
Catalina mengernyitkan keningnya ketika tiba di depan sebuah gedung. Ia makin heran dan juga penasaran Claude punya urusan apa pergi ke gedung catatan sipil.
Claude memasuki pelataran parkir bawah tanah dari gedung tersebut. Setelah berkeliling, ia menemukan satu lokasi yang kosong, kemudian memarkirkan mobilnya.
"Ayo, turun," ajak Claude sambil melepas sabuk pengamannya.
"Kenapa kita kemari? Kau ada urusan apa di sini?"
Claude menatap Catalina dengan wajah yang amat serius.
"Cat ... Aku menunda menikah, karena keinginanmu untuk menemani Mary. Kita berjanji menundanya sampai waktu yang tidak kita tahu. Mungkin sampai kakakmu itu mau menerima Alric dan menikah? Tapi selama waktu itu, aku bisa bersabar karena kita tetap bisa bertemu dan saling bicara. Sekarang kau tidak mau lagi melakukannya. Jadi aku mengajakmu ke sini agar kita bisa menikah."
"Kau ... kau gila ya! Mana bisa begitu, Claude!"
"Oh, tantang saja aku! Aku tambah senang bakal jadi suamimu dalam hitungan menit sebentar lagi." Claude menyeringai senang.
"Tidak ... tidak, Claude, kau tidak berpikir jernih. Baiklah ... Aku akan berhenti menghindarimu dan akan kembali bicara denganmu."
Claude terkekeh senang.
"Dengan satu syarat ...." tambah Catalina.
"Apa?"
"Jangan temui Miss Sweyn lagi!"
Claude kembali tertawa, mengulurkan tangan untuk menyentuh pipi Catalina.
"Tentu saja, Cat. Tapi bagaimana kalau dia yang datang dan menemuiku?"
"Jangan temui dia. Suruh sekretarismu mengatakan kalau kau tidak ada!"
"Kau benar-benar cemburu pada Tania ya?"
"Tania!? Kau memanggilnya Tania!" Catalina bersedekap dan bersandar ke kursinya dengan kesal.
"Oh, baiklah, Maksudku Miss Sweyn ...." ralat Claude dengan segera.
"Tentu saja! Dia kekasihmu, bahkan hampir menikah denganmu."
"Dan itu dulu, Catty ... Dulu, empat tahun yang lalu! Sudah sangat lama. Kita belum bertemu saat itu."
"Tapi tetap saja ... kau menciumnya ...."
"Tidak, dia yang menciumku."
__ADS_1
"Tapi kau diam saja ...."
"Aku menghindar, aku bahkan sedang mendorongnya ketika kau masuk ke kantorku."
Catalina menarik nafas panjang. Merasa Claude benar, ia melihat ketika tangan Claude berusaha melepaskan Miss Sweyn waktu itu.
"Jadi bagaimana? Kita turun sekarang?" tanya Claude dengan lembut.
Catalina menoleh, lalu mengerucutkan bibirnya lebih dulu baru kemudian tersenyum.
"Kau sengaja ya?" tanya Catalina.
"Sengaja apa?"
"Membawaku kesini dan mengajakku menikah, iya kan?"
"Tentu saja aku sengaja. Dan aku serius! Ayo turun ...." Claude meraih pergelangan tangan Catalina.
"Tidak ... tidak. Baiklah, aku tidak akan marah lagi. Tapi sesuai janji awal kita, kita akan menunda menikah."
"Jadi kau akan bersikap seperti dulu lagi?"
"Ya."
"Kenapa?"
"Cium aku, Catty. Karena kalau aku yang ke sana dan menciummu, kita tidak akan bisa keluar dari parkiran ini selama setengah jam ke depan."
Catty terbelalak, memangnya ciuman seperti apa yang akan Claude berikan sampai menghabiskan waktu setengah jam? Tapi ia takut untuk menguji pria itu. Jadi ia melepas sabuk pengaman dan mendekat ke arah Claude.
Catalina menyatukan bibirnya dengan bibir Claude. Mengecup kecil dan mesra bibir kekasihnya sebanyak dua kali. Ia baru saja akan kembali duduk ketika lengan Claude merengkuh dan memeluk Catalina.
