Embrace Love

Embrace Love
CH 18. Wager


__ADS_3

Luigi menatap sekretarisnya dengan marah.


"Apa maksudmu dibatalkan?"


"Begitulah informasi dari bagian personalia, Dokter. Seorang pria datang dan membatalkan kontrak kerja atas nama Nona Seymor. Dia bahkan membayar kompensasi yang dituangkan dalam kontrak bahwa jika kontraknya dibatalkan sepihak, maka yang bersangkutan akan membayar jumlah tertentu."


"Itu bukan jumlah yang sedikit." Luigi mengerutkan kening.


Siapa orang itu? Catalina tidak akan punya uang sebanyak itu untuk membayar kompensasi pembatalan. Kalaupun ia punya, gadis itu pasti lebih memilih menggunakannya untuk panti. Bukan untuk membayar sesuatu yang seperti ini.


"Apakah mereka menanyakan siapa orang itu?"


"Orang itu tidak mengenalkan diri, Dok. Hanya mengatakan ia diutus Miss Seymor untuk membatalkan kontrak kerjanya."


Luigi menggeram lalu berteriak kencang.


"Aarrrrhhhh!" Kepalan tangan Luigi memukul meja kerja di hadapannya. Membuat sekretarisnya terlonjak dan mulai melangkah mundur.


"Bagaimana sosok orang itu!?"


Sekretaris Luigi tampak menelan ludah sebelum menjawab pertanyaan dokter itu.


"Seorang laki-laki dengan wajah dingin, terdapat bekas luka melintang di wajahnya. Bertubuh tinggi dengan rambut berpotongan pendek, mata coklat dengan rambut hitam." Sekretaris Luigi mendeskripsikan sosok pria itu sesuai perkataan bagian personalia.


Luigi mengernyit. Tidak ada teman atau siapapun di masa lalu Catalina yang sesuai deskripsi itu saat mereka masih bekerja di klinik dulu. Luigi menarik napas panjang.


"Baiklah. Kau boleh pergi."


Dengan cepat sekretaris itu meninggalkan ruangan Luigi dan menutup pintu.


"Kemana kau pergi, Catalina?" Dokter Luigi memejamkan matanya rapat-rapat sambil bersandar lelah di kursinya.


**********


"Kurasa kita harus mengenalkan Leonard pada semua relasi dan orang-orang yang bekerja untuk kita." Yoana menatap adiknya yang menunduk menatap sebuah berkas dengan Vincent berada di sampingnya.


"Apa?" Claude mengangkat kepalanya.


"Baby Leon sudah hampir 9 bulan. Kita harus mengenalkannya sebagai anggota keluarga Bernard."


Claude hanya mengerutkan kening.


"Tapi orang -orang akan bertanya-tanya, Yoan. Siapa orang tua Leon. Kita bertiga tidak ada yang menikah."

__ADS_1


"Katakan saja yang sebenarnya. Bahwa Simon adalah ayahnya."


"Lalu orang-orang itu akan mulai bergosip tentang Simon. Skandal bocah itu sudah terlalu banyak! Tidak perlu menambahnya lagi."


"Kalau begitu katakan saja dia anakmu."


Claude mengernyit, lalu tawanya meledak. Ia terbahak-bahak. Yoana memandangnya dengan kesal, sedang Vincent masih seperti biasa, tanpa ekspresi.


"Kau mau membuat predikatku sebagai the most desirable bachelor turun tahta ya Yoan?"


Yoana mendengus mendengar julukan yang dibuat oleh beberapa majalah terkenal untuk adiknya itu.


"Para wanita itu malah akan semakin mengincarmu bila mengetahui kau memiliki seorang putra. Tapi tidak terlihat seorang wanita pun yang menjadi ibu bagi putramu itu. Mereka akan semakin berlomba-lomba menarik perhatianmu dan menjadikan Leon sebagai jalan pintas untuk mendekatimu." Yoana menyeringai ketika melihat wajah Claude berubah ngeri.


"Dan predikatmu akan bertambah jadi satu lagi, dari bujangan yang paling diinginkan sekaligus predikat baru *t*he most targeted Daddy ...."


Sekarang wajahmu pucat, Claude.


Yoana tertawa dalam hati. Vincent malah tertawa kencang di belakang Claude. Membuat kakak beradik itu menoleh ke arahnya.


"Jangan tertawa, Vincent!" Claude bersungut dan kembali menghadap Yoana.


"Atau kau katakan saja dia anakmu," ucap Claude menyeringai. Yoana menaikkan alisnya.


Yoana tidak pernah meninggalkan wajah Vincent saat ia berbicara. Claude terkikik geli, ia memegang perutnya ketika menoleh dan melihat wajah Vincent.


