Embrace Love

Embrace Love
CH 91. The truth


__ADS_3

Diego memandang file yang diberikan oleh pria yang ia sewa untuk mencari data tentang Alexandro tujuh tahun yang lalu. Diego mendapatkan cerita versi berbeda dari Serge yang ia sekap di penjara.


Diego tidak punya dendam apapun pada pria itu. Jadi ia memisahkan Serge dari Marylin sesuai perintah tuannya, lalu membawa Serge ke mansion Leopard.


Serge dikurung di penjara bawah tanah bersama seekor Leopard bernama Lady Rose. Diego tidak perlu melakukan apapun untuk menyiksa Serge agar bicara tentang kejadian tujuh tahun lalu di jalanan kota saat dini hari yang menewaskan tuan Alexandro. Pria itu bicara dengan lancar, ketakutan pada seekor kucing besar yang meringkuk malas di dalam kurungan yang berdampingan dengannya membuat Serge menjawab apapun yang ingin diketahui Diego.


Tapi ada suatu kesenjangan dari cerita Serge dengan hasil penyelidikan yang dilakukan oleh orang suruhan Nyonya Lucca. Secara diam-diam, setelah suaminya meninggal, Nyonya Annete Lucca menyelidiki kematian putranya, Alexandro Morelli. Keterangan yang diberikan Agenor, pemilik klub malam yang didatangi Alexandro membawanya pada seorang gadis bernama Marylin. Setelah mencari dan tidak dapat menemukan gadis itu, barulah Nyonya Annete menyerah.


Nyonya Annette memutuskan membawa masalah itu pada Alric. Alric yang menjadi sangat sibuk karena diberikan tanggung jawab setelah ayahnya meninggal menerima hasil penyelidikan ibunya dan mulai mencari Marylin.


Tuan Alric tidak melakukan penyelidikan lagi, rekaman cctv yang diberikan tuan Agenor pada orang suruhan ibunya sudah menjadi bukti. Di tengah heningnya malam, di jalanan di depan gedung terlihat Marylin dan Serge yang berlari keluar dari pelataran. Beberapa saat kemudian muncul tuan Alexandro yang mengejar. Marylin dan Serge berlari cepat menyeberangi jalan, lalu tuan Alex yang terus mengejar tidak melihat lagi ketika sebuah mobil melaju membelah jalanan, tidak sempat mengelak dan menabrak tuan muda yang terhempas dan tergeletak di pinggir trotoar.


Di layar terlihat Marylin dan Serge yang berhenti berlari, keduanya menoleh ke arah tubuh tuan Alexandro. Keduanya saling berpandangan, kemudian kembali lari, meninggalkan tuan Alex terbaring sendiri di jalanan. Mobil yang menabrak juga tidak terlihat di jangkauan cctv, penabrak itu juga lari.


Beberapa saat kemudian tangan tuan Alex terlihat bergerak merogoh kantong celana, pria itu sempat mengeluarkan ponsel dan melakukan panggilan cepat. Namun belum sempat panggilan itu diangkat, tangan pria itu terkulai dan tubuh itu tampak tidak lagi bergerak.


Pemilik klub malam Agenor mengenali foto tuan Alexandro Morelli ketika didatangi penyelidik yang disewa oleh Nyonya Annete. Pria itu mengatakan Alex terkadang datang ke klubnya dan bersenang-senang. Agenor juga mengatakan siapa gadis yang dikejar oleh Alexandro. Gadis yang sudah menjadi kekasih Alex sejak beberapa minggu dan yang kemudian pergi bersama pria lain, hanya menoleh dan tetap saja lari meninggalkan Alexandro yang tertabrak.


Diego mengetahui dari Serge bahwa Marylin hanya bekerja sebagai pelayan. Gadis yang saat itu masih berusia tujuh belas itu diumpankan oleh Agenor pada Alexandro.


Serge juga mengatakan Mary lari karena Alex bermaksud memperkosanya, juga melakukan kekerasan dengan memukul dan menyiksa gadis itu.


Mereka berdua lari dan dikejar oleh Alex. Serge tidak menampik kenyataan bahwa ia dan Mary melihat kecelakaan yang terjadi dan memang meninggalkan tubuh Alex yang tertabrak tanpa mau memeriksa apakah pria itu sudah mati atau masih hidup.

