Gadis Jorok Pilihan Mama

Gadis Jorok Pilihan Mama
Bab 100. Pria Dingin


__ADS_3

Melihat berita di televisi bahwa dirinya kini berada dalam pencarian, mau tak mau Dias sedikit menceritakan perbuatannya. Pasalnya dulu Dias sempat berjanji kepada Christian untuk tidak melanjutkan tindakannya. Mengingat sang mantan kekasih gagal mendapatkan wanita idamannya.


Namun, melihat kehidupan Dias ke belakang yang semakin tak jelas arah dan tujuannya, menjadikan dirinya tak menerima jika orang lain bisa mendapatkan kebahagiaan dengan mudah. Contohnya saja wanita itu Dista, meskipun Ia tahu Dion menyukainya namun tak pernah sedikitpun wanita itu memberikan harapan. Dista bisa menikah dengan pria yang dicintainya sejak SMA sedangkan dirinya tidak.


Geri, adik kandung Vicky. Sosok pria yang pernah membantu Dias setiap dirinya terkena masalah. ternyata adalah mantan kekasih dari wanita itu. dan tak ada lagi kesempatan bagi Dias untuk mendapatkan simpatinya.


Ketika ingin mendapatkan cinta dari pria baik-baik, sosok dosen muda, cerdas dan tampan yang Ia gandrungi, ternyata adalah kakak kandung Dista, yang lama menetap di luar negeri. Pria itu kembali setelah diminta Papanya untuk pulang dan bekerja di Jakarta.


Bahkan Herman sebagai orang tua Revano dan Dista, sudah mengetahui tabiat Dias yang sering berganti-ganti pasangan sejak lulus SMA. Semakin mendambah deretan luka gadis manis itu untuk memasuki lingkup keluarganya.


Di kurung selama satu minggu dalam penjara, tak menjadikan gadis itu berubah. Christian pun saat itu juga belum mampu menjamin dirinya karena memang masih duduk di bangku kuliah. Gaya hidup Dias yang hedon, membuat Christian harus sedikit menjauh saat itu.


Sungguh ironi rasanya, kejahatan yang Dias tabur ternyata kembali kepadanya. Jaminan dari sang Papa ternyata kembali di salah gunakan oleh gadis itu. sepertinya kali ini Gunawan tak akan melepaskannya, mengingat Dista hampir mati berulang kali di tangan mantan kekasih Dion Wijaya.


“Aku nggak melakukan apapun Chris. Aku hanya ingin membalas perbuatan Dion waktu mempermalukan aku di depan umum.” Dias tak berani menatap mata suaminya yang terlampaui sabar.


“Hanya itu? sayang, Aku mengenalmu lebih dari siapapun, nggak mungkin kalau kamu hanya melakukan ini hanya untuk keisengan semata. Pasti ada yang kamu harapkan dari kejadian ini?” lihat aku?” Chris menangkup wajah Dias dan memintanya untuk menatapnya.


“Siapa saja yang terlibat? Aku tak percaya, kalau kamu hanya bekerja sendirian.”


Chris membuka dompet istrinya mengeluarkan ponsel yang mati, vocher hotel, lalu sebuah buku cek. Di depan Dias semua benda itu Ia tunjukan. Semua itu adalah bukti kecurigaan yang ditemukan oleh suaminya.


Chris mengancam, jika Dias tak segera memberitahu apa saja perbuatannya, Ia tak akan berniat membantunya saat polisi datang untuk menciduknya. Pria itu kembali berpikir, apakah keputusannya yang Ia ambil itu benar, untuk menyatakan menikahi gadis yang masuk ke dalam daftar hitam.


Gunawan, pria yang kini berusia 31 tahun. Sudah sangat mengenal Dias dengan baik. akan sangat susah untuk mengajukan banding nantinya mengingat kasusnya sangat banyak, terlebih yang terbaru dengan bersentuhan dengan keluarga berpengaruh, Chandra Wijaya.

__ADS_1


“Aku meminta pria yang waktu itu menolongku untuk bekerja kepadaku. Hanya untuk mengagalkan pernikahan Dion, itu saja dan juga pasangannya. Tetapi ...,” potong Dias.


“Tapi apa?”


“Sudah lah Chris, hentikan pertanyaan bodohmu ini. kamu tahu kan kalau aku membenci semua teman-temanku!” bentak Dias, yang seketika membuat Christ terdiam.


“Dion yang berkhianat, Yoshi yang tidak memihak padaku, lalu gadis itu yang merusak segalanya. Semua perhatian Dion dan Geri hanya kepadanya. Bahkan di kampus, aku selalu menjadi nomor dua. Kamu tahu Chris, tidak boleh ada yang melebihi diriku!!”


Brak!! Dias membanting pintu.


Dias pergi meninggalkan kamar dan menuju ke lounge (bar) yang ada di lantai tujuh. Memesan minuman beralkohol kadar sedang dan menyalakan rokok. Dias tersenyum, kemudian tertawa terbahak-bahak hingga beberapa saat. Menatap cairan berawarna putih dalam gelas cristal. Melihat ekspresi Christian yang sangat mempercayai dirinya dan begitu mudah Ia perdaya.


