
Alrico memandang asistennya dengan tatapan tajam. Berita yang dibawa oleh Diego membuatnya sama sekali tidak senang.
"Jadi seseorang sudah mendahului kita," ujarnya dengan nada tajam.
"Benar. Sepertinya keluarga Bernard punya musuh lain."
"Kau yakin orang ini musuh Bernard? Bukan musuh Catalina Seymor?"
"Aku yakin, Tuan. Hidup Catalina Seymor bersih. Berbeda dengan keluarga Bernard. Aku memeriksa ada tragedi lebih kurang sepuluh tahun lalu yang menyebabkan Alissia Bernard mati tertembak."
"Orang kita masih mengikuti mereka?"
Diego menganggukkan kepalanya. "Menurutku ini akan menguntungkan untuk Anda. Anda tidak perlu mengotori tangan menculik sendiri Nona itu untuk menukarnya dengan Nona Marylin. Anda hanya perlu membuat penawaran kepada keluarga Bernard, tukarkan informasi ini dengan pembatalan kontrak Marylin Seymor. Setelahnya, paksa Marylin Seymor menerima kontrak Anda."
Alrico Lucca menatap Diego sambil tersenyum lebar.
"Kalau begitu apalagi yang kau tunggu, Diego. Urus semuanya. Buat janji temu dengan Claude dan Yoana Bernard."
Diego mengangguk, lalu segera pamit undur diri dari hadapan tuannya.
Alrico mengangkat dan membuka sebuah berkas di depannya. Dalam penyelidikan Diego terhadap Marylin Seymor, mereka menemukan fakta bahwa wanita itu punya seorang adik yang berbeda ibu. Gadis bernama Catalina Seymor yang ternyata tinggal bersama dengan keluarga Bernard. Gadis yang ia lihat di restoran, yang duduk di samping Marylin dan gadis yang datang ke pertunangan Natalia Ambroz malam itu dalam gandengan claude Bernard.
Ia sudah bicara dengan Yoana Bernard saat di pesta itu. Menawarkan kompensasi agar melepas Marylin. Wanita angkuh itu menatap tajam dan malah bertanya maksud terselubung yang dimilikinya pada Nona Marylin. Ia sampai kehilangan kata-kata dan dengan tertawa kencang Yoana Bernard langsung menjawab bahwa ia tidak akan bisa mendekati Marylin Seymor.
Alrico lalu berencana menculik Nona Catalina, memaksa Marylin Seymor datang dan menerima penawarannya. Wanita itu pasti mau menyelamatkan adiknya bukan?
Alric bahkan sudah menyiapkan kompensasi pembatalan kontrak untuk perusahaan Bernard jika nanti Marylin menerima penawarannya untuk membebaskan adiknya itu.
Namun takdir sepertinya memihak padanya. Ia tidak perlu repot menculik Catalina. Ia cukup bertukar dengan keluarga Bernard dan Marylin dengan informasi penting yang pasti ingin diketahui oleh mereka.
**********
Vincent tiba di mansion dengan Yoana yang tengah menangis tanpa suara. Wanita itu terduduk di kursi di aula dengan wajah sepucat kapas.
Mereka menyadari Catalina dan seorang pengawal yang tadi bersamanya menghilang. Seorang pengawal lain mengatakan melihat mereka turun. Setelah memeriksa, mereka menemukan kantong belanjaan Catalina tergeletak di toilet wanita, lalu tak jauh di sudut lorong menuju toilet, pengawal mereka sudah tergeletak. Kepalanya tampak baru saja di pukul dengan keras.
Tapi Catalina sudah menghilang. Vincent sudah menghubungi Blaird, menceritakan perkembangan terbaru ini, menyadari dengan murka jika ini pastilah pekerjaan Rodrigo.
Claude turun dari lantai atas dan melihat kakaknya yang tengah menangis. Ia melihat Vincent bicara cepat melalui ponsel sambil bolak-balik di seputaran aula.
__ADS_1
"Yoan ... kenapa kau menangis? Dimana Catty?" Claude melirik ke arah luar. Ia tahu dari Nanny kalau Catty pergi bersama Yoana berbelanja.
"Claude ...." Yoana makin keras menangis. Claude mengernyit
"Ada apa sebenarnya?" tanyanya heran.
"Catalina hilang Claude. Aku sedang menyuruh Blaird memeriksa semua rekaman cctv di mall itu. Kita harus menunggu ...."
Claude terbelalak menatap Vincent.
"Bukan Rodrigo bukan? Catty tidak ada hubungannya dengan kejadian sepuluh tahun lalu," ucap Claude serak.
