Embrace Love

Embrace Love
CH 58. Engagement party part 2


__ADS_3

Yoana dan Catalina menunggu di aula depan. Yoana dengan dress berwarna hitam dan Catalina dengan dress panjang biru navy dari bahan chiffon lace yang jatuh membalut pinggangnya.


Bagian atas dari gaun Catalina hanya berupa bordir bunga dan daun yang mengikuti bentuk tubuhnya hingga ke bahu, sekilas seperti kulit Catalina yang tampak dibalik bordiran itu, namun bunga-bunga yang menjalar sampai ke bahu itu dijahit pada bahan yang mirip dengan warna kulit Catalina. Agar terlihat lebih ramping, desainer Yoana menambahkan ban pinggang dari bahan yang sama dengan gaunnya di bagian bawah. Hasil akhirnya mengagumkan, gadis itu tampak sangat cantik, sexy sekaligus anggun.


Yoana sangat puas dengan hasil penampilan Catalina. Ia sendiri hanya mengenakan short dress berwarna hitam dengan leher berbentuk V lebar. Memperlihatkan bagian leher dan bahunya. Panjang gaunnya hanya di pertengahan paha, membuat tubuh Yoana yang mungil tampak amat belia dengan gaun itu.


"Kau tampak lebih muda dari sebenarnya dengan gaun itu, Yoan," ucap Catalina. Mengagumi bagaimana Yoana melangkah cepat bolak balik tanpa kesulitan dengan sepatu tingginya yang mempunyai hak hanya sebesar sedotan. Catalina sampai menahan napas ketika tadi Yoana menuruni tangga dengan sangat cepat. Ia berpikir selip sedikit, nona besar itu akan terjatuh dan terkilir.


"Jadi maksudmu aku sudah tua?" tanya Yoana geli.


"Bukan begitu, kau selalu tampak cantik, juga menarik," puji Catalina tulus.


Yoana tersenyum, ia mendongak ke atas ketika terdengar langkah kaki di atas tangga. Vincent menuruni tangga lebih dulu dengan sangat cepat di depan Claude. Laki-laki itu merapikan dasinya dan menghampiri Yoana.


"Kalian sudah siap," ucapnya.


"Kenapa lama sekali. Memangnya apa yang kalian lakukan di atas?"


Vincent tidak menanggapi. Ia dan Claude mengecek lagi persiapan keamanan mereka ketika berada di pesta nanti. Menghubungi beberapa orang, menanyakan apakah orang-orang itu sudah ditempatkan sesuai posisi di titiknya masing-masing.


Blaird bahkan berhasil menyusupkan orang mereka ke hotel itu sebagai pelayan, bartender, bahkan pengawal dan keamanan.


Setelah yakin pergi ke hotel itu akan aman untuk Yoana, mereka baru memutuskan untuk turun.


Claude tidak dapat melepaskan matanya pada sosok Catalina. Gaun itu tampak sangat cantik membalut tubuh Catty. Wajah Catty yang jarang sekali dipoles make up tampak sangat berbeda dengan polesan tipis bedak, blush on dan juga sedikit lipstik. Ia sudah melihat Catty mencoba gaun itu di tempat penata busana Yoan siang tadi, karena itu ia memutuskan memakai jas dengan warna senada dengan gaun Catty. Tapi hasil akhir penampilan Catty dengan make up dan tatanan rambutnya yang sedikit disanggul dengan juntaian ikal di sekeliling wajahnya membuat Claude terpesona dan menelan ludah.


Sial! Kenapa Yoan mendandaninya sampai secantik ini. Luigi akan melihatnya dan akan kembali mencoba mendekatinya.


Claude masih menatap dengan langkah kaki mendekat pada Catalina. Setibanya di depan gadis itu, ia hanya terus melihat tanpa berkedip. Membuat Catalina salah tingkah, kemudian memegangi wajahnya dengan satu tangan.


"Apakah aku terlihat seaneh itu?" tanya Catalina dengan gelisah.


Claude berkedip. *A*neh?


"Siapa yang aneh?" tanya Claude.


"Aku. Kau menatapku seolah aku baru datang dari planet lain," ucap Catalina.


Claude tertawa geli sambil menggelengkan kepalanya.


