Embrace Love

Embrace Love
CH 32. Yoana trick


__ADS_3

"Kau sudah mendapatkannya?" Dokter Luigi memandang sekretarisnya yang datang dengan membawa satu berkas.


"Sudah Dokter. Semuanya ada di sini." Sebuah map file diletakkan oleh sekretaris itu di atas meja Luigi.


"Baiklah, terimakasih. Kau bisa meninggalkanku sekarang." Luigi mengambil berkas itu dan mulai membukanya.


Data keluarga Bernard tertera di berkas itu, berikut foto-foto anggota keluarga mereka.


"Claude Bernard ...." Luigi mendesis ketika melihat gambar pria yang tempo hari menarik bahunya dan menjauhkannya dari Catalina.


Lalu Luigi memandang ke data Yoana Bernard, Simon Bernard, kemudian dengan sedikit mengernyit ia memandang anggota keluarga yang baru saja diperkenalkan ke publik, Leonard Bernard.


"Leonard ... apakah ini bayi Leon? Putra Marilyn? Apa hubungannya dengan Keluarga Bernard?"


Dokter Luigi membaca semua data dengan seksama.


"Leonard ... diperkenalkan sebagai anggota keluarga terbaru keluarga Bernard. Tidak diketahui dengan pasti apakah merupakan putra dari Yoana Bernard ataupun Claude Bernard, karena tidak ada satupun yang diketahui sudah menikah diantara kakak beradik itu. Namun Claude Bernard pernah terlihat bersama seorang wanita yang dipanggil Mommy, di duga wanita ini adalah ibu dari Leonard."


Luigi mengeratkan rahangnya. Apakah Mommy ini adalah Catalina?


Setelah berulang kali membaca data dari keluarga itu, Luigi mengerutkan kening. Memikirkan bagaimana caranya ia bisa mendekati keluarga itu agar bisa bertemu Catalina.


B House ... bukankan itu perusahaan yang mengorbitkan Natalia menjadi model kelas atas? pemiliknya ternyata adalah Yoana Bernard.


Luigi mengernyit ketika memikirkan harus menghubungi dan meminta Natalia membantunya. Memikirkan harus bicara dengan Natalia membuat moodnya menjadi rusak.


Dering ponsel mengalihkan perhatian Luigi. Nama Natalia yang tertera di sana membuatnya menaikkan alis. Ia segera mengangkat panggilan itu.


"Ya?" jawabnya pendek.


Natalia merasa heran dengan kecepatan Luigi mengangkat teleponnya. Biasanya laki-laki itu akan membiarkan dan tidak akan menggubris panggilannya sampai beberapa kali. Sampai telinga laki-laki itu sudah tidak tahan lagi mendengar dering ponselnya yang berulang-ulang, barulah ia akan mengangkat panggilannya atau bahkan akan mematikan ponsel.


"Sayang ... apakah aku mengganggumu?" tanya Natalia.


"Ada perlu apa?"


Natalia menahan rasa kesalnya mendengar nada suara yang dingin itu.


"Ummm ... begini, malam nanti ada peluncuran produk baru. Beberapa relasiku datang dengan partner mereka. Well, aku tidak akan minta bantuanmu jika saja Angelica bisa pergi denganku. Tapi dia sudah mendapatkan pasangan untuk pergi ke sana. Apakah kau bisa membantuku?"


"Membantu apa?" Luigi seolah mendapatkan sebuah jalan untuk melihat dan mendekati keluarga Bernard.


"Maukah kau menemaniku malam ini?"


Hening. Luigi sengaja menjawab agak lama. Membuat Natalia berpikir ia tidak terlalu antusias dengan rencana menemani gadis itu.


"Pakaian apa yang harus kupakai?"

__ADS_1


Natalia terdiam. Seolah agak terkejut mendengar pertanyaan itu.


"Ap ... apa?"


"Kau mendengarku."


"Um ... pakaian formal, biasa."


"Baiklah."


"Be ... benarkah? Apakah aku perlu menjemputmu?"


"Tidak perlu! Kau tunggu saja, aku yang akan menjemput."


Setelahnya Luigi mematikan ponsel. Aku akan mencari Yoana Bernard!


**********


"Ayolah Catalina ... apa kau tidak bosan berada di rumah terus?" Yoana berusaha membujuk Catalina.


"Tidak. Aku tidak mau meninggalkan Leon."


"Oh, ayolah. Leon akan baik-baik saja bersama Nanny dan para Maid."


Catalina mengernyit. Ia tidak pernah menghadiri pesta peluncuran produk baru ataupun pagelaran busana. Sedikit menarik melihat dari dekat bagaimana karya-karya spektakuler dari para desainer yang dinaungi oleh perusahaan Yoana.


Catalina menoleh cepat. "Apa maksudmu?"


Yoana tersenyum penuh kemenangan. Kartu terakhirnya agar bisa mengajak Catalina ikut dan akan membuat Claude tidak akan berpikir dua kali untuk menghadiri acara itu.


