Embrace Love

Embrace Love
Ch 118. Catty Jealousy


__ADS_3

Luigi terbangun dan segera menjangkau jam kecil di atas nakas di samping tempat tidurnya. Ia melirik dan memutuskan sudah waktunya ia bangkit berdiri. Luigi segera masuk ke kamar mandi dan mencuci wajah serta menyikat giginya. Setelahnya, ia segera mengenaikan celana olahraga dan kaos. Luigi keluar dari kamar dan pergi ke dapur, secara otomatis matanya memandang berkeliling, seolah mencari sosok yang biasa ia lihat telah berdiri setiap pagi di area dapur dengan sebuah celemek.


Tersadar atas apa yang baru saja ia pikirkan, Luigi menggelengkan kepala seolah menjernihkan otaknya. Ia melangkah menuju pitcher air minum di atas meja dapur dan mencari gelas. Tidak ada gelas.


Ya ... tidak ada gelas. Luigi melangkah ke arah rak kecil dan mengambil sebuah gelas. Ia menuang air dari pitcher ke dalam gelas. Gelas biasanya sudah disiapkan Natalia setiap pagi di samping pitcher air minum. Luigi biasa ke dapur dan minum air putih setiap bangun tidur. Natalia adalah pemandangan yang ia lihat setiap pagi ada di dapur itu.


Luigi meminum airnya sambil mengerutkan kening.


Well ... semuanya akan kembali seperti biasa. Aku hanya perlu menjalaninya setiap hari.


Luigi meletakkan gelas dan bergegas keluar dari apartemen. Ia terbiasa lari pagi sampai ke taman di dekat apartemen, lalu berputar mengelilingi taman itu sekali putaran, baru kemudian kembali lagi, olahraga yang setiap hari ia lakukan untuk menjaga staminanya. Jika ia pulang, Natalia akan menyiapkan sebuah handuk kecil di atas sandaran kursi di meja dapur, handuk untuk Luigi ... entah untuk apa wanita itu menyiapkannya. Mungkin karena wanita itu melihat keringatnya yang selalu bercucuran setiap pulang dari lari pagi. Padahal Luigi tidak pernah menyentuh handuk itu. Ia akan pergi ke dapur untuk minum, kemudian memilih kembali ke kamar untuk mandi dan menghilangkan keringat dari tubuhnya yang lengket.


**********


Claude memandang jengkel pada Tania Sweyn yang berdiri dengan senyum palsu di hadapannya. Gadis itu seperti tidak punya telinga. Padahal sudah berapa kali ia mengucapkan dengan jelas jika ia tidak menyukai kehadiran gadis itu di kantornya lagi.


"Aku sudah pernah bilang agar jangan lagi datang kemari, Nona Sweyn!"


"Maaf Claude. Tapi ... Aku hanya ingin bicara padamu ...Aku ...." Tania memasang wajah sendu dan terluka, matanya berkaca-kaca menahan tangis mendengar nada suara Claude yang ditinggikan ketika berbicara.


"Sebenarnya apa lagi maumu! Aku sudah mengatakan aku sudah memaafkanmu! Aku sudah melupakan masa lalu kita! Jadi pergilah, Tania!"


Claude mendesah dan menjauh ke arah jendela kaca kantornya ketika melihat gadis itu mulai menangis. Ia tak habis pikir, bagian mana dari kata-katanya yang tidak dimengerti oleh gadis itu.


"Oh, Claude. Kau sengaja membuat aku mengira Leon adalah putramu ketika kita bertemu lagi setelah empat tahun berpisah, Aku mengira kau sudah menikah ... jadi aku mundur dan mencoba tidak mengganggumu lagi, aku hanya melihatmu dari jauh, menahan perasaan rinduku padamu, rasa cintaku yang tidak pernah hilang sama sekali, Claude ... Tapi akhirnya aku tahu ... sampai saat ini kau juga masih sendiri ... Aku hanya ...."


"Tania ... Bagian mana dari kata-kataku yang tidak jelas bagimu? Aku mencintai orang lain! Aku hanya akan menikah dengannya, tidak denganmu! Jadi berhentilah datang kemari!" ucap Claude tajam.


Tania makin deras menangis, dahulu Claude akan memenuhi semua keinginannya bila ia mulai merengek dan menangis. Sejak mata-mata yang merupakan salah satu karyawan di kantor Yoana mengatakan kalau gadis pengasuh Leonard itu sudah pindah dan tidak lagi tinggal di mansion Bernard, Tania memutuskan akan kembali mengejar Claude dan menjadikan pria itu miliknya.


Claude berbalik dari jendela kaca dan melangkah menuju sofa. Ia membiarkan Tania berdiri sambil menangis tanpa bermaksud membujuk sama sekali.


"Aku sebenarnya mau saja menyuruh pengawalku menarik paksa dirimu. Tapi aku hanya tidak mau karyawanku bergosip. Jadi Tania ... pergilah dengan baik-baik. Jangan kemari lagi!"


Tania mendekat dan menarik tisu yang ada di meja di depan Claude, lalu ia duduk di samping pria itu. Langsung memeluk Claude sambil menangis keras. Mengalungkan kedua lengannya ke bahu Claude.

__ADS_1


"Kau benar-benar tidak lagi mencintaiku, Claude."


"Tidak. Aku tidak mencintaimu, Tania ... jadi mengertilah. Pergilah ...." Claude berusaha melepaskan lengan yang melingkar di bahunya. Namun Tania menolak melepas.


Di luar pintu kantor Claude, Catalina melenggang sambil membawa satu box makan siang yang ia masak bersama Mary dan Annete. Mereka mencoba resep baru Annete yang sangat fantastis. Rasanya sangat enak ketika Catalina mencicipinya, ia segera teringat pada Claude dan ingin sekali memberikan hasil masakan mereka agar Claude dapat mencicipinya juga.


