
Mimpi buruk apa ini? bukankah sebuah pernikahan harusnya hal yang membahagiakan? Terlebih kamu mencintai pasanganmu atau belum. Tapi tak seharusnya seorang yang seharusnya memberikan perlindungan untukmu, perlahan menghancurkan mental dan fisikmu. Terlebih sebelumnya, mendapatkan kasih sayang dan di jaga begitu tulus oleh seseorang yang kamu panggil kekasih.
Getirnya kehidupan di alami dua gadis cantik di usianya yang masih muda. Perjalanan paska pernikahan semua tak berjalan lancar. Memiliki fisik kuat, di uji memiliki pasangan yang tempramental. dalam beberapa bulan, Ia sudah dua kali mengalami kekerasan yang tak masuk akal.
“Kamu sengaja membuat nama keluargaku yang ku bangun baik-baik tercemar?” setelah melakukan kekerasan secara brutal, pria dengan senyum innocent itu menyeka air mata Yoshi. mengoleskan cream di bagian tubuhnya yang terluka.
“Bukan itu maksudku, Aku tak berniat seperti itu aku hanya...” Yoshi meringis kesakitan. Menahan rasa perih yang harus Ia tahan.
“Sekali lagi ku katakan, Kamu bagian dari keluarga ini. seharusnya kamu tak berbicara panjang lebar kepada orang luar. Aku peringatkan sekali lagi, jika Aku melihatmu berkeliaran di luar rumah, akan ada hadiah yang lebih manis lagi yang kan kamu terima.”
Dewa mengecup puncak kepalanya. Dan menyimpan benda kesayangannya itu dalam sebuah lemari. Hasrat ingin melenyapkan suami Rosi sangatlah besar. Ia harus mencari tahu siapa sosok Dewa Virgiawan sebenarnya sebelum nyawanya hilang di tangannya.
“Jangan keluar kamar sampai lukamu sembuh, Aku akan memberikan asisten rumah tangga untuk mengurus mu!” Dewa keluar dari kamar Yoshi dan memasuki kamar utamanya untuk beristirahat. Rosi yang melihat hal itu memilih pergi meninggalkan ruangan dan pergi menemui Yoshi. karena melihat kemeja yang dikenakan suaminya terdapat bercak darah segar.
“Yoshi, tolong buka pintunya!”
Rosi membawa obat ke kamar madunya itu. namun selama ini Rosi hanya merasa kasihan, apa yang pernah di alami Ibu kandung Sigit akan menimpa kepada gadis muda itu.
Yoshi membuka pintunya dan langsung menghambur memeluk wanita cantik itu. Rosi pun segera menyadarinya. Tutup mulutnya selama puluhan tahun harus di akhiri. Wanita itu masuk ke kamar Yoshi dan menguncinya.
“Duduk Yoshi, akan ku obati dulu lukamu!” dengan telaten Rosi memberikan obat yang Ia simpan. Wanita itu mendapatkan dari dokter yang bekerja di rumah sakit. “cepat minum, lalu istirahatlah!”
Yoshi menahan lengan Wanita itu, gadis itu tak kuat menyimpannya lebih lama lagi. gadis tomboy yang tangguh menghadapi banyak cobaan hidupnya mencoba bertanya kepada Rosi, apakah Ia juga mendapatkan perlakuan yang sama.
“Nanti akan ada waktunya untuk menceritakan semua Yoshi, tapi tidak sekarang. Mas Dewa sedang ada di rumah. kalau kamu mau keluar, tunggu lukamu kering dan ini...” Rosi memberikan kunci cadangan rumah dan kunci mobil. “Kamu bisa menggunakannya, kalau sewaktu-waktu dalam keadaan darurat.”
Rosi meninggalkan Yoshi yang terpaku di bibir tempat tidurnya. Meskipun tidak tahu apa yang dilakukan oleh Yoshi, tetapi perlakuan Dewa tetap saja tidak berubah. Justru semakin menjadi-jadi, yang Rosi khawatirkan jika suaminya mulai berbuat melewati batasan. Sampai saat ini belum ada yang mengetahui sepak terjang seorang Dewa Virgiawan. Jika bisa melepaskan diri, Rosi dan Sigit pun tak akan mengalami segala tekanan selama ini, dan mereka tak akan kehilangan anggota keluarga mereka.
...
__ADS_1
Seorang wanita dengan kursi roda memasuki ruangan instensif. Ia melihat seorang pria terbaring lemah dengan banyak peralatan medis terpasang di tubuhnya. Tubuh atletisnya terlihat jelas goresan-goresan luka yang terbalut perban. Pria itu adalah Dion Wijaya, pentolan geng tampan yang mengalami nasib naas di hari bahagianya.
“Kania, coba ajak Mas mu bicara! Siapa tahu dengan kehadiranmu bisa membuatnya cepat sadar dari koma. Hubungan kalian sekarang seharusnya sudah lebih kuat dari sebelumnya,hm?” tanya Agnes, mendekatkan kursi roda itu ke arah Dion.
Gadis itu masih malu-malu. Biasanya Ia sering terlibat adu mulut dengan pria yang sudah berganti status menjadi suaminya. Menatap Agnes, wanita itu pun mengerti dan meninggalkan mereka berdua di dalam ruangan itu.
Mata Kania mengedar. Gadis awam yang sangat familier dengan rumah sakit, saking seringnya mengunjungi tempat itu. meskipun masih tak sadarkan diri, Kania masih saja sungkan untuk menyentuh Dion. Gadis itu membayangkan jika pria itu tiba-tiba bangun dan menyerangnya.
‘Hah! konyol, apa-apaan pikiran gue! dia kan lagi sakit.’ gumamnya.