"Kakakmu. Marilyn Seymor."


"Kenapa kau tahu dia juga akan berada di sana?"


"Karena dia adalah salah satu model yang akan memeragakan desain terbaru fashion B House malam ini."


"Model?"


"Ya. Apa kau tidak tahu darimana kami mengetahui kemana kami harus menjemput Leon saat pertama dulu." Yoana tersenyum miring melihat wajah Catalina yang terbelalak.


"Marilyn memberitahu kalian!"


Yoana terbahak melihat keterkejutan Catalina.


"Oh Catalina! Saudarimu itu menjual informasi dengan pertukaran yang luar biasa. Dia lah yang memberitahu jika kami harus mencari Nona Catalina Seymor jika mau mencari Leon."


Yoana melihat Catalina menggertak kan rahangnya dengan mata berkilat.

__ADS_1


"Apa yang Marilyn inginkan sebagai pertukaran? Uang?" tanya Catalina geram.


"Tidak. Sebuah kesempatan untuk menjadi terkenal dengan menjadi seorang model dengan kontrak sebanding dengan model papan atas Natalia Ambroz."


"Ya Tuhan." Catalina terbelalak dan menggeleng tidak percaya. Uang tabungannya sudah diberikan pada kakaknya itu, uang yang Catalina kumpulkan bertahun-tahun, uang warisan ibunya yang Catalina inginkan untuk membuat mimpi ibunya menjadi nyata, tapi Marilyn masih mengkhianatinya dengan memberikan informasi ke keluarga Bernard, sehingga dengan terpaksa Catalina menuruti semua kemauan keluarga itu demi Leon. Ia terkurung dan terikat dengan keluarga Bernard jika ia ingin terus berada bersama Leon.


Teganya kau, Marilyn. Batin Catalina sedih.


"Bagaimana? Mau bertemu dengannya?" Yoana menaikkan alis, yakin Catalina tidak akan menolak lagi kali ini.


"Baiklah." Catalina lalu berbalik. Kemarahannya pada Marilyn memuncak hingga membuat ia ingin menangis. Ia segera pergi menaiki tangga menuju lantai atas ke kamarnya yang tertutup sebelum akhirnya menumpahkan rasa kesalnya mendengar ulah Marilyn yang diceritakan Yoana tadi.


Yoana memandang kepergian gadis itu dengan sedikit menyesal. Well ... hanya sedikit. Karena hal ini terpaksa ia lakukan agar Catalina mau mengikuti kemauannya untuk ikut ke pagelaran nanti malam. Teringat hal itu ia segera mengambil ponsel dan menelepon Claude.


"Kau dimana?" tanya Yoana ketika adiknya itu menyahut di seberang sana.


"Di kantorku. Ada rapat penting dengan beberapa orang mungkin hingga malam nanti. Jadi aku tidak akan bisa hadir." Claude tahu Yoana akan kembali memaksanya ikut ke acara nanti malam.


"Begitu? Baiklah. Aku akan mengajak Catalina saja. Dia baru saja menyetujui ajakanku," pancing Yoana.


"Catty mau pergi?"


"Ya. Menurutmu warna apa yang akan bagus terlihat di tubuh gadis itu? Apakah gaun mini dress merah? Ah ... sepertinya akan cocok, ia akan terlihat sexy dan sangat cantik. Bukan begitu Claude?"


Yoana menyeringai ketika Claude menggeram.


"Dia tidak akan mau memakainya Yoan! Kau boleh mencobanya jika tidak percaya."


"Oh, kau lihat saja nanti! Upss ... aku lupa kau tidak akan hadir. Baiklah, sudah dulu ya." Yoana mematikan ponsel dan tersenyum senang. Claude akan sangat penasaran bagaimana ia akan mendandani Catalina malam ini. Lagipula adiknya itu tidak akan membuang kesempatan untuk keluar bersama Catalina, gadis itu selalu menghindari Claude sebisa mungkin. Jika malam ini Claude ikut, maka Catalina tidak akan bisa bersembunyi di kamarnya atau kamar Leon. Ia akan terpaksa berhadapan langsung dengan Claude.


Yoana memikirkan sederet gaun dengan desain aduhai dan sexy yang akan ia siapkan untuk Catalina malam ini. Proyeknya malam ini adalah membuat Catalina tampil menawan, cantik, sensual dan juga menggiurkan.


Yoana menyeringai sendiri ketika kata menggiurkan terlintas di otaknya.


Kita lihat kau bisa semenawan apa malam ini Catalina Seymor.


**********


From Author,


Mohon maaf tidak bisa up banyak karena kesibukan author🙏Smg maklum dan sabar menanti.


Jangan lupa tetap like ,komentar, favorite ,bintang lima dan vote ya my readers.


Terimakasih banyak semua.


Salam, DIANAZ.

__ADS_1


__ADS_2