
"Ada apa sebenarnya, Vincent?" Claude duduk di kursi kerjanya dan memandang Vincent yang telah duduk di kursi di depan meja kerja tersebut.
"Aku menduga ini semua ada hubungannya dengan Rodrigo. Sepertinya aku melakukan kesalahan lagi ... pria itu belum mati," ucap Vincent. Ia menggosok wajah, lalu mengelus bekas luka di wajahnya. Mengingat bagaimana Tricia menggoreskan pisau kala itu dan melukai wajah Vincent.
"Kau yakin ini adalah dia?" tanya Claude lagi.
"Aku yakin. Blaird benar mengatakan jika saat itu tidak ada mayat. Tidak ada bukti dia mati."
Claude menghela napas. Mereka tiba di mansion dan ia segera mengecek seluruh anggota keluarganya. Semuanya baik-baik saja, hanya saja Vincent tertembak dan itu membuat Yoana terlihat gelisah. Syukurlah Catalina membuat Yoana sibuk dengan memintanya membantu mengurus Leon yang tiba-tiba rewel setelah dipaksa digendong Simon.
Rodrigo, yang membalikkan nasib keluarganya kala itu masih hidup. Ibunya meninggal karena tembakan pria itu. Vincent mendapat bekas luka di wajah dan hubungannya dengan Yoana yang baru saja akan dimulai langsung berakhir. Ayahnya menolak hubungan itu, jangankan memberikan putrinya pada Vincent, melihat Vincent saja ayahnya tidak mau.
Ayahnya berulang kali mengusir Vincent, tapi pria itu bertahan, menjaga janjinya pada ibu Claude kala itu sebelum meninggal, untuk tetap berada di keluarga Bernard, menjaga dan melindungi keluarga Bernard. Tidak akan pergi kemanapun.
Claude yakin sekali, kalau bukan karena janji itu, Vincent akan pergi tanpa diminta oleh ayahnya. Pria itu merasa ia membawa petaka pada keluarga itu. Apalagi setelah ayahnya meninggal, Vincent makin merasa bersalah.
__ADS_1
Vincent menutup hatinya untuk Yoana. Sama sekali tidak mau melihat cinta kakaknya yang sangat besar untuk pria itu. Berpura-pura tidak tahu, menjalankan hari-hari dengan memasang jarak sebagai bawahan Yoana. Sudah sepuluh tahun ... Yoana sudah lewat 32 tahun ... kakaknya itu tidak pernah menginginkan orang lain. Sepertinya, ia tidak akan pernah menikah, jika Vincent tidak akan pernah membuka hatinya lagi.
"Sepertinya ... dia hanya mengincar kakakku?" tanya Claude.
"Ya ... penculikan itu hanya awalan. Seolah ia hanya ingin menggertak. Terbukti dengan para penculik yang dibayar itu hanya amatir yang tidak profesional. Dia menantangku secara tidak langsung dan aku lengah," desah Vincent. Ia teringat lagi berondongan peluru yang saat itu melesat ke teras villa, mengincar jantung Yoana. Untunglah gerakan gadis itu membuat peluru itu meleset, seorang pengawal mereka menggantikan Yoana dan terkena tembakan di bahu. Sama seperti Vincent. Ia langsung mengangkat tangan dan mengelus bahunya.
Gerakan itu membuat perhatian Claude terarah ke bahu di balik kaos Vincent.
"Bagaimana keadaan bahumu?" tanya Claude.
Vincent hanya tersenyum. "Jangan pikirkan. Hanya luka kecil. Aku akan mengeluarkan pelurunya di tempat Blaird. Sekaligus memintanya menyelidiki ini sampai dapat. Aku perlu data Rodrigo. Aku akan mencari tempat persembunyiannya."
Ucapan Claude membuat Vincent tertawa kecil. Pria itu berdiri sambil berkata.
"Aku akan menemui Blaird sekarang. Aku tidak takut mati, Claude. Jika Rod menembakku dan aku akhirnya mati, maka itu sepertinya akan menjadi akhir bagi semua ini." Vincent berbalik dan melangkah. Baru dua langkah ia meninggalkan Claude, suara Claude membuatnya berhenti.
__ADS_1
"Jika kau mati, maka itu bukan akhir dari semua ini, Vincent. Itu hanyalah akhir bagimu. Target Rodrigo untuk dibunuh adalah kakakku! Ia akan terus mengincar nyawa Yoana. Baginya, nyawa Tricia hanya bisa digantikan oleh nyawa kakakku. Jangan lupakan itu, Vince! Jadi berusahalah untuk tetap hidup. Karena tugas menjaga Yoana bukan hanya tugasku! Tugas ini dibebankan Ibu padamu! Jika kau tidak bisa membuka hatimu untuk Yoana, maka tetaplah berdiri, bernapas dan hidup di dunia ini. Karena bagi Yoana, dapat melihatmu saja itu sudah cukup baginya!"
Claude menyipit memandang Vincent yang mulai melangkah lagi ketika ucapannya berakhir. Ia tidak dapat melihat wajah pria itu, tapi ia berharap Vincent mengerti, bahwa kematiannya tidak akan membuat semua ini berakhir. Karena target Rodrigo yang sebenarnya bukanlah Vincent. Claude merasa, Rodrigo malah ingin Vincent tetap hidup, agar ketika ia membunuh Yoana, Vincent dapat melihat dan merasakan kehilangan yang kala itu ia rasakan ketika Tricia mati di tangan Vincent.
N E X T >>>
**********
From Author,
Uwuwu ... Sedikit? Kurang panjang? Sabar ya. Author bakal up lagi, Embrace bakal thor up rada banyakan bulan ini. So ... My Readers semuanya, Happy Reading , selamat menikmati kisah merekaπππ
Jangan lupa like tiap Chapter yaππ Bagi yang lupa jalan cerita karena thor kelamaan gak up, bisa baca lagi dari awal sambil cek dan ricek siapa tahu ada like yang belum terklik ... hehehe, bantu author yaπππ
Berikan bintang lima, love, juga komentar serta vote ya my Readers, untuk vitamin penyemangat author dalam menulisππ
__ADS_1
Terimakasih semuanya.
Salam, DIANAZ.