
Yoana melirik Vincent dari balik kacamata hitamnya dan menilai ekspresi pria itu. Wajah gusar yang ditampakkan laki-laki itu tadi ketika tiba membuat Yoana merasa senang.
Claude dan Catalina sudah pergi menyusuri pinggir pantai. Yoana tersenyum miring melihat keduanya bergandengan tangan.
"Kalian tidak menemukan Marylin?" Vincent duduk di kursi santai di samping Yoana. Yoana tiba-tiba membuka kaosnya dan melemparkan ke atas meja minuman yang memisahkan kursinya dengan kursi Vincent. Sedikit terkejut pada awalnya, lalu Vincent kembali menatap dengan wajah datar. Yoana berbaring di kursinya yang berada di bawah payung pantai. Dari balik kacamatanya. Yoana sesekali melirik ke wajah Vincent.
"Apa kau harus memakai model seperti itu?"
Yoana menoleh, lalu kembali menatap payung di atasnya, seolah tidak peduli pada kata-kata Vincent.
"Pakai lagi kaosmu. Kau tidak lihat pria di sebelah sana menatap terus ke arah sini!"
Yoana menoleh ke arah yang dimaksud Vincent. Seorang pria yang hanya memakai celana renang ketat tampak berbaring di kursi santainya, kepala pria itu menoleh ke arah Yoana.
Yoana mengangkat tangannya, melambai ke arah pria dengan perut sixpack dan tampak atletis itu.
"Apa yang kau lakukan!?" seru Vincent, sangat gusar melihat tindakan Yoana.
"Kenapa? Dia terus menatapku, aku ingin berkenalan," ucap Yoana dengan senyum lebar, " Dia kelihatan panas...."
Yoana bangkit dari kursinya, kain yang ia pakai diterbangkan angin hingga kedua kakinya terbuka sampai ke paha, bayang celana renang warna merah tampak jelas di mata Vincent.
Yoana memegang ujung tali pengikat kain. Bermaksud melepas kainnya.
"Jangan lakukan itu .... " desis Vincent.
Yoana tidak menggubris, ia baru saja akan menarik ujung tali ketika Vincent berdiri dan memerangkap tubuhnya.
"Kau membuatku kesal, Yoan!"
Lalu tubuh Yoan diangkat ke atas bahu. Kain yang menutup kakinya belum sempat terbuka.
Vincent berbalik dan membawa Yoan yang menjerit ke arah jalan pulang.
"Vinceeee.....!!!" Tawa Yoana menggema seiring teriakannya.
"Turunkan aku, Vince! Ya, Aku tidak akan membuka kainku!" ujarnya sambil tertawa. Ia memukul punggung Vincent dengan dua kepalan tangannya.
Setelah tiba di depan rumah pantai, Vincent menaiki undakan tangga dan mendorong pintu dengan kaki.
__ADS_1
"Kau tetap di sini atau ganti bajumu jika masih juga mau keluar!" ucap Vincent.
Yoana mengerutkan bibir, melangkah maju dan menghimpit tubuh Vincent sampai menempel di belakang pintu.
"Kenapa? Akukan sudah bilang aku mau berjemur dengan bikini ... Dan aku akan membuat tato," ucap Yoana dengan nada menggoda.
Vincent mendengus, menunduk menatap mata Yoana yang berbinar menatapnya.
"Mana berani kau menorehkan benda itu ke kulitmu Yoana Bernard. Kau tidak akan mau!" ucap Vincent meremehkan.
Yoana menjinjitkan kakinya, mendekatkan wajah ke wajah vincent. Tapi ia hanya mencapai dagu pria itu walaupun sudah menjinjitkan kaki. Yoana memegang kain pinggangnya dan bertindak seolah akan menariknya ke bawah.
"Kau tidak percaya? Mau lihat pinggulku?" goda Yoana lagi.
"Coba tebak aku mengukir gambar apa di sini ...." Yoana meliukkan pinggangnya untuk menunjukkan kepada Vincent.
Mata Vincent menyipit, memandang ke arah bawah, ke belahan yang tertutup bikini merah, lalu kearah tangan Yoana yang masih memegang kainnya sambil seolah-olah menarik ke bawah untuk memperlihatkan bagian pinggulnya.
"Kau akan ku kurung di sini!" lalu Vincent kembali mengangkat Yoana dan mendudukkannya ke atas sofa. Ia sendiri memilih pergi dan mengunci Yoana dari luar.
Yoana tertawa terbahak, sudah lama sekali ia tidak pernah menggoda pria itu. Terasa menyenangkan dan sangat hidup. Seolah kenangan bagaimana mereka bersikap satu sama lain dulu terulang kembali.
