Embrace Love

Embrace Love
CH 26. Unexpected meeting


__ADS_3

Claude menghentikan mobilnya dan segera turun. Ia membuka pintu Catalina yang juga segera turun sambil menggendong Leon. Claude membawa tas bayi dan membimbing Catalina menuju ruang periksa dokter.


Catalina menyadari beberapa pasang mata menatap ke arah mereka, ia yakin pria yang tengah menarik lengannya sambil menjinjing tas bayi di sampingnya inilah yang membuat mereka jadi pusat perhatian. Claude berpakaian terlalu formal untuk mengantarkan mereka ke dokter.


Catalina tersenyum pada wanita yang menjaga di bagian pendaftaran.


"Halo Miss ... kami telah membuat janji untuk pemeriksaan bayi ini. Yoana Bernard yang membuat janji temu."


Wanita itu tersenyum dan memeriksa sesuatu si bukunya. Lalu ia mengangguk dan mempersilakan Catalina untuk duduk.


"Tunggu sebentar, Nyonya. Saya akan menghubungi perawatnya dan menyampaikan bahwa anda sudah datang. Anda bisa duduk dulu di sofa itu bersama suami anda."


Catalina membuka mulutnya ingin membantah ucapan wanita itu, sepertinya wanita itu salah mengira kalau mereka adalah pasangan suami istri. Tapi lengannya di seret oleh Claude, sehingga ia terpaksa bergerak dan mengikuti.


Wanita tadi menelepon seseorang, tapi matanya tak lepas memandang ke arah mereka bertiga yang sudah duduk di sofa.


"Kenapa ia terus melihat kesini," gerutu Catalina. Claude mengangkat wajahnya dari ponsel yang sedang ia lihat dan mengikuti arah mata Catalina.


"Mungkin karena kau ibu paling cantik yang pernah ia lihat." Setelahnya Claude kembali menekuni ponselnya.


Apakah pria ini secara tidak langsung mengatakan bahwa aku ibu yang cantik? Catalina mengernyit dengan pikiran yang terlintas di otaknya.


Leon mulai merengek rewel, liurnya mengalir dan ia menggigiti jari-jarinya sendiri.


"Sabar, Sayang. Kau kesakitan ya." Catalina berbisik lirih sambil menepuk pelan dan berirama bokong Leon. Claude menyimpan ponselnya ketika mendengar rengekan itu.


"Sini, berikan dia padaku. Bahumu pasti lelah terus menggendongnya." Claude mengulurkan tangan dan mengambil Leon dari gendongan Catalina.Ia mengajak bayi Leon berkeliling, bisa membuat bayi itu diam beberapa menit.


Seorang perawat mendatangi mereka dan menganjurkan mereka mengikutinya. Claude tetap menggendong Leon, sehingga Catalina yang menjinjing tas menuju sebuah ruangan tempat dokter anak sudah menunggu.


Dengan senyum ramah sang dokter menyambut mereka dan menyalami Claude.


"Selamat datang Mr. Bernard, Yoana sudah menghubungiku dan mengatakan apa masalah bayimu."


Claude mengangguk dan mengikuti instruksi sang dokter yang langsung memeriksa Leon. Setelah semuanya selesai, sang dokter memberikan resep pada Catalina.


"Kau bisa memberikannya sesuai dosis yang sudah kutulis, Mrs. Bernard."


Catalina mengerutkan dahi mendengar panggilan sang dokter untuknya. Belum sempat ia berbicara, sang dokter sudah berbicara pada Leon yang ada di pelukan Claude.

__ADS_1


"Mommymu akan memberikan obatmu, Leon sayang. Semoga kau akan merasa lebih nyaman setelahnya," ucap sang dokter sambil tersenyum pada Claude.


Claude sepertinya tidak berniat mengoreksi kesalahpahaman sang dokter. Membuat Catalina makin bertambah kesal. Setelah menebus resep untuk Leonard, mereka kembali ke mobil dan meninggalkan rumah sakit.


Leonard sangat rewel dalam perjalanan pulang. Claude akhirnya memutuskan untuk menghibur bayi itu dengan berhenti di jalur taman dan memarkirkan mobilnya. Ia turun dan segera membuka pintu dari arah Catalina.


"Kenapa kesini?" Catalina tetap duduk, ia tidak mau turun dari mobil.


Claude mengambil Leon dengan setengah memaksa. Ia menggendong dan membawanya ke arah taman. Catalina mengambil persediaan botol susu dari dalam tas Leon dan terpaksa turun dari mobil. Ia mengikuti Claude yang berjalan menjauh sambil mencoba menghibur Leon yang masih merengek.


Setelah menemukan sebuah kursi panjang Claude duduk dan memandang ke arah Catalina yang mendatanginya.


"Kurasa dia haus Catty." Claude memandang botol susu yang dipegang Catalina, "sini, berikan itu padaku."


Catalina mengulurkannya dan segera saja Claude memberikannya pada Leonard. Tapi bayi itu masih saja merengek.


"Ada apa lagi?" Claude mengernyit memandang Leon yang masih merengek dan mengapai-gapaikan tangannya ke arah Catalina.


