
Catalina bermimpi. Ia menggendong Leon di sebuah taman yang sangat indah. Mereka tertawa bersama, Leon tak henti mengoceh dengan suara riang. Catalina menimang bayi itu, membawanya sambil berputar, lalu tubuhnya menabrak dada keras seseorang, Catalina mendongak, seorang pria dengan wajah kejam dan dingin ada di hadapannya.
Laki-laki itu merebut Leon dan mendorong Catalina begitu keras sampai ia tersungkur. Catalina berusaha bangun dan mengejar, namun kakinya seolah tertanam di tanah. Ia tidak mampu bergerak, hanya teriakannya yang membahana memanggil nama Leon berulang ulang.
Yoana mengernyitkan dahinya memandang Catalina yang terbaring di ranjang rumah sakit. Claude meneleponnya mengatakan bahwa ia dan Vincent telah menemukan Catalina. Gadis itu diserang segerombolan pria dan akhirnya pingsan.
Catalina berulang kali mengigau, memanggil nama Leon bahkan berteriak. Terakhir ia menangis sambil memanggil-manggil nama Leon berulang kali. Yoana berusaha membangunkannya dengan menggoyangkan bahu gadis itu.
"Lina! Catalina! Bangunlah! Hei! Kau mengigau!"
Claude dan Vincent saling berpandangan ketika melihat Catalina menangis pilu di dalam tidur.
Akhirnya goyangan di bahunya membuat Catalina membuka mata. Ia melihat sekeliling dengan bingung.
"Kau ada di rumah sakit," ucap Yoana. Catalina memandang wanita itu dan mulai menangis.
"Yoan! Leon ... Oh Tuhan." Catalina sesenggukan keras.
"Dimana Leonard, Lina?" Yoana bertanya dengan suara dingin. Ia mendapat laporan kalau Catalina menyusulnya ke kantor dengan alasan akan pergi bersamanya ke rumah sakit karena jadwal imunisasi Leon. Tapi gadis itu tidak pernah menemuinya. Ia segera mengecek rekaman cctv lobi kantor dan ternyata gadis itu memang masuk sebentar dengan menggendong Leon, tapi kemudian keluar lagi dan pergi meninggalkan gedung B Corp.
"Kemana kau menitipkan Leonard!?" Yoana kembali bertanya dengan tidak sabar. Bukan jawaban yang ia terima, tapi suara tangis Catalina malah menjadi semakin keras.
"Claude dan Vincent menemukanmu di gang kotor itu sendirian tanpa Leon! Para penjahat itukah yang mengambil Leon!?"
__ADS_1
Catalina menggelengkan kepala berulang kali.
"Bu ... bukan ... penculikannya di ca ... cafe." Ia berhenti dan membersitkan hidung. Claude memandang kasihan pada gadis itu. Terlihat sekali ia shock dan cemas bukan kepalang.
"Apa! Penculikan!?" Suara Yoana menggelegar. Ia menarik lengan Catalina dengan kasar.
"Ceritakan semuanya gadis bodoh! Kau berniat membawa Leon kabur dan malah menyerahkannya kepada penculik!" Yoana berteriak histeris. Claude segera menarik kakaknya karena Yoana mulai mendorong tubuh Catalina berulang kali dengan kasar.
"Lepaskan aku Claude! Leonard sendirian di luar sana! Semua ini karena dia egois! Dia hanya memikirkan dirinya sendiri! Sekarang Leon tidak tahu ada dimana!" Yoana juga mulai menangis.
"Shhhhh ... Shhhhhh ... Yoan ... Hei! Tenanglah! Dengarkan aku!" Yoana berhenti dan memandang adiknya.
"Orang-orang Vincent sudah bergerak mencarinya. Tenanglah. Semuanya akan baik-baik saja. Percayalah padaku." Claude memeluk kakaknya. Berharap Yoana menghentikan kemarahan dan kecemasannya yang sebenarnya tidak perlu. Ia menatap Vincent sambil mengerutkan dahi.Vincent balas mengerutkan dahi.
"Sekarang bagaimana, Claude? Akan kita apakan gadis ini!?" Yoana memandang dingin pada Catalina yang masih menangis.