Dalam situasi seperti ini Kania melihatnya tertidur penuh kedamaian. Karena saat Dion bangun, seluruh dunia akan menjadi sangat berisik untuknya. Di genggamnya tangan kuat itu yang selalu siap membantunya. Kania tertawa kecil melihat pria itu yang selalu marah-marah karena hal tak jelas.
“Mas Dion, ayo bangun! Sampai kapan mau tidur?” goda Kania. “bukankah hari ini hari yang paling kamu tunggu? Semuanya sudah terjadi sesuai kemauanmu.” Tiba-tiba saja Kania menangis. Tangannya memegang perutnya. Ia tak bisa merasakan apa pun lagi karena hal yang paling membuat keluarga Dion bahagia sudah pergi.
“Maafkan Kania Mas, karena Kania harus kehilangan anak itu.” Kania terus bicara panjang lebar. Ia juga mengatakan siap di hukum karena lalai menjaga benih titipannya yang sudah mereka bayar mahal. Ia siap bertanggung jawab, asalkan Dion segera bangun untuk memarahinya. Gadis yang benar-benar polos itu tak menyadari jika Dion meneteskan air mata.
“Kalau sampai besok belum bangun juga, Kania mau pergi saja sama Sigit. Dia sudah menunggu Kania di depan rumah sakit.” gadis itu mencium tangan Dion sebelum menggunakan kursi rodanya untuk membiarkan Dion istirahat.
...
Sigit mendatangi alamat rumah Dias yang Ia ambil dari rumah sakit. saat Ia masuk ke dalam rumahnya, sambutan pria yang bisa di pastikan Papa Dias menyambutnya dengan baik. pria itu terus-menerus meminta maaf karena tidak jadi berbesan dengan keluarganya. tentu saja hal itu mengejutkan Sigit.
“Maksud Om?”
“Kamu Sigit kan? anaknya Pak Dewa?” tanya Papa Dias.
Pria yang sudah di hancurkan bisnisnya oleh Dewa merasa takut jika Sigit mendatangi kediamannya untuk kembali mengusiknya. Bahkan Sigit belum menjelaskan apa pun terkait kedatangannya, tetapi Papa Dias terus mengoceh membuka informasi yang sangat ingin Sigit ketahui.
“Iya Om, saya Sigit.”
__ADS_1
“Tolong bilang ke Papa kamu ya Nak Sigit, tentang masalah keluarga kita berdua tak jadi berbesan Om sangat menyesal dengan apa yang telah terjadi. Bahkan Om sendiri juga sudah tidak tahu menahu lagi tentang kabar Dias.”
Sigit mengangguk. Lembaran surat yang berada di tangannya tak jadi Ia tunjukan kepada pria seumuran Papanya.
“Bisa kah keluarga kita tetap bisa menjadi relasi bisnis Nak? Meskipun Dias gagal menjadi calon istri Pak Dewa.”
Deg! Sigit berusaha menahan keterkejutannya. Ternyata keputusannya untuk datang ke rumah Dias sangat benar. Berarti memang bukan Yoshi yang seharusnya berada di rumahnya, tetapi gadis itu. Sigit berencana mencari tahu lebih banyak tentang Dias melalui Yoshi dan teman-temannya.
“Nanti Sigit bicarakan lagi dengan Papa ya Om, jadi Papa membatalkan seluruh kerja sama dengan Om hanya karena Dias tak jadi menikah dengan Papa?” Sigit pura-pura bodoh dengan hal itu, padahal memang dirinya tak tahu menahu sama sekali. Pantas saja Yoshi merasa tersiksa dengan keadaan ini.
“Iya Nak, Om sangat menyesal dan sekali lagi Om meminta maaf untuk hal ini.”
“Baiklah Om, Sigit pamit dulu. kalau Om mengetahui di mana Dias tinggal sekarang Om bisa menghubungi Sigit.” Kekasih Kania menyerahkan selembar kartu namanya kepada Papa Dias.
“Beberapa kontrak besar Sigit yang mengurusnya, sisanya Papa Om. Kalau Om berminat kita bisa saling membantu, hubungi saja nomor Sigit.” Pria itu pun berlalu. Ia tak sabar untuk menemui Yoshi dan menanyakan lebih banyak hal.
...
“Sayang, kenapa sampai sekarang kamu belum telat juga? padahal aku sudah melakukan banyak macam gaya untuk bisa terus membuatmu hamil.” Christian mengecup bahu indah milik istrinya yang tak pernah gagal membuatnya ketagihan.
“kamu hanya perlu terus mencobanya Chris, bukankah kamu pria yang pantang menyerah.” Dias tersenyum kecut.
“Paling tidak aku harus memiliki satu darimu. Mau laki-laki atau perempuan aku sungguh tak peduli. Karena orang tuaku terus menanyakan kapan mereka memiliki penerus.”
Berita yang sedang hangat menjadi bahan pembicaraan. Seorang wanita berinisial AD sedang dalam pencarian pihak berwajib. Dugaan keterlibatan dengan kasus kecelakaan yang menimpa keluarga Wijaya menambah deretan runtutan kasusnya pada tiga tahun yang lalu. kasus ini akan di buka kembali dan di pimpin oleh Gunawan Adisakti, sesuai permintaan Chandra Wijaya.
Dias buru-buru mengambil remote tv dan mematikannya.
“Lho, kenapa dimatikan tv nya? aku mau melihat berita yang lagi viral itu. bukankah itu keluarga mantan pacarmu? Sama polisi yang waktu itu menahan mu di Bandung? Sayang, tolong jelaskan sesuatu kepadaku apa lagi yang kamu lakukan?”
__ADS_1
...