"Tidak. Kau tidak aneh. Yoana yang aneh malam ini," ucap Claude sambil mengulurkan sikunya agar digandeng Catalina.


"Apa kau bilang!" Yoana bermaksud menendang Claude dengan ujung hak sepatunya ketika tangan Vincent meraih lengannya.

__ADS_1


"Sudah. Ayo pergi."


Kata-kata singkat dari Vincent membuat Yoana berhenti. Ia menurut ketika Vincent menggandengnya ke arah luar mengikuti Claude dan Catalina yang sudah melangkah lebih dulu.


Tanpa keempat orang itu menyadari, Hamilton dan Simon berdiri di balkon pembatas di lantai atas. Keduanya menatap interaksi antara keluarganya di bawah sana.


"Menurutmu, apakah aman Yoana berada di sana?" tanya Simon.


"Vincent dan Claude sudah menyiapkan segalanya, Simon. Mereka tidak bisa menahan Yoana agar tidak pergi. Kau tahu bagaimana keras kepalanya kakakmu itu. Mudah mudahan semuanya aman sampai mereka kembali lagi ke mansion."


**********


Mobil yang dikendarai oleh Vincent tiba di hotel mewah tempat pesta pertunangan dokter Luigi dan Natalia diselenggarakan.


Catalina sedikit merasa lega ketika Yoana memberitahunya berita pertunangan ini. Sejak dulu Catalina tahu, dokter Luigi menaruh hati padanya, laki-laki itu mendekatinya bahkan mengajaknya kencan beberapa kali saat dulu mereka masih sama-sama bekerja di klinik. Namun Catalina malah sedikit ngeri dan gelisah dengan pendekatan dokter itu, pasalnya orang tua dokter Luigi akan menemui gadis yang mendekati dokter itu dan memberi ultimatum agar menjauh. Jika tidak menurut, maka akan dipastikan gadis itu akan selesai. Hidupnya akan dibuat sangat sengsara.


Para perawat dan orang-orang di klinik sudah tahu, bahwa Tuan Stefano telah menyiapkan seorang gadis untuk dokter Luigi. Menantu yang dianggap layak dan diterima di keluarganya. Catalina tidak menyangka bahwa gadis itu adalah model papan atas bernama Natalia. Tentu saja masuk akal, Tuan Stefano tidak akan mau mengambil menantu dari kalangan biasa, Natalina yang cantik dan aduhai dengan bentuk tubuh bak dewi yunani serta popularitas yang mengitarinya di seantero negeri adalah calon menantu yang sempurna. Catalina juga tidak menyangka jika ia akan hadir dan melihat sendiri acara pertunangan mereka.


"Kau baik-baik saja bukan?" tanya Claude.


"Kenapa kau menanyakan itu? Memangnya aku tidak tampak baik?" tanya Catalina heran.


"Kau hanya diam saja dalam perjalanan, Catty. Apa yang kau pikirkan? Kau memikirkan Luigi?" tanya Claude sambil membimbing gadis itu.


Nyonya Ambroz menyapa dan memeluk Yoana, Yoana balik memeluk nyonya itu dan mencium pipinya, lalu bergantian menyalami tuan Ambroz.


"Kau selalu tampak cantik, Yoana." Tuan Ambroz mencium punggung tangan Yoana yang memberinya senyum lebar.


"Terimakasih, Paman," ucap Yoana dengan nada amat manis.


Selanjutnya pasangan itu menyalami Vincent, Claude dan kemudian Catalina. Nyonya Ambroz tampak sangat penasaran, karena ini pertama kalinya Claude menggandeng seorang gadis setelah perpisahannya yang menghebohkan dengan Nona Tania Sweyn empat tahun yang lalu. Putrinya yang cantik bahkan gagal mendekati pria itu. Sikap dingin dan menjaga jaraknya membuat para gadis berpikir dua kali jika mau dekat-dekat dengan Claude.


"Dan siapa gadis cantik ini, Claude?" tanya Nyonya Ambroz ramah.


Catalina terdiam, hanya melirik ke arah Claude yang tampak tersenyum pada Nyonya Ambroz.


"Seperti yang Anda lihat, Nyonya Ambroz. Dia pasanganku malam ini," ucap Claude.


"Hanya malam ini?" tanya Nyonya Ambroz lagi dengan sangat penasaran.


