Gadis Jorok Pilihan Mama

Gadis Jorok Pilihan Mama
Bab 94. Gadis Yang Malang


__ADS_3

Sebelumnya,


Ujang yang berada dalam bangku kemudi mengendarai mobilnya dengan sangat hati-hati. Namun lambat laun kondisi Kania yang terus mengeluarkan keringat dingin membuat Dion tidak sabar. Sehingga membuat pria itu bertukar tempat dengan Ujang. Sopir pribadi yang telah lama mengabdi pada keluarga Wijaya itu sudah melarangnya. Meskipun begitu, Ujang tetap bertukar posisi dengan anak bosnya.


“Udah, Mang Ujang tenang aja! Dion bawa mobilnya hati-hati.” Dengan terus melihat kondisi Kania yang telah memucat, mau tidak mau Dion mengambil jalan alternatif yang ternyata cukup sepi. Tak ada salahnya menambah kecepatan karena terus diburu waktu. Asri terus terusan menangis memanggil nama anak gadisnya. Membuat Dion menoleh ke arah belakang. Dan pada saat yang bersamaan suara hantaman keras terdengar. Membuat mereka semua terkejut.


Mencoba mempertahankan keseimbangan mobilnya, benturan itu dilakukan lagi dengan lebih keras. Sehingga mobil yang dikendarai Dion terguling mengakibatkan hancurnya pada bagian depan mobilnya.


Mobil si pelaku berhenti tak jauh dari mobil Dion berada. Salah satu diantara mereka turun untuk memastikan kondisi penumpang di mobil itu. sembari menghitung, pria dengan codet di wajahnya berpikir. ‘satu nyawa dua puluh juta, tinggal di kalikan saja jumlahnya lumayan lah! ternyata bekerja dengan orang kaya enak juga. tapi sayang banget nasib kalian, baru juga menikah ajal sudah menjemput.’ Pria itu berlalu setelah mengambil foto mereka.


Tak berselang lama mobil hitam lainnya berhenti. Melihat mobil yang sudah ringsek, pria itu turun dan segera menghubungi rumah sakit miliknya.


“Ya Tuhan Kania, sebenarnya apa yang terjadi dengan kalian?” Sigit melepaskan jas nya dan segera membuka pintu mobil itu sebisanya. Tak terasa air matanya mengalir kondisi penumpang di mobil itu. tak terkecuali dengan pria yang sangat Ia benci.


Sigit


[Tolong segera siapkan ruangan untuk korban kecelakaan hari ini!]


Rumah sakit


[Baik Pak!]


Hari itu, menjadi hari yang tak akan pernah terlupakan seumur hidup bagi keluarga Dion dan kawan-kawannya. Pria garang dan bersahaja harus terbaring tak berdaya dengan banyak peralatan medis melekat di tubuhnya. Wajah tampannya penuh goresan luka, tubuhnya bersimbah darah. Terlebih mereka semua diketemukan dalam kondisi mobil yang terguling. Beruntungnya mobil itu tidak meledak.

__ADS_1


Bagai tersayat sembilu, hati Agnes hancur terkoyak hingga tak sadarkan diri. Mendengar dokter mengatakan jika kedua korban tak bisa diselamatkan dan kini putranya kritis akibat terhimpit body mobil dan kehilangan banyak darah.


Chandra pun tak tahu lagi harus bersandar kepada siapa. Ujang yang sudah Ia anggap sebagai anggota keluarganya juga Asri ibunda Kania harus meninggal secara tragis dalam kecelakaan maut itu. kemalangan apa lagi yang harus Ia terima, saat menantunya yang sedang hamil muda juga tak ditemukan dalam mobil itu.


“Bagaimana mungkin? Mereka berempat ada dalam mobil itu, bagaimana bisa tidak ada?” Vicky dan yang lain turut kalut melihat situasi saat ini.


“Kalau meninggal pasti sudah ada jenasahnya, selama belum diketemukan saya meminta kalian untuk terus mencarinya!” bentak Chandra. pria itu meminta bantuan anak buahnya untuk menelusuri kejadian hari ini. bahkan sebelum kejadian hari ini. ‘ini pasti ada yang tidak beres.’


