Embrace Love

Embrace Love
CH 30. Be bitten


__ADS_3

"Umm ... umm ... Dok ... Dokter Luigi." Catalina terbata dan mengernyit serta menggoyang-goyangkan bahunya berusaha melepaskan diri dari pelukan dokter Luigi. Leonard yang terjepit mulai merengek dan menangis membuat Luigi akhirnya melepaskan pelukannya pada tubuh Catalina. Tapi kedua tangan laki-laki itu masih memegang bahu Catalina.


"Leon ... ah, kau sudah besar dan semakin lucu. Kemana saja kau dan Mommymu selama ini?" Luigi melepas satu tangan dari bahu Catalina untuk mencolek pipi bayi itu. Satu tangannya yang lain masih memegang bahu Catalina, seolah takut Catalina hilang lagi bila ia melepaskan tangannya.


Dari dalam mobil, Yoana yang duduk di pangkuan Vincent menatap ke arah dokter Luigi yang tidak menyadari aura di sekitarnya yang sudah berubah, sedangkan Vincent yang melihat kedatangan Luigi langsung menelepon Bruno.


"Jemput Claude di halaman depan. Sekarang!" perintahnya pada Bruno.


Claude menatap tangan Luigi yang masih memegang bahu Catalina dengan geraham mengetat. Ia menggenggam erat tas peralatan Leon, berusaha menahan keinginannya menarik paksa tangan dokter itu dari tubuh Catalina.


Luigi yang mencolek pipi Leon lalu berniat akan mencium pipi bayi itu. Laki-laki itu mendekatkan bibirnya ke kepala Leon yang bersandar di dada Catalina. Kali ini Claude tidak dapat lagi menahan kemarahan, ketika bibir dokter itu menyentuh pipi Leon dan kepalanya berdekatan dengan dada Catalina, Claude otomatis menarik bahu dokter itu menjauh, hingga sang dokter tertarik ke belakang beberapa langkah.


Suara mobil Bruno yang datang membuat Claude langsung menarik Catalina dan mendorongnya masuk bersama Leon ke dalam mobil. Setelah melempar tas ke kursi depan, ia kembali ke bagian belakang dan duduk di samping Catalina.


"Dokter Luigi! Aku ...." Kata - kata Catalina terhenti karena Claude menghadang pandangannya dengan tubuh besarnya.


"Catalina!l!" Dokter Luigi berteriak, berusaha mengejar mobil yang membawa Catalina berlalu.


Siapa orang-orang ini. Apa hubungannya dengan Catalina dan Leon, sehingga seenaknya mendorong dan membawa Catalina pergi tanpa sempat berbicara sedikitpun.


Luigi teringat dengan pasien wanita yang tadi digendong, sepertinya wanita itu baru saja ditangani di bagian gawat darurat. Luigi segera berbalik dan melangkah masuk menemui petugas jaga di unit itu.


"Siapa nama pasien yang tadi baru saja keluar dengan kaki dibebat? Sepertinya ia pasien dokter orthopedi. Bisa kau carikan aku informasinya."


"Dokter Luigi?" Dokter orthopedi yang tadi menangani Yoana menyapa ketika melihat direktur rumah sakit mereka berdiri di konter jaga.


"Ah, Dokter August. Kaukah yang menangani pasien wanita yang baru saja keluar tadi? Yang digendong seorang pria dengan bekas luka di wajah?"


"Yoana Bernard? Ya. Pergelangan kakinya mengalami dislokasi. Ada apa?"


"Yoana Bernard," bisik Luigi.

__ADS_1


Dokter August mengangguk. "Pria dengan bekas luka tadi yang membawanya kemari, Tuan Machado, dan Lelaki yang satunya adalah Tuan Bernard, kurasa saudara Nona Yoana."


Luigi tiba-tiba teringat dengan perkataan sekretarisnya yang mendapat kabar dari bagian personalia bahwa kontrak Catalina diurus pembatalannya oleh seorang pria dengan sebuah bekas luka di wajah.


Apakah pria yang menggendong Yoana tadi yang membatalkannya? Tuan Machado?


Luigi mengucapkan terimakasih dan mengobrol sebentar dengan dokter August sebelum akhirnya pamit dan berlalu meninggalkan tempat itu.


