
Pagi yang indah di Cristal Clear Lake, Udara segar dan matahari bersinar cerah. Natalia yang sudah mandi tampak sangat segar dengan baju terusan longgar berwarna putih berhias bunga-bunga berwarna merah dengan dedaunan hijau.
"Kau semakin cantik, Sayang."
Sapaan Laura membuat Natalia menoleh. Ia tersenyum dan merona malu. Lalu Natalia melihat gembor atau alat penyiram tanaman yang berada di tangan Laura.
"Laura, berikan padaku, biar aku yang menyiram. Aku suka melihat bunga-bunga kita sudah bersemi." Natalia mendekat dan meraih gembor yang dibawa Laura.
"Oh, baiklah, Sayang. Kalau begitu aku akan mulai membuat sarapan. Suamimu pergi lari pagi seperti biasa, ia akan sangat lapar ketika pulang.
"Ya ... padahal Luigi tidak menyentuh apapun yang pernah aku masak saat tinggal bersama di apartemen. Tapi sekarang ... dia makan seperti orang kelaparan. Tidak peduli siapapun yang memasak.β
Laura tersenyum, lalu menggoda Natalia yang mengerucutkan bibirnya ketika menyebut nama Luigi.
"Tapi kenapa kau berbohong kemarin malam, Nat? Ketika ia bertanya siapa yang memasak? Kau bilang aku yg memasak, padahal itu adalah masakan mu. Kau malu ya?"
"Tidak! Aku tidak malu! Apa pedulinya siapa yang memasak. Dia melahap apapun di atas meja makan!"
"Tapi dia bilang makanannya enak. Dia suka, karena itu dia bertanya siapa yang memasak. Kurasa dia berharap itu masakan istrinya," ucap Laura sambil mengedipkan mata kemudian berlalu sambil tertawa renyah melihat bibir Natalia yang cemberut setelah mendengar ucapannya.
Natalia menatap sampai Laura sampai sosoknya menghilang ke arah dapur. Lalu ia membawa gembor menuju beranda depan untuk menyiram tanaman di dalam pot yang di susun dengan rapi di atas pembatas beranda. Tiba di pintu, Natalia melihat sosok Luigi yang sebentar lagi akan tiba dari lari paginya. Ia mundur kembali dan menyembunyikan diri di dekat jendela. Setelah meletakkan gembor di lantai kayu, Natalia menyingkap tirai jendela dan mengintip ke arah halaman.
Luigi baru saja memasuki pekarangan rumah. Keringat tampak membasahi kaos tanpa lengan yang ia pakai. Luigi mengenakan celana pendek sport dan juga sepatu kets. Pria itu berlari-lari kecil di dekat mobil yang terparkir di halaman. Setelahnya Luigi terlihat melakukan peregangan. Mata Natalia melihat ketika otot-otot lengan pria itu mengencang lalu kembali santai dalam gerakan pendinginan yang Luigi lakukan. Matanya melahap sosok gagah dengan tubuh atletis yang tidak menyadari ada yang memperhatikannya dari balik jendela.
Lalu Luigi tiba-tiba melepas kaosnya yang basah. Dada telanj*ng itu terpampang jelas di bawah matahari pagi. Wajah Natalia memerah karena ia tanpa sadar menelan ludah melihat pemandangan itu. Natalia terus menatap, sampai beberapa menit kemudian Luigi terlihat berhenti dan meraih kaos yang tadi ia lemparkan ke atap mobil. Pria itu sepertinya akan masuk. Dengan panik, Natalia cepat-cepat mengangkat gembor, takut dirinya ketahuan sedang mengintip. Ia melangkah menjauh dari jendela dan berjalan menuju pintu depan.
Luigi baru saja menaiki undakan tangga ketika melihat Natalia keluar dengan membawa alat penyiram tanaman. Senyumnya terbit melihat Natalia yang menurutnya terlihat amat cantik, segar dan menggemaskan dengan baju terusan longgar berbunga-bunga yang ia pakai. Namun Natalia hanya melirik sekilas lalu terus melangkah melewatinya menuju beranda. Wanita itu pergi ke ujung terjauh lalu mulai mengangkat gembor dan menyiram bunga-bunga di dalam pot yang ada di sana.
"Siapa yang menanam ini?" tanya Luigi.
Natalia berusaha menyembunyikan rasa terkejutnya ketika mendengar suara Luigi. Yang membuatnya terkejut bukan pertanyaan itu, tapi asal suara itu berada tepat di belakangnya.
Natalia sengaja tidak menjawab. Ia hanya bicara jika sudah diperlukan atau terpaksa. Selebihnya, ia bertekad akan mendiamkan Luigi.
Natalia terus berpindah dari satu pot ke pot lainnya. Lalu setelah beberapa pot, isi air di dalam gembor sudah habis. Natalia mengguncangkan gembor dan menyadari Laura memang hanya mengisi setengah dari gembor tersebut agar tidak terlalu berat mengangkatnya saat akan dituang.
