
Yoana berulangkali memakaikan dress dengan bentuk dan warna berbeda pada Catalina. Dua orang wanita membantu Yoana memilih dan membuat Catalina merasa seperti boneka manekin.
"Ayolah Yoana. Ini terlalu sempit untukku! Aku terlihat gemuk!" Catalina protes pada pilihan dress berwarna merah yang terasa sempit di tubuhnya itu.
"Lina Sayang. Kau terlihat sexy!" ucap Yoana sambil mengedipkan mata.
"Aku tidak mau terlihat sexy!" Catalina mulai membuka dress merah itu dan berdiri hanya dengan pakaian dalamnya.
"Wah, sekarang kau lebih sexy!" Yoana terkikik ketika Catalina menarik jubah dan menutupi tubuhnya dengan wajah memerah.
"Berikan aku gaun yang tidak terlalu ketat, nyaman kupakai dan tidak terlalu terbuka! Jika tidak, aku tidak akan pergi denganmu!" Catalina berucap sambil cemberut. Wanita cantik nan mungil di hadapannya ini tak henti menggodanya sejak mereka mulai bersiap-siap untuk pergi ke pagelaran busana.
Yoana tersenyum lalu memandang dua penata busananya, seorang dari mereka mengeluarkan sebuah gaun berwarna ungu dari bahan satin yang lembut.
"Oke. Pakailah ini. Ini tidak hot sama sekali. Tapi baiklah, demi agar kau mau ikut bersamaku, aku akan membiarkanmu memakainya." Yoana mengulurkan gaun itu pada Catalina.
Catalina memakainya dan kembali mengernyit. "Bagian punggungnya terlalu terbuka Yoan. Panjangnya hanya mencapai pertengahan pahaku. Ini juga masih terlalu sexy untukku."
"Oh Tuhan ... Catalina sayang, kau pakai saja gaun terusan untuk tidurmu itu kalau begitu!? Girls, dandani dia! Baju itulah yang akan dia pakai!" perintah Yoana segera diindahkan oleh dua penata gaya tadi.
Catalina ditarik dan dipaksa duduk di depan cermin lebar. Make up tipis yang tadi dibubuhkan ke wajahnya kembali dicek dan dirapikan, lalu rambutnya mulai di sisir dan dibiarkan terurai, bagian bawahnya sengaja digulung sehingga membentuk gelombang.
Setelahnya Catalina ditarik berdiri dan di hadapkan pada sepasang sepatu berwana silver.
"Ini terlalu tinggi untukku. Aku akan jatuh bila memakainya."
Yoana berdecak dan memberi tanda pada sang penata gaya agar memakaikan sepatu itu di kaki Catalina. Dengan terpaksa Catalina memasukkan kakinya ke sepasang sepatu high heels itu.
"Hmm ... kau terlihat seperti gadis yang akan pergi ke pesta taman! Bukan seperti wanita yang akan pergi ke pesta glamour, atau ... apakah sebaiknya kita mengganti gaunmu lagi?" Yoana mengetuk rahangnya sambil berpikir. Catalina menggeleng kuat-kuat mendengar ucapan wanita itu.
"Tidak, tidak ... cukup yang ini saja. Aku tidak mau berganti lagi."
Gaun halter neck ungu tersebut membuat punggungnya terbuka dan terekspose, namun Catalina dapat menutupinya nanti dengan rambut panjangnya yang dibiarkan terurai. Hanya lengannya yang telanjang sampai ke bahu dan setengah pahanya sampai ke bawah yang akan benar-benar terekspose.
"Ya sudahlah. Ayo pergi. Vincent dan Claude sudah menunggu dari tadi," ucap Yoana.
__ADS_1
Yoana berbalik dan melangkah meninggalkan ruangan, dengan perlahan Catalina mengikutinya. Ketika ia mencapai tangga dan melihat ke aula bawah, Yoana sudah berdiri dengan tangan bersedekap memandang ke arahnya yang masih berdiri di puncak tangga.
Catalina cemberut, senyum wanita itu membuatnya sangat kesal. Yoana membuatnya harus berhati-hati melangkah menuruni tangga dengan sepatu hak tinggi itu.
Langkah kaki yang berhenti di puncak tangga membuat Claude yang berdiri menunggu tak jauh dari pintu masuk menoleh. Catalina tampak cemberut memandang Yoan yang tersenyum lebar.
Gadis itu melangkah berhati-hati, tampak masih menyesuaikan diri dengan sepatu hak tingginya. Claude memandang tidak berkedip. Cattynya tampak sangat manis dan bersinar.
Setelah dua kaki jenjang itu menjejak di lantai aula, Claude baru menyadari gaun Catalina hanya menutupi sepertiga pahanya, kulit putih di sana terlihat berkilau dan menggiurkan. begitu pula dengan punggung telanjang yang mengintip di balik sela rambut coklat keemasan gadis itu. Belum lagi bahu dan lengan Catalina yang terbuka, membuat tangan Claude terasa gatal ingin menyentuh kulit itu.
Jika aku melihatnya seperti ini, apakah para lelaki di sana nanti juga akan begitu!?
Yoana memandang ekspresi adiknya dan makin lebar tersenyum.
