
Claude dan Vincent pulang ke mansion Bernard yang kosong. Tidak ada orang. Yoana mungkin pergi ke kantor, tapi Catalina dan Leon?
Berulang kali Claude menghubungi Catalina dan juga Yoana. Tidak ada satupun ponsel yang aktif.
"Kau percaya padaku sekarang?" tanya Vincent.
Claude menatap Vincent dan melihat secarik kertas yang Vincent bawa dari kamar Yoana.
Dear Claude and Vince,
Kami merasa sedikit bosan dengan rutinitas keseharian. Jadi kami memutuskan untuk berlibur beberapa hari. Aku, Catalina, Leon dan kami mengajak Nanny Lea.
Kami sengaja tidak mengajak para pria. Leon terkecuali, karena Leon tidak akan protes jika nanti kami memutuskan ingin menikmati liburan dengan menonton konser rock lalu pulangnya membuat tato kecil yang diukir di atas pinggul. Akan amat sexy kelihatannya kan?
Atau jika nanti kami ingin berjemur di tepi pantai, dengan bikini paling sexy yang pernah tercipta untuk menggoda mata para pria. Aku dan Catalina akan benar-benar menikmati liburan kali ini. (Bisa kau bayangkan sosok Catalina yang padat berisi dalam balutan bikini, Claude??)
Jangan khawatir. Kami membawa Seth dan Lucas. Jangan harap mengorek informasi dari mereka. Aku juga atasan mereka.
Bye Claude, Vince ... Don't miss us, Muachh
Surat itu ditutup dengan cap bibir Yoana menggunakan lipstik berwarna merah. Claude meremas kesal surat itu.
"Kau tak henti membuat masalah, Yoan!"
"Kau mengabaikan instingku ... jika saja aku memberi instruksi pada Seth. Pria itu akan melakukan semua perintah kita! Kita akan tahu dan akan dengan cepat menyusul! Ck ... kenapa aku tidak mengindahkannya ...." Vincent pergi meninggalkan Claude. Naik ke lantai atas mansion.
Claude terdiam mendengar suara Vincent yang gusar. Ia sendiri sudah sangat gusar. Membuat tato? Apa Yoan sudah gila!? Sungguh beruntung si pembuat tato dapat melihat bahkan menyentuh pinggul Cattynya. Lalu berjemur dengan bikini di tepi pantai!? Para pria itu akan melotot! Claude tidak sungguh percaya kalau Cattynya mau menikmati liburan ala Yoan. Tapi tidak menutup kemungkinan kalau Yoana benar-benar akan melakukan itu, lalu memaksa Catalina mengikutinya.
*********
Claude tidak dapat tidur, bolak-balik gelisah. Otaknya selalu berbalik membayangkan pinggul Catty yang tengah diukir dengan tato. Tato yang dibayangkan oleh Claude adalah kupu-kupu kecil bersayap.
Lalu bayangan Catty memakai bikini. Selama tinggal dengan mereka saja, Claude tidak pernah melihat tubuh Catty yang memakai bikini. Well, ia pernah melihat Catty yang hanya berbalut selimut dan bahu putihnya yang terpampang ketika selimutnya melorot saat tidur di pondok berburu Green Forest. Tapi tidak pernah secara keseluruhan seperti bila sosok itu menggunakan bikini.
"Kau sengaja bukan, Yoan!" Desis Claude di keheningan kamarnya. Matanya nyalang menatap langit-langit kamar. Tersiksa membayangkan sosok Catalina dalam balutan bikini.
__ADS_1
Vincent yang berada di kamar mandinya mengguyur tubuh dengan air dingin. Mandi dengan air dingin walaupun sudah malam, berharap dapat menenangkan hati dan pikirannya.
Yoana pasti sengaja mematikan ponselnya agar ia tidak dapat dihubungi. Wanita itu sengaja agar Vincent tidak dapat menyusul. Kekhawatiran Vincent akan semakin menjadi jika ia tidak melihat wanita itu , sekarang semakin membesar karena ia tidak tahu dimana wanita itu berada. Rodrigo memang tidak akan jadi bahaya lagi. Tapi bukankah di luar sana selalu akan ada bahaya?
Setelah mandi, Vincent melilitkan handuk ke pinggang kemudian keluar menuju balkon. Ia memegang pagar balkon dan menghembuskan napas.
"Kenapa terasa ...." Vincent berhenti bicara, mendongak menatap langit malam lalu memutuskan meminta bantuan Blaird.