Setelah sampai di ruangannya sendiri, Luigi memanggil sekretarisnya dan mulai memberikan perintah.


"Suruh orang menyelidiki tentang keluarga Bernard. Aku merasa pernah mendengar nama keluarga itu. Juga tentang seseorang bernama Machado, kurasa dia juga bagian dari Keluarga Bernard."


"Baik, Tuan." Sang sekretaris menunggu jika ada perintah lain untuknya. Namun Luigi memberi kode dengan tangan, menyuruhnya pergi. Setelah sendirian lagi, Luigi memejamkan mata, membayangkan kembali wajah Catalina yang sangat ia rindukan, gadis itu bertambah cantik. Luigi sungguh ingin berlama-lama memeluknya.


Luigi mengernyit memikirkan pria yang tadi menarik bahunya dengan kasar, memisahkannya dari Catalina dan mendorong gadis itu dan Leon masuk ke dalam mobil. Siapapun pria itu kelihatan sekali ia tidak suka dengan tindakan Luigi yang dekat-dekat dengan Catalina.


Luigi mengerutkan dahi. Ia hampir seluruhnya tahu dengan kenalan Catalina. Gadis itu tidak pernah dekat dengan laki-laki manapun. Lalu apa hubungan Tuan Bernard ini dengan Catalina, sehingga ia seolah punya hak dan kuasa untuk mengatur dan menyeret gadis itu menjauh.


**********


"Ya. Seharusnya aku bekerja di rumah sakitnya."


"Jangan ungkit itu lagi! Kau bekerja pada kami sekarang!"


"Itu karena kalian memaksaku! Jika menuruti mauku, aku lebih suka bekerja di rumah sakit dan mengembangkan kemampuanku."


Claude mendengus keras mendengar kata-kata Catalina. "Kau mau mengembangkan kemampuanmu atau agar mudah bertemu dan melihat Dokter itu di sana!?"


"Apa maksudmu? Luigi adalah dokter di rumah sakit itu! Dia yang memberikan peluang untukku agar bisa bekerja di Eliza!"


"Dia memberikannya bukan tanpa alasan Catalina! Dia akan meminta balasan untuk kebaikannya itu!"

__ADS_1


Catalina mengerutkan dahi, lalu mulai tersenyum sinis. " Kau menganggap orang lain sama sepertimu! Luigi bersikap tulus menolongku dan memberiku pekerjaan! Tidak seperti dirimu!"


Catalina sangat puas melihat wajah Claude yang marah besar. Bruno di kursi depan mengernyit dan memaki dalam hati.


Anda harusnya menahan mulut anda Nona Catalina!!


Claude mengeretakkan gerahamnya menahan marah, gadis ini menghinanya dan membandingkannya dengan sang dokter. Dengan geram Claude menarik Catalina dan mengunci tubuhnya. Leon yang terjepit di antara tubuh mereka mendongak dan mengulurkan tangan mengelus rahang Claude yang menunduk ke arah wajah Catalina.


"Kau! Kau mau apa!?"


Claude lalu ******* dan mencecap bibir merah alami Catalina yang terkejut, gadis itu berusaha melawan. Namun tubuh besar itu menjepitnya dan ia takut membuat Leon terhimpit dan jadi sesak tak bisa bernapas.


Catalina sengaja membuka bibir, membuat Claude makin memperdalam ciumannya. Namun beberapa saat kemudian Claude mengangkat kepalanya dengan cepat. Rasa nyeri di bibir membuatnya mengernyit dan meringis.


"Catty!" teriak Claude sambil menyeka bibir dan menjilat darahnya sendiri yang keluar dari bibir yang digigit oleh Catalina.


"Sudah kubilang terakhir kali, Claude! Jangan melecehkan aku! Dan Jangan panggil aku Catty!"


Bruno berusaha mengendarai mobil dengan normal, seperti tidak melihat apa yang terjadi di kursi belakang.


Ya Tuhan. Kau gadis yang berani, Nona Catalina.


**********


Mohon maaf up agak lama karena thor lagi kena bapil dan gak enak badan.


Jangan lupa Like dan komentar ya my readers, love dan bintang lima serta vote nya juga.😘😘


Terimakasih semua.😘😘


Salam, DIANAZ.

__ADS_1


__ADS_2