__ADS_1


Serge meminta Diego menyelidikinya. Kuncinya adalah tuan Agenor. Serge mengatakan Agenor hanya memberikan cctv di jalanan depan klub tapi tidak rekaman di lorong kamar atas klub. Dimana ia mendobrak pintu dan menyelamatkan Marylin dari kebejatan pria itu.


Diego membiarkan Serge tetap terkurung, tapi ia melakukan penyelidikan ulang. Hasilnya mengejutkan ... Agenor memang menjual Mary pada tuan Alexandro, gadis yang dianggap tidak memiliki siapapun kecuali ibunya yang gila. Tipe gadis yang dicari oleh tuan Alex agar tidak menimbulkan masalah ketika ia melakukan penyimpangan sexual yang ia derita.


Diego menemukan fakta bahwa tuan Alexandro menderita penyimpangan dengan suka melakukan kekerasan dan tindakan sadis untuk mencapai hasrat sexualnya agar terpenuhi. Dengan tarikan napas panjang, Diego bangkit, lalu melangkah meninggalkan ruangan kerja itu. Ia turun ke lantai bawah, menuju sebuah pintu dan mendorongnya.


Setelah menuruni undakan tangga, Diego tiba di depan kurungan Serge. Pria itu duduk di sudut terjauh, menjaga jarak dari kucing besar yang berjalan memutar di dalam kandangnya.


"Keluarkan aku dari sini!"


"Katakan Serge ... apakah kau benar-benar bukan kekasih Marylin?"


"Ck! Apa maksudmu!? Wanita itu sudah seperti adikku!"


"Agenor mengatakan Marylin menjadi kekasih Alex hanya untuk uangnya. Lalu ia pergi meninggalkan tuan Alex malam itu bersama kekasihnya. Kaulah yang Agenor maksud."


"Bisa saja ... yang saling mengenal sejak kecilpun bisa menjadi kekasih ketika dewasa."


Serge menarik napas panjang, lalu mengeluarkannya perlahan. Ia perlu meyakinkan tangan kanan Alrico ini agar cepat melepaskannya. Ia harus menolong Marylin.


"Kau tahu kenapa Marylin tidak takut padaku seiring pertumbuhan kami yang semakin dewasa? Padahal ia takut pada pria bertubuh besar sejak percobaan pemerkosaan itu. Selain karena alasan sudah berteman denganku sejak masih remaja, Marylin tidak takut karena tahu aku tidak akan melakukan apapun padanya. Aku mengalami disfungsi sexual. Alat kelaminku tidak bisa berfungsi sebagaimana mestinya! Lalu bagaimana aku dan dia bisa jadi sepasang kekasih! Kalian para bajing** siala*! Lepaskan aku! Lepaskan Marylin!" Serge berteriak garang.


Diego tercenung, setengah terkejut pada pengakuan pria berparas macho di depannya.

__ADS_1


"Apa kau puas Tuan Diego! Sebesar apapun tubuhku Mary tidak akan takut padaku! Aku sahabat terbaiknya! Dan aku bukan kekasihnya! Kau dengar itu! Lepaskan aku!"


Serge mengguncang terali, menyebabkan kucing besar di sebelahnya mengaum. Ia langsung berhenti dan diam tidak bergerak.


"Bersabarlah Serge. Aku perlu melakukan beberapa hal dulu sebelum melepaskanmu."


"Kau! Hei! Kembali Diego! Setidaknya keluarkan aku dari sini! pindahkan kemanapun asal jangan di samping binatang ini! Diego!"


Serge berteriak tanpa hasil, Ia berhenti berteriak ketika Lady Rose kembali mengaum di kandangnya.


"Aku tahu ... aku tahu ....jangan marah, oke ... aku tidak akan berisik. Kau lihat ... aku akan kembali duduk di sini dan jauh-jauh darimu. Jadi jangan mengaum ... suaramu tidak enak didengar ... mengerikan kau tahu ...."


Serge kembali mundur dan duduk perlahan di sudut kandang. Menatap kucing besar yang kembali berbaring dengan mata tajam mengawasi setiap gerakannya.


N E X T >>>


**********


From Author,


Jangan lupa klik like, klik love, bintang lima, dan juga vote ya my readers. Berikan komentar kalian untuk penyemangat bagi author agar tetap giat menulis.


Yuks, follow author dengan klik 'ikuti' pada kolom Profil. cek juga karya author yang lain dengan cara klik 'karya' di profil author ya.

__ADS_1


Terima kasih semua.


Salam hangat, DIANAZ.


__ADS_2