
Natalia mengetatkan gerahamnya menahan rasa kesal. Mereka sudah memulai makan malam sedari tadi. Namun Luigi belum juga datang. Apa laki-laki itu akan membatalkan kehadirannya di saat-saat terakhir seperti pertemuan-pertemuan yang di atur oleh kedua orang tua mereka dulu?
Kedua orang tuanya sudah bersusah payah untuk memenuhi undangan dari keluarga Luigi. Maldini Stefano dan istrinya Esmeralda memang menyambut mereka dengan ramah dan tangan terbuka. Memperlakukan Natalia sebagai seorang calon menantu idaman. Namun Luigi Stefano masih sama seperti dulu, menganggap pertunangan itu hanya angin lalu termasuk Natalia yang merupakan model papan atas dengan kecantikan bak dewi dan tubuh mempesona, tidak pernah membuat laki-laki itu merasa tertarik sedikitpun padanya. Hanya kehendak kedua orang tuanya sajalah yang membuat Luigi diam ketika rencana pertunangan mereka akhirnya ditetapkan antara kedua orang tua mereka. Kedua keluarga mencapai sepakat untuk menyatukan Luigi dan Natalia.
"Ah ... maafkan Luigi, Natalia. Sepertinya ia akan terlambat. Aku akan meneleponnya." Nyonya Stefano segera pamit meninggalkan meja dan pergi ke ruangan sebelahnya diikuti pandangan mata oleh semua orang yang ada di meja makan.
Dengan bisikan menuntut, Nyonya Stefano menegur putranya ketika putranya itu mengangkat panggilan ponselnya.
"Luigi ... Ibu mohon. Kali ini saja. Mereka sudah datang kemari."
"Aku sudah di depan. Tunggulah." Suara dingin putranya itu terdengar sebelum panggilan itu kembali mati. Nyonya Stefano menarik napas lega. Ia menunggu sebentar dan benar saja, ternyata Luigi muncul beberapa saat kemudian. Ia menyambut putranya yang segera mencium pipinya.
"Kau terlambat."
"Sudah bagus aku mau datang, Mom."
Nyonya Stefano menarik napas panjang sebelum akhirnya bersama Luigi melangkah menuju ruang makan.
"Kau datang juga akhirnya." Maldini Stefano menegur putranya dengan suara tajam. Luigi tidak menggubris ayahnya. Ia hanya mengangguk sopan pada kedua orang tua Natalia yang membalas anggukannya dengan tersenyum, lalu mengambil tempat duduk di samping ibunya. Mereka semua hampir selesai makan, jadi Luigi hanya duduk dan menyesap anggur di gelas yang sudah ada di hadapannya. Luigi sama sekali tidak melirik sekalipun pada gadis dengan gaun berwarna biru laut yang duduk di seberang mejanya.
Natalia mengetatkan gerahamnya kembali. Ia sungguh merasa diabaikan dan dipermalukan.
Setelah jamuan makan malam selesai, Maldini Stefano membimbing para tamunya ke ruang santai. Alunan musik di ruangan itu membuat senyum Stefano melebar.
"Luigi ... ajaklah Natalia berdansa!" Perintah Tuan Stefano. Luigi yang tegak di dekat dinding tidak bergerak, gelas anggur masih terjepit diantara jari-jarinya. Ia tidak menggubris perintah itu sampai ibunya mengulurkan tangan dan mengambil gelas yang ia pegang. Kembali teguran halus terdengar.
__ADS_1
"Jaga sikapmu anak muda! Jangan mempermalukan orang tuamu!" Nyonya Stefano berbisik dengan rahang mengeras. Putranya sangat keras kepala, persis seperti suaminya.
Dengan menarik napas berat Luigi mendatangi Natalia. Ia mengulurkan tangan mengajak berdansa. Natalia memamerkan senyuman paling manis yang banyak dipuji oleh para penggemarnya pada pria itu.
"Aku diperintahkan untuk mengajakmu berdansa. Aku sangat bersyukur jika kau menolak saja ajakan ini." Dengan wajah datar dan suara bernada dingin Luigi berbisik pada Natalia. Membuat senyum manis Natalia segera menghilang. Dengan penuh tekad Natalia mengulurkan tangannya ke dalam genggaman Luigi. Seolah menantang pria itu melepaskan tangan mereka di hadapan pasangan orang tua mereka yang mengamati. Luigi menipiskan bibirnya melihat uluran tangan gadis itu. Ia terpaksa mengajak gadis itu ke lantai dansa.
Luigi berdansa dengan enggan. Natalia mencoba memasang wajah sendu dan sedih.
"Kenapa kau begitu membenciku. Apa salahku padamu?" bisiknya mengiba.