"Apa kau tahu seperti apa aku merindukanmu beberapa hari ini, Cat?" bisik Claude dengan nada serak.
Catalina menatap dengan mata birunya yang berkilat ketika wajah Claude turun dan kembali singgah ke bibirnya. Ia memejamkan mata, dan ikut larut menikmati pernyataan cinta penuh kerinduan dari kekasihnya itu. Mengaku di dalam hati, kalau ia pun merasakan hal yang sama.
**********
Claude mengantarkan Catalina pulang kembali ke apartemen, lalu ia akan kembali ke kantor. Ponselnya berdering dan melihat Yoana yang menelepon.
"Halo Yoan? Ada apa?"
"Claude, kau di mana?"
"Aku dalam perjalanan pulang kembali ke kantor. Ada apa?"
__ADS_1
"Aku ingin minta jemput Bruno dan datang ke kantormu. Ada beberapa hal yang mau ku bicarakan dengan Simon. Tapi Bruno bilang kau pergi dan membawa sendiri mobilnya. Jadi ia tidak bisa menjemputku."
"Suruh Lucas mengantarmu,"
"Aku tidak sedang di rumah. Aku ada di Lexus."
"Oh, Aku dekat dengan tempatmu. Aku saja yang jemput."
"Baiklah ...."
**********
Yoana dan Claude berbincang dalam perjalanan menuju kantor. Yoana terpaksa datang ke Lexus, sebuah gedung tempat rekan kerjanya yang bergerak di bidang pemasaran kosmetik produksi B.House. Wanita rekannya tersebut belum merasa nyaman dengan Simon, jadi Yoana yang datang dan membicarakan kelanjutan proyek mereka. Membuat Yoana menyadari, ia harus mengadakan pesta dan mengundang seluruh rekan bisnis mereka, lalu mengumumkan kalau Simon Bernard sepenuhnya sudah ikut andil dalam perusahaan sekaligus mengenalkan wajah adiknya itu kembali sebagai seorang pria dewasa, bukan bocah yang dulu.
Mereka tiba di kantor, menaiki lift dan naik ke lantai atas. Dalam perjalanan menuju ruangan Simon, mereka bertemu Vincent.
"Hai, Vince ...." Yoana melambaikan tangan, tapi terus melangkahkan kakinya ke tempat Simon.
"Kalian dari mana?" tanya Vincent.
"Dari gedung kantor catatan sipil," ucap Claude. Lalu ia terkejut melihat perubahan wajah Vincent.
"Ada apa? " tanya Claude.
"Mau apa kalian ke sana?" tanya Vincent dengan nada dingin. Claude menyadari apa yang ada di dalam pikiran Vincent.
"Rencananya tadi mau mendaftarkan pernikahan," ucap Claude. Wajah Vincent makin gelap. Membuat Claude sesegera mungkin pergi dari sana. Ia tersenyum geli melihat Vincent yang salah paham. Tentu saja yang baru saja datang dari catatan sipil adalah dirinya, bukan Yoan. Dan yang rencana mau mendaftarkan pernikahan adalah ia dan Catty. Bukan Yoana.
Vincent menatap dengan raut wajah dingin ke arah punggung Claude. Jantungnya berdebar keras dan hatinya terasa amat sakit. Ia menelan ludah, menahan sekuat tenaga agar tangannya tidak mengelus dada. Merasa hatinya berdarah dan pikirannya buntu. Kerongkongannya tersumbat, dan beberapa saat kemudian Vincent menumpukan telapak tangan pada dinding.
Alissia ... Aku harus bagaimana!? Yoana akan menikah!
NEXT >>>>
**********
From Author
Halo My readers, semoga semuanya sehat selalu ya. Tetap taati anjuran di rumah aja. 😊😊🤗
Jangan lupa klik like, love, bintang lima, vote dan juga komentar kalian. Author minta maaf karena waktu up tidak tentu. Menyesuaikan dengan waktu luang yang author punya untuk menulis.
Terima kasih semua,
Salam hangat, DIANAZ.
__ADS_1