"Dengarkan aku, Cat ... tanpa permohonan darimupun, aku akan menemukan keponakanku! Kami akan mengasuhnya dalam naungan keluarga Bernard. Hasil DNA juga sudah membuktikan kalau ia adalah anak kandung Simon. Kau tidak akan punya hak apapun lagi pada Leonard. Kau juga tidak akan menang jika kau membawa hal ini ke pengadilan. Selain fakta transaksi uang yang kau lakukan untuk membeli Leonard dari Marilyn dan pernyataan Marilyn bahwa kau akan menjualnya ke penawar tertinggi, kejadian penculikan ini akan jadi bahan pertimbangan para hakim. Kau tidak becus mengasuh Leon!" Penjelasan panjang dari Claude membuat sepasang mata biru jernih itu terbelalak. Claude menambahkan dengan kejam.
"Aku hanya memberimu tawaran satu kali lagi. Kalau kau menolaknya, maka kau tidak akan pernah melihat Leon lagi! Jika nanti kami menemukan Leon, maka kesempatanmu agar tetap bisa bersamanya adalah dengan cara menjadi pengasuhnya dan mendampingi Yoana sampai Leon akhirnya terbiasa dengan Yoan."
Catalina membuka mulutnya namun menutupnya lagi sedetik kemudian. Yoana melihat gadis itu berpikir keras. Tapi Yoana tahu, Claude sesungguhnya tidak memberikan pilihan. Gadis keras kepala itu akan menurut. Yoana sangat yakin, karena Catalina sangat menyayangi Leon. Ia tidak akan mau berpisah dengan bayi itu.
"Dan aku ingatkan padamu ... jangan coba-coba melarikan Leon lagi ketika nanti ia telah kami bawa kembali. Kau akan merasakan akibatnya jika sekali lagi kau melakukannya! Camkan kata-kataku, Cat." Claude menambah ancamannya dengan suara dingin. Ia menatap dan tahu kalau ia berhasil menakuti gadis itu. Tidak ada pilihan lain bagi Catalina jika ingin terus bersama Leon.
__ADS_1
"Tap ... tapi pekerjaanku ...." Catalina terbata.
"Vincent akan membatalkan pengajuan kontrak kerjamu dengan Eliza hospital. Kau bekerja pada kami. Kontraknya akan ditangani oleh Yoana, dan jangan takut tentang gaji. Kami akan memberikan tiga kali lipat dari jumlah yang diberikan oleh Eliza hospital padamu."
Catalina terdiam. Ia meremas kedua tangannya dengan gelisah. Claude melipat tangan di depan dada , menunggu jawaban yang sudah dapat ia tebak.
"Berapa lama batas waktunya? Sampai aku tidak dibutuhkan setelah Leonard akhirnya terbiasa dengan kalian? Lalu apakah aku akan di usir pergi dan tak bisa melihat Leon lagi?" Kesedihan mewarnai nada suara Catalina. Matanya mulai berkaca-kaca lagi.
"Tidak ... jika kau bersikap baik, mungkin aku akan memberikan izin jika kau rindu bertemu dengan Leonard setelah nanti kontrakmu selesai." Yoana menjawab pertanyaan Catalina sebelum Claude membuka mulutnya.
"Tapi seperti yang Claude katakan tadi, jangan coba-coba untuk melarikan Leonard lagi! Kali ini kami mungkin akan membiarkanmu diperkosa dan dibunuh oleh para penjahat itu. Hari ini kau beruntung Claude dan Vincent menemukanmu tepat waktu."
Catalina bergidik dan menggosok lengannya tiba-tiba. Ngeri membayangkan tubuhnya digerayangi para pria itu.
Catalina menelan ludah. Tidak ada pilihan lain, ia tidak mau berpisah dengan bayinya. Ia akan memberikan penjelasan pada dokter Luigi bila nanti ponselnya sudah dikembalikan oleh Yoana.
"Baiklah. Aku akan bekerja untuk kalian. Asal kalian mencari dan menemukan Leon. Aku akan melakukan apapun agar bayiku selamat." Catalina memandang Yoana yang segera menepuk bahu Claude.
"Segera pergi dan lakukan tugasmu, Claude! Tinggalkan kami di sini, temukan Leon secepatnya sebelum terjadi sesuatu padanya." Yoana memberikan perintah pada adiknya yang menaikkan alis. Vincent tersenyum geli, ia keluar lebih dulu dari ruangan itu sebelum diusir oleh nona besar Bernard.
"Dan kau, Lina. Berbaringlah lagi, istirahatkan kepalamu! perintah Yoana lagi.
Catalina menurut, kepalanya memang terasa masih pusing. Ia memejamkan mata dan berdoa di dalam hati. Semoga Claude dan Vincent menemukan Leonard dalam keadaan sehat dan tidak kurang apapun sesegera mungkin .
__ADS_1
N E X T >>>
**********