"Kita adakan pesta. Kenalkan Leonard sebagai anggota keluarga Bernard. Sebagai putraku dan Vincent! Bagaimana? Kau mau menikah denganku kan!?"


Claude terbahak mendengar kakaknya kembali menembak tangan kanannya yang dingin dan datar itu. Vincent terlihat berusaha menahan agar wajahnya tidak menampakkan apapun. Tapi kernyitan kecil di keningnya memperlihatkan kengeriannya terhadap saran Yoana.


"Jangan menggodanya lagi, Yoan! Kau tidak lihat dia sudah mau melarikan diri dari sini."


Yoana mendengus keras. Sama sekali tidak terlihat feminin, berkebalikan dengan penampilannya yang cantik dan anggun.


"Dia seperti es di kutub! Kau kira aku bisa menggodanya!"


Dehaman dari Vincent membuat kakak beradik itu menoleh lagi.


"Nona Yoan benar, Claude. Kita harus perkenalkan Leonard sebagai anggota keluarga Bernard terbaru. Tentang siapa orang tuanya katakan saja dia adalah putra keluarga Bernard. Tidak perlu menyebutkan nama siapapun diantara kalian bertiga. Biarkan saja orang-orang itu menebak. Itu bukan urusan kita. Namun posisi Leon di keluarga ini harus diketahui oleh seluruh orang-orang yang bekerja pada Bernard Corp."


Kedua kakak beradik itu diam mendengarkan. Vincent memang selalu didengarkan.


Semoga kali ini kalian juga mendengarkan kata-kataku. Aku ingin sekali melihat suatu kejadian yang seru. Kalian semua keluarga Bernard sangat kaku!

__ADS_1


"Simon juga harus hadir. Jadi kalian bertiga yang membawanya ke tengah podium dan memperkenalkannya. Katakan Leonard Bernard adalah putra keluarga Bernard."


Claude dan Yoana berpandangan.


"Akan ada yang mengira bahwa dia anak angkat, atau anak hasil hubungan gelap. Entah siapa diantara kalian bertiga yang akan di vonis sebagai pelaku hubungan gelap itu." Vincent geli dengan kemungkinan itu.


"Yang pasti bukan aku. Aku tidak melahirkannya," ucap Yoana .


"Memang media tidak melihat anda melahirkannya, Nona. Tapi kehidupan anda yang selalu tertutup bisa saja membuat mereka mengira-ngira. Lagipula rambut Leonard yang hitam mengindikasikan bahwa ia putra salah satu dari kalian."


Yoana cemberut. Ia memang kerap menyembunyikan diri dari media. Padahal ia bergerak di dunia entertain. Memiliki para model papan atas dan penguasa di bisnis kosmetik ternama. Namun kehidupan pribadinya memang tertutup. Media akan menggilas berita Leonard menjadi sangat gencar dan topik utama berminggu-minggu. Ia yakin itu.


"Aku jadi sangat penasaran. Siapa di antara kita bertiga yang akan ditebak oleh media sebagai orang tua dari Leonard." Claude tersenyum miring.


Vincent menyerigai. Kau terpancing Claude.


"Buatlah pesta yang sangat besar. Biarkan media hadir. Juga relasi dan orang-orang penting di perusahaan kita. Para model papan atas itu juga mungkin bisa ikut diundang." Vincent menatap Yoana .


Yoana berdiri dari tempat duduknya. "Mau bertaruh Claude?"


Claude menyeringai lebar. "Tentu saja. Apa yang kau inginkan ketika kau menang?"


"Kau menikah! Calonnya kau cari sendiri, atau aku yang akan mencarikannya untukmu! Buat pewaris selanjutnya untuk keluarga Bernard!" Yoana menyeringai. Sangat senang dengan taruhannya.


"Menarik sekali. Kalau begitu aku juga mengajukan taruhan yang sama untukmu, Kakakku sayang. Jika aku yang menang, kau yang menikah. Kau cari sendiri, atau aku yang mencarikan, kuserah padamu." Claude balik menyeringai.


Mata Yoana melirik ke arah Vincent.


"Menikah, Yoan! Siapapun pria itu. Meskipun bukan seorang Vincent Nueva Machado!" ucap Claude tegas.


N E X T >>>


**********


From Author,


Uhuyyyyyy.....


Saling tantang ni kakak beradik. Siapa yang akhirnya harus menikah?


Jangan lupa like dan komentar ya guys. love dan bintang 5 juga bagi yg belum klik.


Terimakasih semua.

__ADS_1


Salam, DIANAZ.


__ADS_2