. Aku tidak tahu bagaimana ia mengubah wajahnya. Tapi aku tahu itu adalah suara Rodrigo," desis Vincent.


"Ah, rupanya keluarga Bernard mengenal siapa penculik ini ...." ucapan Alric terhenti ketika Claude memotong dengan nada kasar.


"Cukup omong kosongmu, Alrico! Katakan apa syaratmu!" bentak Claude.


Yoana mengangkat dagunya. Wanita mungil itu tidak terlihat gugup sama sekali.


"Tuan alrico Lucca menawarkan sejumlah uang kompensasi bagi B House untuk melepaskan kontrak Marylin. Dengan kata lain Tuan Lucca menginginkan Marylin bekerja untuk mereka."


Marylin dan Serge memandang tak berkedip pada Yoana, lalu wanita itu melanjutkan.


"Aku sudah menolak penawaran itu," ucapnya tegas.


Alrico tersenyum kecil. "Ya, langsung dan tegas. Aku ditolak. Padahal kompensasi yang kutawarkan tidak sedikit ...." Lalu Alric mengucapkan jumlah penawarannya. Membuat Serge dan Marylin membelalakkan matanya.


Alric memberi senyum manis pada Marylin yang menatapnya dengan menyipit. "Dan aku menawarkan dua kali lipat dari nilai kontrakmu dengan Bernard jika kau mau menerima penawaranku, Nona Marylin."


"Tidak!" Jawaban tegas dari Serge. Marylin hanya diam. Tanda menyetujui keputusan Serge.


Alric mengendikkan bahu dan kembali tersenyum.


"Aku sudah menduga jawabanmu Tuan Serge. Karenanya aku mau bertemu kalian semua untuk mengajukan penawaran baru."


Yoana kembali bersuara. "Kau bukan membuat penawaran, Tuan Lucca! Kau ingin tujuanmu tercapai dengan memanfaatkan kejadian ini!" ucap Yoana sinis.


"Lagipula kenapa kau terlihat sangat gencar menginginkan Marylin. Niatmu terlihat mencurigakan," tambah Yoana lagi.


Alric tertawa terbahak, ia menatap geli pada Yoana.

__ADS_1


"Nona Bernard, jangan membicarakan niatku. Sudah jelas aku menawarkan kontrak lebih besar untuknya. Sekarang pikirkan Nona Catalina, kalian membuang waktu. Setuju atau tidak?" ucapnya tegas.


"Sebenarnya apa yang terjadi pada Catalina?" Suara Marylin terdengar, semua mata menatapnya. Alrico Lucca mengunci mata Marylin yang balik menatap tajam ke arahnya. Sekuat tenaga ia berusaha menahan hatinya yang mendidih melihat pandangan mata tajam dan angkuh dari Marylin.


"Aku akan menjelaskan secara singkat, Nona Marylin Seymor. Adikmu Catalina Seymor sudah diculik oleh musuh keluarga Bernard. Aku kebetulan punya informasi kemana mereka membawanya. Aku akan memberikan informasi ini, bahkan membantu untuk membebaskan adikmu, jika Bernard membatalkan kontrakmu dan kau juga menerima penawaranku," ucap Alric.


Marylin hanya menatap datar, tidak bereaksi.


"Walaupun Bernard membatalkan kontraknya, dia hanya akan menjadi pengangguran yang tidak punya pekerjaan. Kau tidak dapat memaksanya menerima penawaranmu," ucap Yoana, ia manatap Marilyn dan Serge berganti-ganti, menilai ekspresi kedua orang itu.


"Kalau begitu, semua ini hanya bergantung pada keputusanmu, Nona Marylin," ucap Alric.


Marylin diam seribu bahasa. Tidak bergerak, tidak ada yang terbaca dari raut wajahnya.


"Dia adikmu!" ucap Claude gusar.


Marylin masih diam. Ia hanya sedikit menoleh untuk memandang Serge.


"Rodrigo hanya memberi waktu pada kami 48 jam. Sekarang sudah berjalan hampir 4 jam. Kami hanya punya 44 jam untuk menyelamatkan Catalina. Katakan keputusanmu sekarang Nona Marylin. Jika tidak, kami akan meninggalkan tempat ini dengan segera. Nyawa adikmu sedang terancam." Vincent menatap Marylin yang balik menatapnya.


"Dan kalianlah yang membuatnya berada di tangan penjahat itu ...," ucap Marylin pelan. Semua orang terdiam ketika mendengar ucapan Marylin. Sambil berdiri dari kursinya, Marylin berjalan menjauh dari meja dan menatap ke arah luar restoran.


"Kalian melibatkan Catalina sehingga ia di culik, lalu aku yang harus membayarnya dengan perjanjian dengan Tuan Lucca ?"


"Jangan katakan kau menolaknya Marylin Seymor! Kau datang padanya saat gelisah karena kehamilanmu. Dia membantumu dengan memberikan hampir seluruh uangnya untukmu! Dia menjaga bayi yang mau kau buang dan melindunginya menggantikanmu. Kau boleh menghukum kami keluarga Bernard, Marylin. Tapi lakukan ini demi Catalina." ucapan Yoana didengar oleh semua orang yang hadir. Marylin langsung berbalik.


"Aku? menghabiskan uang Lina?" tanya Marylin heran.


"Ya. Uang yang kau terima setiap bulan dan juga kompensasi akhir sebelum kau menyerahkan Leonard adalah uang pribadi Catalina. Tidak ada pasangan yang akan mengadopsi Leon. Catalina sengaja berbohong agar kau tidak melanjutkan niatmu menggugurkan Leon. Ia menghabiskan seluruh tabungannya untukmu ...." Kembali Yoana menjelaskan. Membuka semua fakta yang di temukan oleh Claude saat menyelidiki tentang Catalina dulu.


Marylin tercenung, jika memang Catalina melakukannya, maka uang itu pastilah uang dari warisan ibunya yang sudah meninggal. Uang yang ingin dipakai oleh Lina untuk mewujudkan mimpi ibunya untuk panti asuhan. Ayahnya dulu pernah menyebutkan perihal warisan yang diterima Catalina itu.


Marylin kembali berbalik, menyembunyikan wajahnya dari semua orang. Serge segera berdiri, mendekati Marylin dan menepuk bahunya.


"Aku tidak akan memberimu pendapat, Sayangku. Semua ini harus kau yang memutuskan. Kaulah yang akan menjalaninya nanti," Serge berbisik di belakang Marylin.


Marylin menoleh, lalu memegang tangan Serge yang masih memegang bahunya. Ia menarik napas panjang sebelum berucap.


"Baiklah ... berikan kontraknya pada Serge ...."


N E X T >>>


**********


From Author,


Nantikan lanjutannya ya😘😘


Like, Love ,vote, komentar dan bintang limanya author tunggu, terima kasih🙏🙏


Salam, DIANAZ.

__ADS_1


__ADS_2