Annete membagi makanan itu ke dalam dua box. Ia menyuruh Mary mengantarkan satu ke apartemen Lucca dan satu lagi untuk Catalina berikan pada Claude. Karena hari sudah menjelang jam makan siang, Catalina berangkat lebih dulu ke kantor Claude. Meninggalkan Mary dan Annete yang masih berdebat tentang siapa yang akan mengantarkan box makan siang itu ke tempat Alric. Mary bertahan ia tidak mau ke sana. Sebenarnya bisa saja Catalina yang membawa makanan itu dan memberikannya sembari lewat. Tapi ia tahu maksud Annete ... Ia ingin Mary membuka hati untuk pria itu. Alrico Lucca sudah datang setiap hari untuk meminta maaf dan mengajak kakaknya itu untuk menikah. Hati Catalina tergerak melihat usaha pria itu.


"Nona Ca ... Non ... Nona Catalina ... Anda datang!?" tanya sekretaris di meja depan ruangan Claude. Anehnya wanita itu tampak panik.


"Ya ... Aku tidak akan mengganggu, hanya akan mengantarkan ini," ujar Catalina sambil mengangkat box makan siang bawaannya. Namun ia tidak menghentikan langkah.


"Biar saya saja, Nona. Tuan Bernard sedang ada ta ... tamu." sekretaris itu terbata sambil bersikap salah tingkah.


"Tamu?" Catalina yang sudah memegang gagang pintu akhirnya mendorong dan membuka sedikit pintu ruangan Claude. Hening ... tidak ada suara, jadi ia membuka lagi pintu itu lebih lebar.


Pemandangan di depannya membuat mata Catalina terbelalak. Claude yang duduk di sofa tengah dipeluk oleh seorang wanita. Kedua orang itu sepertinya sedang berciuman. Catalina diam beberapa detik dan menyadari kedua lengan Claude berusaha menjauhkan wanita yang memeluknya itu. Berusaha melepaskan diri.


"Aku sudah bilang hentikan ini, Tania!" Nada jengkel dan marah terdengar dari suara Claude.


Saat itulah Catalina memutuskan untuk berdehem. Mengalihkan perhatian dua orang itu ke arahnya. Claude langsung mendongak dan memandang terkejut pada Catalina. Tapi hanya beberapa detik, setelahnya pria itu sedikit menyeringai melihat wajahnya.


Tania melihat Catalina yang berdiri dengan mata menyipit. Lalu gadis itu masuk, mendekat ke meja kerja Claude sambil meletakkan box makan siang yang ia bawa.


"Claude ... aku membawa makan siang, Apa kita bisa makan siang bersama? Aku yang memasaknya bersama Mary dan Annete," ucap Catalina. Ia berusaha menekan suaranya yang mulai mendidih. Berusaha menampilkan wajah tidak terganggu pada Tania.


"Tentu, Catty. Aku akan senang sekali," ucap Claude. Kali ini ia menyeringai lebar. Ia tidak pernah melihat pertunjukan kecemburuan dari gadisnya itu. Tapi saat ini, kelihatan sekali Catalina menahan rasa kesal menangkap basah Tania yang menciumnya tadi.


Tania tidak juga memperlihatkan tanda-tanda akan beranjak. Hingga Catalina menaikkan kedua alisnya dan bersedekap. Mata birunya berkilau tajam menatap Tania.


"Miss Sweyn ... apa kau masih ada keperluan? Karena aku dan Claude akan makan siang berdua. Jika urusanmu sudah selesai, maka kau boleh pergi ...."


Wajah Tania mengerut marah. " Kau tidak berhak mengusirku! "


"Aku sudah menyuruhmu pergi dari tadi Tania ... Sekarang kukatakan sekali lagi ... Pergilah!"

__ADS_1


Ucapan tajam disertai tatapan dingin itu akhirnya membuat Tania mengalah. Ia bangkit dan memandang sinis pada Catalina. Bagaimana gadis pengasuh ini bisa datang lagi kesini! Apa Claude serius dengan gadis rendahan itu, Miss Seymor sama sekali tidak termasuk tipe gadis yang disukai oleh Claude. Body dan pembawaan gadis itu tidak seperti dirinya yang tinggi semampai dan anggun. Marylin Seymor yang merupakan kakak gadis itu malah lebih memenuhi standar tipe gadis Claude. Sekarang pengasuh itu malah mengusirnya, padahal statusnya belum jadi apa-apa. Tunangan bukan apalagi istri! Tania mendengus kasar dan meninggalkan ruangan Claude dengan langkah berderap.


Claude menyeringai menatap kepergian Tania.


"Kehadiranmu akhirnya bisa membuatnya pergi. Terima kasih, Cat ...."


Catalina menatap datar ke arah Claude. Lalu mengangkat box makan siangnya dari meja kemudian melangkah pergi ke arah pintu keluar.


"Cat! Catty! Kau mau kemana! Makan siangku mau kau bawa kemana!?"


" Ini tidak jadi kuberikan untukmu! Aku mau berikan pada Luigi saja!"


Cast : Catalina Seymor



Cast : Claude Bernard



NEXT >>>>>>


**********


From Author,


Haha, Catty bisa cemburu juga😂😂😂🙊🙊🙊


Halooo, yang punya poin kasih vote ya😊 Jangan lupa like, love, bintang lima dan juga komentarnya.


Kunjungi karya Author yang lainnya, Judulnya;


*Passion Of My Enemy


*Love Seduction (Lanjutan passion of my enemy)

__ADS_1


Terima kasih semuanya,


Salam hangat, DIANAZ.


__ADS_2