"Kau mau Mommymu?" Claude mencium pipi Leon dan mengangkatnya ke arah Catalina yang masih berdiri.


"Duduklah. Kurasa ia hanya mau minum dari tanganmu."


"Kau jahat sekali Leon ... Daddy Claude sedang berusaha memberimu minum. Tapi kau hanya mau bila Mommymu yang memberikannya." Claude mencolek pipi montok bayi yang sepertinya tidak terganggu itu. Ia masih mengisap dengan rakus. Claude dengan sengaja menunduk akan mencium pipi Leon, sehingga membuat Catalina mundur dan bersandar kaku ke sandaran kursi. Claude merasa geli karena reaksi gadis itu.


"Claude? Apakah itu kau? "


Suara wanita yang menyapa membuat claude dan Catalina mendongak. Seorang wanita paruh baya dan seorang gadis tampak bergandengan tangan. Suara sang wanita paruh baya lah yang menegur Claude tadi.


"Ah ... yernyata benar. Ini kau Claude." Wanita itu tersenyum manis sambil melirik ke arah Catalina lalu ke arah Leon yang tengah minum susu.


"Nyonya Sweyn." Claude berdiri dan mengulurkan tangan, tampak kaku dan formal. Wanita itu menyambut uluran tangan Claude. Ia tersenyum dan berkata pada gadis yang ada di dekatnya.


"Tidak disangka kita bertemu dengan Claude, Tania Sayang. Tania baru saja datang kemarin, Claude. Jadi aku mengajaknya jalan-jalan ke taman sambil bercerita," ungkap Nyonya Sweyn.


Claude mengangguk sopan, walaupun berkata dalam hati bahwa itu bukanlah urusannya dan ia tidak bertanya.


"Halo Tania. Bagaimana kabarmu?" Claude bertanya sopan. Gadis cantik itu tersenyum sangat manis. Lebih manis dari Nyonya Sweyn yang ternyata adalah ibunya.


"Aku baik Claude. Bagaimana denganmu?" tanyanya ramah.

__ADS_1


"Hanya sedikit sibuk dengan Leonard akhir-akhir ini. Ah ... dia mengantuk. Kita pulang sekarang Catty?" Claude melihat botol susu Leon sudah habis dan bayi itu mulai mengatupkan matanya. Catalina tidak menjawab, hanya menggendong Leon dan menepuk-nepuk pelan punggungnya agar bayi itu bersendawa.


"Maaf Nyonya Sweyn, Tania. Kami harus pulang. Tadi kami berhenti sebentar karena Leon sedikit rewel. Kami pamit dulu." Claude menghela lengan Catalina agar segera berdiri. Catalina menurut dan bangkit. Mereka baru saja akan melangkah ketika Nyonya Sweyn menghentikan Claude.


"Mmm ... Claude? Apakah itu putramu?" tanyanya penasaran.


Claude menoleh dan memandang dengan wajah datar ke arah dua wanita itu.


"Benar, Nyonya. Leonard adalah putraku." Dengan ucapan itu Claude kembali menghela lengan Catalina dan mengajaknya pergi meninggalkan tempat itu.


Dua pasang mata tak berkedip memandang kepergian tiga orang yang terlihat seperti keluarga itu.


"Aku tidak pernah tahu kalau dia sudah menikah, Mom." Tania berkata lirih.


"Beberapa saat yang lalu bayi itu memang dihebohkan oleh berbagai media, ia diperkenalkan sebagai anggota terbaru keluarga Bernard. Semua menebak putra siapa Leonard Bernard sebenarnya. Tak kusangka baru saja Claude mengonfirmasi bahwa bayi itu putranya."


"Kau mengatakan tidak ada satu wanita pun yang dekat dengan Claude sejak terakhir kali sesudah aku dan dia berpisah, Mom. Tapi wanita tadi ... Catty? Siapa dia, Mom?"


"Aku tidak tahu Sayangku. Tidak ada yang mengetahuinya. Media mengatakan Claude sangat dingin pada wanita dan tidak pernah terlihat bersama siapapun sejak berpisah denganmu."


"Sepertinya mereka salah Mom ...."


"Wanita itu terlihat tidak berkelas." Nyonya Sweyn berkomentar.


"Tidak terlihat cocok untuk Claude." Tania memandang kecewa ke arah menghilangnya mobil Claude. Ia kembali dengan harapan dapat memiliki Claude dan menjalin lagi hubungan mereka dulu. Tania sangat yakin Claude masih mencintainya dan tak bisa melupakannya.


Sekarang ia pulang dan berhadapan dengan kenyataan sudah ada seorang wanita dan seorang bayi dalam hidup Claude. Catty dan Leon ... apa yang sekarang bisa ia lakukan? Semua rencananya langsung berantakan karena kehadiran wanita dan bayi itu.


N E X T >>>


*********


Like , Koment, fav, bintang5 ... jangan lupa ya readers..


Semoga tetap sabar menunggu up.


Terimakasih semua.


Salam, DIANAZ.

__ADS_1


__ADS_2