Vincent yang hanya diam membisu membuat Claude lemas. Ia terduduk di kursi di dekat Yoana.
"Bagaimana ...."
Suara ponsel Yoana yang berdering membuat mereka semua saling bertatapan. Yoana segera mengangkatnya ketika melihat nomor Catalinalah yang menghubunginya.
"Halo Yoana ... berikan pada Vincent!" perintah orang tersebut. Dengan mata terbelalak dan tangan gemetar, Yoana mengulurkan ponselnya pada Vincent.
"Un ... untukmu, Vince," ucap Yoana, ketakutan mewarnai suaranya.
"Ini aku!" ucap Vincent dingin.
"Ah, halo Vincent! Lama tidak berjumpa."
Sapaan itu membuat Vincent bergidik, ia langsung teringat suara pria yang mengajak bibinya keluar dari lift. Suara yang terasa menggelitik instingnya.
"Apa maumu, Rod!"
"Kau pasti tahu, Vincent! Aku mau Yoana Bernard! Aku akan membiarkan ibu dari Leonard Bernard hidup asalkan kau menukarnya dengan wanita itu. Waktumu untuk berpikir hanya 48 jam. Aku akan menghubungimu lagi setelah itu."
Lalu ponsel itu mati. Yoana menatap wajah Claude yang syok, tidak bisa mengucapkan apapun. Otaknya mulai mengerti apa yang telah terjadi.
Belum sempat Vincent berpikir, ponselnya kembali berbunyi. Kali ini langsung ponselnya yang dihubungi Rodrigo, bukan ponsel Yoana.
"Apa lagi kau bajing**!" maki Vincent.
Sejenak diam di seberang sana, sebelum terdengar suara pria berdeham dan kemudian berucap.
__ADS_1
"Maafkan aku jika menelepon di waktu yang kurang tepat, Tuan Vincent. Aku Diego Baldassare, asisten Tuan Alrico Lucca. Kami punya informasi penting untukmu menyangkut Miss Catalina Seymor. Untuk itu Tuanku ingin menemui Nona Yoana dan Tuan Claude Bernard secara pribadi. Tentu akan sangat membantu dan mempercepat tujuanmu untuk menemukan Miss Catalina Seymor jika kau ikut membawa Nona Marylin dan Tuan Serge dalam pertemuan ini."
"Jangan katakan kalian ada hubungannya dengan penculikan ini! Aku akan menghancurkan kalian!"
Diego harus menjauhkan ponselnya dari telinga ketika mendengar teriakan itu. Suara Vincent sudah berganti menjadi suara pria lain. Diego menebak itu adalah Claude Bernard.
"Maafkan aku, Tuan. Aku hanya asisten Tuan Lucca yang menghubungi Tuan Vincent sebagai penghubung Anda. Orang kami kebetulan melihat penculikan atas Miss Catalina dan sampai sekarang mengikuti mereka. Kami tahu pasti dimana Anda dapat menemukannya. Tetapi tentu saja dengan ketentuan dari Tuan Lucca. Untuk itulah ia ingin bertemu Anda dan Nona Yoana. Kalian berpacu dengan waktu bukan? Kurasa lebih cepat kalian menyetujui syarat Tuan Lucca, lebih cepat pula kalian bisa menyelamatkan Nona Catalina."
"Baik! Katakan tempatnya! Aku akan datang!"
Diego menyebutkan tempat yang sudah disiapkan oleh tuannya.
"Jangan lupa Tuan. Bawa juga Nona Marylin dan Tuan Serge."
Dengan ucapan terakhir itu pembicaraan terputus.
"Jangan katakan padaku kalau pria ini terhubung dengan Rodrigo!"
Vincent menggeleng mendengar ucapan marah Claude.
"Tidak. Aku sudah menyelidiki pria ini ... sudah kuserahkan datanya padamu."
"Ikuti saja! Temui dia! Dia hanya menginginkan Marylin. Aku tidak tahu sebabnya," ucap Yoana.
"Kalau begitu hubungi Marylin! Sekarang juga! Paksa dia dan Serge ikut menemui Alrico Lucca!"
Dengan satu perintah itu Claude berbalik dan naik ke lantai atas. Mengganti bajunya dan menyiapkan dirinya untuk bertemu dengan Alrico Lucca.
N E X T >>>
*********
FROM AUTHOR,
Jangan lupa like ya, vote, komentar, favorite, bintang lima dan follow author dengan klik ikuti pada kolom profil author.🤗🤗
Terima kasih semuanya
Salam, DIANAZ.
__ADS_1