“Kenapa sampai sekarang, Lo masih tetap bego Chris? Padahal Lo kenal gue paling lama dari pada yang lain, masih saja gampang di bodoh-bodohi.”


Dion petarung ulung, Menghajar Christian dan juga Reza mudah saja baginya. Dias pun tak luput mendapat amukan dari kekasihnya dulu. hingga Dion melempar semua pakaian mereka ke jalanan. Dion hanya memberikan rasa malu yang besar kepada dirinya. semakin lama dendam itu semakin menumpuk dan mengakar.


“Brengsek Lo Dion! kenapa bukan Lo aja yang mati, sial!” racau Dias. Sekelebat ingatannya kembali muncul.


Slaap... tiga tahun lalu,


Setelah sekian lama Dias dan Dion akhirnya bertemu di sebuah Mal di Bandung. Sang Mantan tampak menggoda dan mudah untuk di dekati. Dias mengikutinya dan secara tak sengaja, Dias melihat Dion masuk ke dalam counter, dan membelikan hadiah bermerk untuk kekasih sahabatnya yang di kemas cantik untuk hari ulang tahun gadis itu.


Hati Dias membara. Bagai api dalam sekam, membakarnya hingga tak bersisa. Memicu peristiwa penculikan itu terjadi. Dista nyaris di jual di tempat prostitusi oleh Dias yang berujung gagal.


Tak berhenti sampai di sana, memiliki akses membuka ponsel Dion semasa pacaran. Dias menemukan foto SMA mereka yang berbuntut skandal dan pembullian. Dias menyebarkannya di kampus, membuat seluruh mahasiswa membenci gadis asal Bandung itu. menyebabkan Dista dan kawan-kawannya di skors.

__ADS_1


Hati Dias masih belum puas jika belum membuat mereka semua berakhir menderita. Ide-ide kriminalnya semakin menjadi. Anggita Dias gadis manis, berubah menjadi mawar hitam berduri yang sangat susah di kendalikan.


Kejahatan berikutnya, Setelah mendorong Dista hingga tersungkur di depan ruang kelasnya, Dias menarik rambut gadis itu bahkan di depan wakil BEM yang menaruh hati pada juniornya. Perkelahian itu tak terelakan. Semakin banyak yang membela Dista, semakin bertambah pula rasa bencinya.


Menanti momen yang tepat saat Dista seorang diri, Dias sudah menukar mobilnya dengan milik teman prianya. Mengejar gadis itu dalam perjalanan pulang dan menghantamnya. Hingga mobil Dista terperosok. Gadis malang itu harus mengalami patah tulang kaki dan tak sadarkan diri beberapa hari di rumah sakit. Dan, Saat itu juga Dias harus kehilangan janinnya untuk pertama kali, akibat benturan keras kecelakaan mobil itu.


“Hahaha... kenapa kalian semua ada di hidup gue, dasar wanita murahan.” Tangan Dias meminta gelasnya diisi. Karena Ia masih sadar akan mengingat semua perbuatannya. Seorang pria duduk di sampingnya, diam dan menatap Dias dalam-dalam.


“Heh, siapa yang suruh Lo duduk di sini?” bentak Dias. Namun pria itu diam saja. hawa dingin mulai menyelimuti tubuh wanita itu. karena kesal pria yang Ia ajak bicara hanya diam saja, Dias mendorongnya. Namun, gadis itu terkejut.


“Ujang, Lo ngapain kemari? Mau mata-matain Gue, di suruh nenek sihir apa Dion, hah?”


“Heh, gue tanya sama Lo, kenapa Lo masih ngeyel sih!” Pandangan Dias mulai kabur, namun wajah pria di sampingnya justru terlihat semakin jelas. Tatapannya tajam, wajahnya pucat dan kulitnya pun dingin. Dias tiba-tiba merinding.


“Mbak, mbak sudah mbak! Mbak sudah minum cukup banyak, mau saya antar pulang atau-...” bartender itu melihat Dias tengah mengoceh dan berteriak-teriak sendiri sejak tadi. Ia pikir gadis itu mulai mabuk.


“Mas tolong usir pria ini, dari tadi ngelihatin gue terus, di tanya tapi diam aja!” Dias menarik-narik baju pria dingin itu.


Barista itu menatap sekeliling, tak ada siapapun di sana. Sejak tadi Dias hanya duduk seorang diri sambil terus marah-marah.


“Mas, Lo juga budeg ya! tolong bawa pergi pria ini! kasih lah dia segelas, maklum Cuma sopir belum bisa bayar minuman yang mahal. Nanti tagihannya masukan aja ke tagihan gue.”


“Ma-masalahnya di sebelah Mbak, nggak ada siapa-siapa Mbak? Siapa yang mau di usir?” tiba-tiba barista itu mengusap tengkuknya yang mulai merinding. Dias juga merasakan hal yang sama. Tiba-tiba aroma anyir mulai tercium, wajah Ujang berubah menjadi tak berbentuk dengan cucuran darah yang mengalir dari kepalanya.


“Aaaa....”

__ADS_1


__ADS_2