"Sudah habis? Sini, biar aku isi lagi." Luigi merebut alat penyiram itu dari tangan Natalia. Lalu ia turun dari beranda menuju jalan setapak di samping rumah. Ada satu kran untuk menyiram tanaman di samping rumah. Luigi mengisi air dari kran tersebut. Setelah berisi setengah, Luigi kembali membawanya pada Natalia yang berdiri menunggu dan hanya memandanginya dengan wajah datar.
Natalia mengambil gembor yang Luigi berikan padanya. Ia kembali menyiram tanaman di pot-pot bunga, seolah tidak peduli pada Luigi yang mengikuti gerakannya dari belakang. Hati Natalia sebenarnya amat gelisah, pasalnya pria itu tidak berpakaian, kaosnya yang basah oleh keringat tersampir di bahu.
__ADS_1
Kenapa ia tidak pergi saja!
Lalu di kejauhan sebuah mobil convertible dengan atap yang diatur terbuka berwarna merah marun nampak melaju dan perlahan bergerak pelan ketika akan mencapai rumah. Natalia melirik ketika Luigi bergerak dan berdiri di sampingnya. Pria itu meletakkan kedua tangan di pinggang lalu menatap ke arah mobil yang sudah berhenti di depan pagar.
"Hai, Dokter!" sapa seorang gadis sambil mengedipkan mata ke arah Luigi dari belakang kemudi. Seorang gadis di sebelahnya melambaikan tangan. Dua gadis dengan tubuh bak gitar spanyol, berambut blonde dengan bibir yang tampak sensual. Sepasang gadis kembar identik anak keluarga Da Costa. Linda Da Costa dan Lindsay Da Costa.
"Halo Linda ... Hai Lindsay!" Luigi balik menyapa dua gadis kembar yang menyapa dari mobil convertible dengan atap terbuka yang melambai padanya.
Natalia berusaha menata wajahnya tetap tanpa ekspresi. Sepasang gadis kembar yang punya mulut pedas itu rupanya sudah berkenalan dengan Luigi. Tentu saja, pikir Natalia. Setiap pagi Luigi selalu berolahraga. Pastilah ia lari pagi menuju area taman terbuka yang sangat luas yang ada di bagian ujung danau. Area itu dibangun menjadi taman dan menjadi tempat yang bagus untuk berolahraga sambil menikmati pemandangan.
Dulu Natalia sering ke sana ketika awal-awal ia datang ke Crystal Clear Lake. Ia berolahraga bersama Laura. Hanya jalan pagi sampai taman, lalu balik lagi ke rumah pinggir danau. Tapi sejak tetangga yang rumahnya berada lebih kurang 100 meter dari rumah Natalia itu mengetahui ia hamil, maka sepasang kembar yang cerewet itu mulai mengganggunya dengan pertanyaan-pertanyaan. Mereka sengaja mengikuti Natalia dan Laura sambil terus bertanya, seolah mengorek kehidupan pribadi Natalia.
Esoknya, sepasang kembar itu kembali mengganggunya sambil membawa majalah berisi gambar dirinya yang berpose saat menjadi model.
Lalu kata-kata mengejek mulai keluar dari bibir kembar tersebut. Mengatakan bahwa ia seorang model terkenal, lalu sekarang hamil dan menyendiri di rumah pinggir danau, berita pernikahannya pun tidak ada disiarkan secara eksklusif di media. Padahal yang menikah adalah seorang model papan atas.
Natalia tidak menggubris rasa penasaran kembar itu. Ia membiarkan saja dan tetap melanjutkan acara jalan pagi seperti biasa. Namun, hatinya goyah ketika merasakan beberapa pasang mata yang merupakan teman-teman kembar yang terlihat gaul dan terkenal karena merupakan anak-anak orang kaya di daerah itu menatap ke arah perutnya ketika ia berkeliling taman. Lalu yang membuat ia benar-benar berhenti adalah ucapan sang kembar di hadapan teman-temannya yang sering berkumpul di taman itu ketika Nat dan Laura lewat.
Ucapan yang dimaksudkan sebagai ucapan pelan untuk teman-temannya. Tapi sengaja dilakukan dengan agak kencang agar Nat mendengar. ' Aku penasaran siapa suaminya. Atau sebenarnya ia tidak punya suami?' ucap si kembar.
Ucapan itu membuat Natalia akhirnya berhenti melakukan acara jalan paginya. Padahal ia suka menikmati jalan pagi sambil menikmati pemandangan air danau di taman itu.
"Kalian mau ke mana, Linda? Singgah dan sarapan lah bersama kami!" Luigi berteriak. Lalu dengan sengaja ia menarik pinggang Natalia dan memeluknya dari belakang.
"Terima kasih, Dokter! Lain kali saja ya. Kami sedang ada urusan mendadak! Bye, Dokter Luigi!" Keduanya lalu kembali menghidupkan mobilnya dan melambai dengan mata mengarah pada Luigi.