"Tidak usah berpura-pura di hadapanku, Natalia Ambroz. Aku muak melihatnya, yang kau inginkan hanyalah uang dan kekayaan bukan?"
Natalia menahan kejengkelannya, mereka bergerak dalam dansa dengan hati membara panas menahan kemarahan. Namun Natalia mencoba tetap tersenyum.
"Tentu saja aku mencintaimu, Luigi. Aku menyukaimu saat pertama melihatmu," bisik Natalia merayu.
"Aku tahu reputasimu sebelumnya, Natalia. Kau hanya tidak dapat menangkap buruan pertamamu, dia terlalu liar untuk kau jerat. Kau terlalu lemah dan tanpa daya di hadapannya, hanya debu di kakinya. Karena itu kau mengalihkan target buruanmu."
Natalia membelalakkan matanya, tidak menyangka Luigi sudah menyelidiki kisah hidupnya sebelum rencana pertunangan keluarga mereka terjadi. Dulu ia memang mengejar Claude Bernard mati-matian, posisinya sebagai model yang membawa nama brand B fashion and cosmetic membuatnya mudah mendekati laki-laki itu. Namun seorang wanita bernama Tania telah membuat hati laki-laki itu membeku, ia memandang dingin dan jijik bila seorang wanita diketahui mau mendekatinya.
Natalia menghentikan semua usahanya setelah mendapatkan ancaman dari Yoana, kakak laki-laki itu sekaligus pemegang dari kontrak Natalia sebagai model kelas atas negeri ini dan yang mengorbitkannya hingga terkenal. Yoana mengancam akan mendepaknya dari B House..Membuat Natalia tidak punya pilihan lain selain mundur. Tapi hatinya selalu masih berdesir dengan gairah dan keinginan jika ia melihat Claude Bernard. Tidak seperti ketika ia memandang Luigi Stefano yang dingin ini, pria ini sedikitpun tidak mau bersikap baik.
"Itu masa lalu, Luigi. Sekarang aku sudah dicalonkan sebagai istrimu. Tentu saja aku hanya akan mencintai dirimu saja," ucap Natalia manis.
"Terserah padamu saja. Silakan sesukamu agar kedua orang tuaku senang. Kau hanya akan mendapatkan status. Setelahnya menjauhlah dariku Natalia!" Luigi sengaja berbisik di telinga Natalia, membuat dua pasang orang tua mereka memandang senang ke arah pasangan yang tengah berdansa itu.
__ADS_1
"Kau pandai bersandiwara bukan? Mainkan peran menantu dan istri dengan baik, kau akan mendapatkan uang, kekayaan dan juga pamor yang kau inginkan. Tapi ingat perkataanku ... jangan campuri urusanku dan menjauhlah!"
Luigi menegakkan tubuhnya seiring alunan musik yang berakhir dan dansa mereka terhenti. Ia meninggalkan Natalia lalu berbalik ke arah pasangan orang tua mereka yang duduk di sofa di dekat lantai dansa.
"Maafkan aku Dad, Mom. Ada panggilan mendadak dan aku harus pergi. Maafkan tidak bisa menemani kalian sampai selesai Tuan, Nyonya Ambroz." Luigi membungkuk hormat dan melangkah menjauh.
"Luigi!" Stefano memanggilnya dengan suara menggelegar. Namun putranya itu tetap melangkah pergi tanpa menggubrisnya.
"Sudahlah Stefan. Kurasa ia memang sedang sibuk." Ayah Natalia mencoba menenangkan calon besannya yang terlihat murka.
"Maafkan sikap putra kami." Nyonya Stefano memandang tamunya sambil meminta maaf.
"Tak apa Esmeralda. Setidaknya ia datang dan mau berdansa dengan Natalia kami. Sayang, apa yang tadi Luigi bisikkan padamu?" Nyonya Ambroz memandang putrinya yang masih berdiri terpaku di tempatnya di lantai dansa.
"Ummm ... sesuatu tentang pekerjaan, Mom. Dia harus mengurus sesuatu." Natalia tersenyum kecut. Wajahnya sangat sulit diatur agar terlihat biasa saja, kemarahannya merangkak keluar setelah mendengar kata-kata Luigi.
Aku akan menjeratmu dalam pernikahan dan memasuki duniamu lalu mengobrak-abrik semuanya hingga hancur berantakan!! Kau tunggu saja dokter Luigi Stefano!! Aku akan membalasmu!!
N E X T >>>
**********
My readers semua, jangan lupa like dan komentar ya, bintang lima dan klik favoritenya oke.
Terimakasih semuanya🙏🙏
__ADS_1
Salam, DIANAZ.