
Yoana menutup buku sketsa desain yang tengah ia periksa. Ia benar-benar butuh keluar, refreshing, mencari udara segar dan mungkin sedikit bersenang-senang.
Ia keluar dan mendapati para karyawan mereka terutama yang wanita sedang berkumpul dan bergosip. Yoana mendekat dan mencuri dengar pembicaraan mereka.
"Kudengar ia dekat dengan seorang pengusaha yang meminta padanya secara khusus untuk berkenalan dengan Marilyn," ucap seorang wanita.
"Kenapa pengusaha itu malah menemui Miss Sweyn? Seharusnya ia langsung menemui Nona Yoana," ucap wanita yang lain.
"Kurasa itu dikarenakan ia hanya mengenal Nona Sweyn dan menyangka Nona itu sudah kembali ke B House," ucap seorang gadis.
"Siapa yang kalian bicarakan?" Yoana menyela pembicaraan itu. Para karyawannya langsung menoleh lalu menganggukkan kepala tanda hormat dan sapaan padanya.
"Ah, itu Nona Yoana. Tuan Alrico Lucca, meminta Miss Sweyn mengenalkannya secara khusus pada Nona Marilyn," ucap seorang wanita.
"Apakah ini tentang pekerjaan?" tanya Yoana.
"Kami tidak tahu, Nona. Aku baru saja menemui manager Nona Marilyn. Pria itu mengomel karena Nona Sweyn memaksa untuk bertemu dengan Marilyn."
Yoana menyipit. Alrico Lucca, Yoana seperti pernah mendengar nama pria itu. Tapi ia tidak bisa mengingatnya dimana. Apa perlunya pria itu menemui Marilyn?
"Suzy, ikut aku! Kita akan ke bawah mencari Serge!" Yoana mengatakannya sambil berjalan cepat. Seorang gadis bernama Suzy langsung mengangguk dan mengikutinya. Mereka memasuki lift dan turun ke lantai di mana ruangan Serge dan Marilyn berada.
__ADS_1
"Ah ... Nona Bernard. Ada apa Anda kemari?" tanya Serge.
"Kenapa Sweyn dan seseorang bernama Lucca menemuimu?" tanya Yoan.
"Wow, berita cepat sekali tersebar. Kukatakan padamu ya, Nona Bernard. Tuan Alrico Lucca terpesona pada Maryku. Ia ingin Mary yang menjadi model iklan perusahaannya. Kau pasti mengenal seorang pengusaha sukses dengan ratusan koleksi mobil mewah dan bergerak di bidang otomotive."
Yoana mengernyit. "Itu ilegal. Mary menanda-tangani kontrak dengan perusahaanku. Mary bertanggung jawab dengan kontrak itu sampai selesai! Seharusnya Tuan Lucca menemuiku."
"Tuan Lucca tidak menemuiku, Nona Yoan. Dia mengirim Miss Sweyn yang sombong itu, Hakh! Perempuan itu memberi perintah seolah Dia pengendali semuanya! Aku tahu apa yang kulakukan Aku cuma bilang padamu, ini salah satu bukti, Maryku tahu cara melakukan pekerjaannya dengan baik! Jadi jangan khawatir soal kontrak!" ucap Serge dengan dagu terangkat.
"Bagus! Aku hanya ingin mendengar itu dari mulutmu! Tapi kenapa kau masih menerima Miss Sweyn di kantor?" tanya Yoana.
Serge tertawa sinis. Ia menggoyangkan kepalanya sambil menirukan ucapan Nona Sweyn kepadanya.
Yoana hampir saja tersenyum geli ketika pria berotot dan tampak macho itu tidak hanya menirukan suara dan logat Miss Sweyn, tapi juga bergerak dengan melentikkan tangannya dan menggoyangkan kepalanya. Sekuat tenaga Yoana menahan agar ia tidak tersenyum.
"Jadi, Nona Yoana yang terhormat. Jangan salahkan aku kalau wanita sombong itu merasa jika ia berhak berlalu lalang, keluar masuk ke gedung maupun kantor-kantor di perusahaan ini, karena ia merasa ia adalah calon nyonya dari Bernard ... Huh! Mengherankan ... mau mau saja jadi nyonya Bernard!"
"Apa maksudmu? Kau menghina keluargaku? " tanya Yoana.
Serge menaikkan kedua bahunya. "Jangan tersinggung Nona Bernard. Tapi adikmu Claude sangat dingin dan kaku pada wanita. Adikmu Simon laki-laki brengs** yang tidak bertanggung jawab. Aku heran jika ada yang mau berdekatan dengan mereka," ejek Serge.
__ADS_1
Yoana menatap datar pada Serge.
"Marymu itu pernah menjadi kekasih Simon, jangan lupa itu." Yoana mengejek balik.
"Oh ... itu dulu, Nona Yoana yang mungil. Du ... lu, ingat! Syukurlah dia sudah sadar." Serge melipat tangan di depan dada menatap menantang pada Yaona.
"Aku jadi ingin tahu reaksinya jika bertemu Simon lagi," ucap Yoana.
Serge menyipit, memandang tajam dan menggelengkan kepalanya perlahan.
"Marylin tidak akan peduli lagi, Nona Yoana. Simon hanya seperti angin lalu. Hanya pria yang lewat saja di hidupnya."
"Begitu ...." Yoana melipat tangannya di depan dada, menyipit memandang Serge. Melakukan persis seperti yang Serge lakukan.
Suzy, gadis yang diperintahkan mengikuti Yoana menatap kedua orang yang beradu kata-kata itu dalam diam. Tidak ada yang berani membantah Yoana di kantor ini. Tapi Serge dan Marylin memang pengecualian. Yoana memang bersikap tegas, berbicara seperlunya pada keduanya. Tapi Suzy menyadari, Yoana memperhatikan dengan seksama setiap kegiatan maupun pekerjaan Marylin.
"Jika begitu, berarti tidak masalah jika kalian datang makan malam bersama keluarga Bernard malam ini. Bawa Marylin ke restoran Amora. Jangan terlambat! Aku akan bahas pekerjaan setelah makan malam dan beritahu padanya, Simon Bernard dan Catalina Seymor akan hadir."
Serge sedikit terkejut mendengar undangan yang dibalut dalam kalimat perintah itu. Ia menatap ketika Wanita mungil berambut hitam itu pergi meninggalkannya dengan suara hak sepatu yang berdetuk.
"Apa yang kau rencanakan sebenarnya, Yoana Bernard." Serge berbisik pelan.
__ADS_1
N E X T >>>
**********