Claude hanya perlu mengangkat kedua alisnya dan menajamkan tatapan. Memberitahu Nyonya Ambroz bahwa itu bukanlah urusannya. Ibu Natalia itu langsung mengerti. Ia tertawa dan tersenyum meminta maaf.


"Ah, silakan masuk saja. Nikmati pestanya," ucap Nyonya itu.

__ADS_1


Claude dan Yoana mengangguk. Mereka masuk dan berbaur dengan para undangan lain yang mendatangi dan menyapa mereka. Beberapa malah sengaja mendekat, hanya untuk melihat dengan jelas gadis yang berada di gandengan Claude.


"Kurasa make upku memang sedikit aneh, Claude," bisik Catalina.


Claude berhenti melangkah, menoleh dan sedikit menunduk ke arah wajah Catalina. Seolah memperhatikan dengan seksama make up wajah Catalina


"Tidak ada yang aneh, Catty. Kau sangat cantik, dan terlihat luar biasa," bisik Claude, ia sengaja mendekatkan bibirnya ke telinga gadis itu untuk berbisik. Catalina langsung merona merah mendengar pujian itu.


"Tapi semua orang memandangku," bisik Catalina.


Claude mendekat lagi ke telinga Catalina, berbisik pelan dengan suara merayu. "Itu karena kau menggandeng pria paling tampan, gagah, dengan kekayaan melimpah dan juga paling diinginkan, Catty."


Claude menjauhkan kepalanya dan terkekeh geli melihat Catalina yang mencibir ke arahnya.


"Kau tidak tahu malu. Kau memuji dirimu sendiri, Claude," cibir Catalina .


Claude tertawa kecil. "Tapi aku benar bukan? Apakah menurutmu aku tidak tampan?"


Claude sengaja sedikit meniup ujung telinga gadis itu, membuat Catty langsung menjauh dan menatapnya dengan bola mata membesar dan wajah merona. Claude terkekeh. "Catty sayang, kau tidak perlu menjawab. Wajahmu sudah membongkar semuanya."


Mereka melangkah menuju sebuah meja di bagian depan. Yoana dan Vincent sudah duduk lebih dulu di meja bulat beralaskan taplak putih. Seorang pelayan yang tadi mengantarkan Yoana ke mejanya tampak memanggil seorang pelayan lain untuk menyediakan minuman dan melayani di meja mereka.


Di kejauhan, Tania Sweyn menatap pasangan yang terlihat saling berbisik dengan menggoda dengan rahang mengeras. Alrico Lucca yang berada di sebelahnya menaikkan alis menatap gadis itu.


Sepertinya kau berbohong ketika mengatakan kau masih tunangan pria itu, Miss Sweyn. Sepertinya kau sudah dicampakkan, digantikan Nona bermata biru yang ternyata jadi jauh lebih cantik lagi jika ia berdandan.


Alrico menatap Catalina yang melangkah menuju mejanya dalam gandengan Claude. Ia ingat gadis itu adalah gadis cantik yang datang makan malam di restoran Amora malam itu bersama keluarga Bernard. Gadis yang datang dengan gaun berwarna peach, wajah polos tanpa make up dan rambut panjang yang dibiarkan terurai. Ia mengernyit ketika ia tergelitik oleh suatu pemikiran ketika memandang lama pada Catalina yang sudah di balut dandanan yang luar biasa itu.


Kenapa aku merasa ... dia tampak sedikit mirip dengan wanita jala** Marylin Seymor ketika ia berdandan seperti itu ....


N E X T >>>


**********


From Author,


Hai semua, bagaimana reaksi Luigi mengetahui Catalina hadir di pesta pertunangannya? Tunggu dan ikuti terus kisahnya ya. Author akan coba terus up di sela kesibukan pekerjaan di real life. Karena libur corona pekerjaan tetap jalan terus yaπŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚


Jangan lupa like, love, bintang lima, vote ,komentar ya semuanya. Ikuti dan follow author dengan klik 'ikuti' pada kolom profil. And mari gabung di gc nya author. Kamu bisa tanya kapan up, bahkan thor kadang kasih sedikit spoiler disana. Sttt ... Kadang loh ya, gak terus terusanπŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚


Terima kasih ya...


Salam, DIANAZ.

__ADS_1


__ADS_2