Vincent menyugar rambutnya sambil menuruni undakan tangga. Ia diam sebentar untuk menetralkan detak jantung dan menata nafas sambil melihat ke arah Seth dan Lucas lalu ke arah Claude dan Catalina di kejauhan. Vincent akhirnya memilih untuk duduk bersama Seth. Ia melangkahkan kaki setelah menghembuskan nafas panjang. Senyum kecil terbentuk di sudut bibirnya tatkala bayangan Yoana tadi kembali melintas.
Vincent yang datang sambil tersenyum sendiri itu, membuat Seth dan Lucas saling berpandangan dengan tatapan heran.
Di pinggir pantai, Catalina membiarkan ombak kecil menyapu kakinya. Fikiran yang menggayuti otaknya tidak bisa hilang. Ia khawatir pada Marylin.
Tangan besar yang menyusup dan kemudian menggenggam tangannya membuat Catalina menoleh.
"Jangan khawatir. Aku dan Vincent akan menghubungi Alric. Kita akan menemukan Marylin."
Catalina tersenyum teduh, Claude tahu apa yang tengah ia fikirkan.
"Terima kasih, Claude. Hanya kalian yang bisa membantunya. Aku ... Aku hanya bisa minta bantuan kalian ...."
"Shhhh ... Apa yang kau katakan Catty. Aku mencintaimu, aku akan melakukan apapun untukmu. Lagipula ini tentang kakakmu ..."
Catalina membalas genggaman tangan Claude, dan tersenyum berterima kasih. Lalu Claude berdehem keras sambil menarik Catalina mendekat.
__ADS_1
"Katakan padaku ... Apa Yoana mengajakmu berjemur dengan memakai bikini? Kau melakukannya? Kemarin atau hari ini?" tanya Claude dengan rasa penasaran yang kental.
"Kau ini ... Mana bisa aku memakai bikini. Aku akan terlihat gemuk!" ucap Catalina. Claude malah membayangkan gadis itu akan tampak sangat sexi.
"Siapa yang mengatakan hal bodoh itu?" tanya Catalina sambil mengerutkan kening.
"Kau akan tampak sexi dengan bikini. Tapi hanya boleh jika kau berenang di kolam renang mansion Bernard. Tidak boleh di tempat umum! Hanya aku yang boleh melihat!"
Ucapan Claude membuat Catalina seketika memerah malu. Lalu tangan Claude meraup tubuh gadis itu, jemarinya mengelus pinggul Catty.
"Katakan. Apa Yoana benar-benar mengajakmu membuat Tato di sini?" tanyanya sambil menunjuk satu titik di pinggul Catty.
Catalina membelalak, ia kira Claude hanya bercanda. Tapi ketika ia menatap mata Claude yang tampak serius, ia tahu laki-laki itu tidak main-main dengan pertanyaannya. Seketika tawa Catalina pecah, dadanya berguncang menahan rasa geli.
"Claude ... sebenarnya apa yang Yoana katakan padamu, hingga kau menanyakan hal ini?"
Claude menarik nafas lega, jawaban Catalina membuatnya yakin kalau Yoana hanya melebih-lebihkan liburan ala wanita seperti yang ia tulis di surat.
"Tidak ada ... Kakakku kadang sedikit keterlaluan kalau bergurau. Aku yakin ia juga mengerjai Vincent. Kau lihat dia diangkut pulang tadi bukan?"
"Ya ... Dan kurasa itu ada hubungannya dengan pria dengan perut kotak-kotak yang berbaring sebelah sana," ucap Catty.
Claude menyipit mendengar ucapan Catalina. Berarti gadis itu juga menatap ke arah pria yang tengah berbaring itu. Claude menarik tangan Catty dan meletakkannya di pinggangnya.
"Apa kotak-kotak itu yang membuatmu tertarik? Kau mau lihat punyaku? tarik saja kaosku, aku juga punya ...." Claude menyeringai geli ketika ucapannya membuat Catalina melepaskan pegangannya di pinggang Claude dengan wajah merona bahkan sampai ke telinga gadis itu.
N E X T >>>
**********
From Author,
Ikuti kisah Alric yang akan pulang ke mansion Cougar dan bertemu ibunya yang sudah ada di tempat itu. Apa yang akan terjadi???
Ih, kayak apa aja, kuizz kaleee. wkwkkwkw
Jangan lupa tekan like, tekan love, komentar ,bintang lima, vote nya juga ya my readers.
See you at the new chapter.
__ADS_1
Terima kasih semuanya.
Salam hangat, DIANAZ.