Ia masuk kembali, mengambil ponselnya dan bermaksud menghubungi Blaird ketika ponselnya malah berdering. Vincent mengernyit ketika melihat nama Hamilton.
"Ya, Paman ...."
"Vincent ... kau belum tidur?"
"Belum ...."
"Kenapa? Sedikit gelisah?"
"Well ... kurasa kau harus berterima kasih karena aku meneleponmu. Awalnya aku setuju menyimpan rahasia. Tapi setelah melihat apa yang mereka lakukan pagi tadi, aku memutuskan kau dan Claude harus tahu. Instingku mengatakan Yoana dan Catalina mendekati sesuatu yang berbahaya. Kita tidak tahu orang seperti apa Alrico Lucca itu bukan."
"Tunggu ... Paman, kau bilang Yoana dan Catalina? Kau tahu dimana mereka?"
"Ya, Vincent. Keduanya ada di rumah pantai White Sand. Berlibur dan sekaligus bermaksud mencari Marylin. Karena itu tadi pagi mereka mendatangi Mansion Lucca. Mereka tidak bertemu dengan Alric maupun Diego. Kepala pelayan di sana mengatakan kedua pria itu akan kembali dua hari lagi. Catalina memutuskan menunggu, dia ingin memastikan dimana Marylin. Aku memutuskan memberitahumu setelah tahu hal ini. Entah mengapa, setelah melihat kedua pria itu di restoran tempo hari saat kita makan malam dengan Serge dan Mary, instingku mengatakan keduanya sedikit mencurigakan."
Vincent memijit pelipisnya. "Baik, Paman. Besok kami pergi. Terima kasih sudah memberitahuku."
"Ya ... tidurlah dengan nyenyak, Vincent. Kau sudah tahu Yoana dimana bukan ... dia sudah meringkuk di kasurnya dan tidur nyenyak. Tidak perlu mengkhawatirkannya." Hamilton mengakhiri kata-katanya dengan tertawa.
Vincent melempar ponselnya ke atas kasur. Ia duduk dan memejamkan mata, dengan sebelah tangan ia menyisiri rambutnya yang basah, Vincent mendesis,
"Kau tidak boleh kemana-mana, Yoan. Bagiku cukup bila kau selalu ada di dekatku ...."
__ADS_1
*********
Claude bangun pagi, mandi dan sedang menikmati sarapannya ketika Vincent datang dan terlihat sudah siap pergi.
Laki-laki itu mengambil roti dan duduk di kursinya sebelum bicara.
"Aku sudah menemukan mereka, Claude. Selesai sarapan kita berangkat. Aku sudah mengurus penerbangannya. Siapkan keperluanmu."
"Yoana dan Catty?" tanyanya .
Vincent mengangguk.
"Dimana? " tanyanya cepat.
"White Sand. Bersama Simon dan Hamilton."
"Apa ... mereka benar-benar pergi ke pantai ?...." Claude langsung membayangkan Catalina yang berjemur dengan hanya menggunakan bikini. Ia mendorong piring makannya lalu mengambil jus yang ia minum sekaligus. Kemudian dengan menghapus sisa jus di bibirnya Claude bangkit dan melangkah pergi.
"Aku akan bergegas, Barang yang kubawa hanya sedikit. Kau cepatlah sarapan. Aku akan menunggu di aula depan." Claude langsung meninggalkan Vincent yang terlihat menaikkan kedua alisnya. Heran melihat Claude bergegas meninggalkan sarapan.
Claude Ingin cepat berangkat dan menggagalkan liburan ala Yoana, benar-benar gusar membayangkan Cattynya berjemur dengan hanya mengenakan bikini.
"Awas saja kalau kau membiarkan Catalina melakukan itu, Yoana ...." Claude berbisik sambil melompati dua undakan tangga sekaligus, naik ke lantai atas tempat kamarnya berada dan mulai berkemas.
N E X T >>>
**********
From Author,
Jangan lupa klik like, klik love, vote, bintang lima dan juga komentarnya ya my readers. Sebagai penyemangat dan vitamin biar author semangat dalam menulis.
Cek karya author yang lain di kolom profil. Klik pada kolom 'karya'. Mampir dan baca juga kisah Amy dan Derek di Passion of My Enemy serta Reggie dan Mike dalam Love Seduction.
Terima kasih semuanya,
__ADS_1
Salam hangat, DIANAZ.