Natalia mengencangkan rahangnya. Dasar kembar tidak sopan! umpat Natalia di dalam hati.
"Aku bertemu mereka di hari pertama aku mulai lari pagi. Mereka langsung menghampiriku dan mengajak berkenalan. Langsung menginterogasi, aku siapa, tinggal dimana, apa pekerjaanku ... dan yang paling lucu ... aku sudah menikah atau belum," ucap Luigi sambil tertawa kecil. Kedua lengannya masih mengelilingi perut Natalia.
Natalia hanya menoleh sedikit ketika mendengar perkataan Luigi yang terakhir. Ia sangat ingin tahu apa jawaban Luigi, tapi ia malas bertanya.
"Lalu aku menjawab kalau namaku Luigi Stefano. Aku tinggal di rumah pinggir danau bersama Natalia Stefano. Kau tahu ... mata mereka melotot seperti mau keluar."
Luigi kembali merasakan gerakan kepala Natalia, ia tahu Natalia mendengarkan dan penasaran dengan lanjutan ceritanya.
"Lalu aku mengatakan aku bekerja sebagai seorang dokter kandungan. Mereka bertanya kenapa selama ini aku tidak kelihatan. Aku bilang istriku sudah tidak sabar mau menghabiskan masa trimester ketiga kehamilannya di rumah pinggir danau, sedangkan aku harus menyelesaikan beberapa pekerjaanku sebelum mengambil cuti panjang untuk menemaninya."
Natalia masih diam, Luigi menunduk, sengaja berbisik di telinga Natalia. " Memangnya apa yang sudah kedua gadis cerewet itu katakan padamu? Kau tahu Nyonya Ling? Yang sering joging bersama putrinya yang masih remaja? Yang matanya sipit dan kulitnya putih?"
__ADS_1
Luigi merasakan kepala Natalia mengangguk.
"Nyonya Ling menanyakanmu. Katanya kemarin-kemarin kau sering jalan pagi bersama Laura. Tapi kau berhenti karena kedua gadis kembar itu mengganggumu. Nyonya Amber juga menanyakan mu. Dia mengatakan ...."
Luigi berhenti, Natalia merasakan tubuh Luigi berdiri kaku. Badan pria itu terasa tegang di balik punggungnya. Natalia sampai menoleh sedikit untuk melihat wajah Luigi.
Lalu ia merasakan gerakan itu. Gerakan bayinya yang berada di bawah telapak tangan Luigi yang rupanya sudah terkembang di atas perut Natalia.
Natalia melihat wajah Luigi yang tertegun sambil menunduk dari atas bahunya, melihat kearah kedua tangannya yang berada di perut Natalia.
"Kurasa bayinya baru saja melakukan TOS denganku. Ia suka aku memeluk dan mencium ibunya di depan sepasang kembar yang suka menghina ibunya ketika jalan pagi di taman. Bukan begitu ... My Sweet Baby," ucap Luigi, sengaja mengelus perut Natalia.
Natalia merasakan kalau lututnya mulai gemetar. Ia segera meletakkan gembor begitu saja di lantai lalu melepaskan diri dari pelukan Luigi. Dengan cepat ia kembali masuk ke dalam rumah. Berusaha menenangkan jantungnya yang bergemuruh.
Sial*n! Kenapa lutut ku jadi gemetar ... jadi setiap pagi ia berolahraga sampai ke taman dan tebar pesona di sana. Semua orang ingin tahu dan berkenalan dengannya ... si kembar, dan pasti seluruh teman-temannya itu. Nyonya Ling ... Nyonya Amber ... siapa lagi!? Huh!
Natalia mengumpat dalam hati, lalu memutuskan pergi ke dapur untuk membantu Laura.
NEXT >>>>
Cast : Luigi Steffano
Cast : Natalia Ambroz ( Natalia Steffano)
**********
From Author,
Tunggu kisah selanjutnya ya. Vincent dan Yoan ... memangnya mereka kemana menghabiskan waktu honeymoon?ππππ
Yang kangen Cat dan Claude harap bersabar. Claude sedang mengatur rencana menikah. Sudah pasti harus menunggu sang kakak tertua pulang dulu. Kalo gak bakal marah besar Sang Mulia Ratu keluarga Bernardπππ
Begitu juga yang kangen Mary sama Alric. Harap bersabar, karena Alric sedang memikirkan cara untuk mengambil hati sang istri. Bagaimana pula posisi Annete? Akankah akhirnya ia ketahuan?
Dukung Author agar cerita ini terus berlanjut. Berikan like, komentar, favorite, dan bintang limanya ya. Tinggal klik aja dan semua gretong kok. Nah yang punya koin dan poin, boleh Vote dong untuk novel iniππ Biar tambah semangat author nulis ceritanya.
__ADS_1
Untuk semua Readers yang tersayang. Banyak terima kasih dari author atas dukungan kalian selama ini. Luv you all ... semoga kita semua sehat selalu ya. Aamiin ....
Salam hangat, DIANAZ