"Claude? Kita pergi sekarang?" Yoana menegur Claude yang akhirnya tersadar dari lamunannya dan segera mendatangi Catalina, lalu memberikan lengannya untuk digandeng.
"Ayo, kita sudah terlambat," ujarnya pelan. Catalina menurut dan meletakkan tangannya pada siku Claude. Mereka melangkah mengikuti Yoana yang sudah melangkah lebih dulu dalam gandengan Vincent.
**********
Acara sudah berlangsung dan master of ceremony menghentikan acara sejenak ketika melihat Yoana telah mencapai kursinya dan duduk.
"Ladies and gentleman ... sejenak kita sambut, Nona cantik yang membawa karya-karya para desainer ini menjadi ternama dan sangat menghargai karya-karya para Desainer di bawah label perusahaannya. Nona Yoana Bernard!"
Tepuk tangan menggema di studio itu. Lampu sorot terfokus pada Yoana yang berdiri dengan anggun dan tersenyum.
"Kita sambut juga Tuan Claude Bernard! Yang pada malam ini ternyata sempat menghadiri acara besar kita ini."
Claude dengan terpaksa berdiri, tersenyum dan tampak gagah di bawah fokus lampu sorot yang diarahkan padanya.
Desahan ahhhhh ohhhh memanjang dari para wanita yang hadir di studio itu terdengar berirama. Membuat Master of Ceremony yang memegang pengeras suara tertawa pelan menanggapi desahan itu.
"Ya ... aku pun mengakui kalau ia sangat tampan malam ini."
Nada gurauan dari pria yang menjadi Master of ceremony tersebut disambut tawa dari penghuni studio.
__ADS_1
Di salah satu tempat duduk, Tania yang memandang kedatangan Claude dan Catalina menjadi sangat geram, sejauh apa hubungan Catalina dengan Claude, sampai Claude menghadiri acara ini berdua dengan gadis itu. Ia memandang cemburu pada gadis bergaun ungu dengan kulit yang amat putih dan tampak bersinar itu.
Di kursi lain, Natalia menggeretakkan rahangnya. Pria tampan itu seharusnya menjadi miliknya. Dulu ia mundur karena takut pada ancaman Yoana, tapi lihatlah sekarang? gadis berbaju ungu itu tampak bukan apa-apa dibanding dirinya, Yoana juga mengenyampingkan dirinya dan memberikan tugas memperagakan desain terbaru itu pada gadis baru yang masih belum bisa dibandingkan dengan dirinya yang sudah berada di puncak papan atas dunia modeling.
Di samping kursi Natalia, Dokter Luigi menahan napas menatap pada Catalina. Gadis itu tidak pernah terlihat dengan gaun terbuka sebelum ini. Seragam perawat atau kaus dan celana jeans adalah pakaian yang pernah Luigi lihat dipakai oleh gadis itu. Sekarang Catalina nampak makin cantik di matanya. Ia berpikir keras mencari cara agar dapat menemui gadis itu selama berada di studio ini.
Di balik panggung, seorang gadis memandang tak berkedip ke arah Catalina yang duduk di kursi vvip di samping Claude. Marilyn Seymor menggelengkan kepalanya berulang kali dan meyakinkan dirinya kalau ia tidak salah lihat. Itu memang benar-benar Catalina!
"Serge ... Itu benar-benar Catalina!"
Pria bertubuh besar di samping Marilyn mengintip dan mengangguk.
"Sepertinya keluarga Bernard tidak hanya mengambil Leon, tapi membawa Catalina sekalian. Menurutmu apakah adikmu dipaksa?"
"Entahlah, Serge. Kau lihat matanya itu? dia seperti mencari seseorang. Apakah menurutmu dia mencariku?"
Serge membalikkan tubuh Marilyn ke arahnya. "Kau dengarkan aku Marilynku yang cantik! Jangan terpengaruh! Ini adalah acara besar! Kau harus melakukan yang terbaik! Lupakan Catalina! Lupakan semua yang membuatmu gugup! Ingatlah targetmu sayang! masuk daftar seseorang yang diperhitungkan di dunia modeling ini!"
Kata-kata Serge membuat Marilyn tersenyum.
"Terimakasih Serge. Kau selalu mampu membuatku merasa lebih baik."
"Oh Marilyn sayang, itulah gunanya teman." Serge menjentikkan jarinya pada hidung Marilyn yang tersenyum lebar.
N E X T >>>
**********
From Author,
Hai semua, author up tanpa gambar dulu agar cepat lolos review dan bisa dinikmati pembaca hari ini ya. Nah, setelah lolos baru author akan kirim revisinya dengan menyertakan gambar. Dikarenakan proses review bila ada gambarnya menjadi lebih lama. Jadi setelah 4-5 hari setelah chapter ini up, boleh pembaca sekalian intip lagi part ini, mungkin gambar Catalina dan Claude udah muncul๐๐๐
Gak ribet dong ya, daripada lama nunggu up ceritanya๐ค๐ค
Jangan lupa like ,komentar, love, bintang lima, dan vote ya pembaca.๐๐
Terimakasih.
__ADS_1
Salam, DIANAZ.