Dalam rumah sakit yang sama dan ruangan yang berbeda. Seorang pria dengan pakaian APD lengkap menatap gadis berwajah mungil itu. Sigit sangat menyayangkan peristiwa ini terjadi pada mereka. bukan ini yang Sigit harapkan. Meski Ia ingin merelakan jika akhirnya Kania memilih Dion. Kalaupun ingin bersaing, Sigit lebih memilih bersaing secara sehat.


Hati pria manis itu sangat terluka, melihat Kania harus kehilangan calon bayinya. Setelah ditelusuri, telah ditemukan racun berbahaya di dalam darahnya beberapa jam yang lalu. meskipun janin itu bukan darah dagingnya, Ia pernah berjanji akan menerimanya. tetapi peristiwa yang terjadi dalam pernikahan Kania dan Dion sangatlah tidak wajar. Ia harus mencari tahunya.


“Dokter, tolong kirimkan hasil perkembangan pasien kepada saya secara berkala dan untuk perawat yang bertugas, tolong benar-benar dipilih yang menurut dokter bertanggung jawab. dokter muda itu tersenyum dan memberikan ibu jarinya.


“Iya, pasien ini dulu kekasih saya. Jadi jangan biarkan orang lain tahu keberadaannya, meskipun itu keluarganya. karena banyak hal yang perlu kita cari tahu, bagaimana ada racun dalam tubuhnya.”


“Bisa jadi melalui makanan yang Ia makan pagi ini. beruntungnya nyawa pasien terselamatkan, meski janin yang dikandungnya harus dikorbankan!”


“satu lagi dokter, pastikan keselamatannya. Gadis ini sudah banyak menderita.” Pria berpakaian putih itu menepuk pundak Sigit untuk menguatkan.


“Berdoa ya Mas, semoga semuanya lancar.”


Sigit kembali ke ruangannya. Dalam ruangan itu Ia menelungkupkan wajahnya. Bagaimana dia menjelaskan kepada Kania nanti kalau ibunya telah meninggal. ‘apakah ini salahku? Benar kata Yoshi, sejak awal memang semua salahku, kenapa Aku harus masuk dalam kehidupannya, mencintainya, juga tak bisa mempertahankannya. Bahkan sampai hari bahagianya juga sebuah kesalahan bagiku.’

__ADS_1


Berulang kali Sigit melihat foto gadis itu di layar ponselnya.


‘Maafkan Aku Kania, seharusnya kamu tak perlu melewati hal buruk ini...’ sesal Sigit.


...


“Hmm, lumayan kerjamu cepat dan memuaskan. Tapi apa kamu nggak menyesal!” tukas seorang wanita sambil membuka selembar cek dan membubuhkan tanda tangannya. Kakinya menyilang dengan tangan menopang di dagunya.


“Cih! Kalau ternyata menyingkirkan mereka menghasilkan uang sudah saya lakukan dari dulu Mbak!”


“Oh iya, siapa namamu?”


“Saya Faris Mbak, kalau ada pekerjaan seperti ini lagi saya siap dihubungi kapan saja.” tukas pria pengangguran itu.


Selembar cek dengan nominal cukup besar kini telah berpindah tangan. Namun, setelah diserahkan oleh wanita itu, sebuah portal berita online menyiarkan kabar melalui akun sosial media miliknya. Putra pengusaha besar Wijaya Group, Dion Wijaya mengalami kecelakaan tragis bersama istrinya, Kania yang baru saja melangsungkan akad nikah beberapa jam yang lalu. Dua korban tewas diantaranya Ujang 30 tahun, sopir pribadi dan Asri 43 tahun ibu dari mempelai wanita.


Berita itu menunjukan bagaimana kondisi mobilnya dan juga tempat kejadian perkara. Selembar cek itu lepas dari tangan Faris. Dan menatap wanita di hadapannya dengan tatapan tak mengerti. Mengapa ia tak mengatakan jika yang akan Ia habisi adalah adik kandungnya dan juga ibunya. Faris berpikir jika Ibunya masih berada dalam panti sosial itu. dan Adiknya dikabarkan menjalin hubungan dengan seorang barista kafe di sebuah rumah sakit. kenapa semuanya menjadi seperti ini.


Merasa mendapat sorotan tajam Dias beralih menatap Faris. Kedua matanya merah menyala seakan ingin menyampaikan kemarahan. Dias memundurkan duduknya, menyandarkan tubuhnya di kursi besar. Dengan angkuhnya melipat kedua tangannya di dada.


“Kenapa melihatku seperti itu? Kurang?”


...

__ADS_1


__ADS_2