Gadis Jorok Pilihan Mama

Gadis Jorok Pilihan Mama
Bab 138. Kepergian Dua Sejoli


__ADS_3

“Haha... Nggak usah bercanda, Lo Cuma balas dendam karena nggak bisa telepon Gue kan?”


Yoshi melihat gurat sedih di wajahnya, akan tetapi Sigit memaksakan diri untuk tertawa. Seburuk apa pun Dewa Virgiawan di mata Gue, tetap saja Dia adalah seorang ayah untuk anak yang Ia sangka darah dagingnya selama ini.


Begitu juga dengan Sigit, meskipun sepenuh hati membenci pria sakit jiwa itu. Sigit tetap tumbuh dengan baik sejauh ini. meskipun pria yang selama dua dekade ini Ia panggil Papa dengan sepenuh hati.


“Sigit, meskipun Gue capek tapi Gue akan ikut Lo ke sana untuk mengurus pemakamannya.”


Sigit menatap Yoshi beberapa saat. Matanya berair dan membasahi pipinya. Yoshi memeluk anak tirinya, menepuk punggungnya beberapa kali.


“Seorang pria pun berhak menangis, apalagi untuk orang tersayang di seumur hidup kita. Maafkan kesalahan Papamu ya!”


Bukannya berhenti, pria setinggi Iwan justru tergugu mendengar ucapan Yoshi. Ia tak menyangka, jika gadis tomboy itu berkata demikian. Padahal perbuatan Papanya sudah sangat keterlaluan kepadanya.


“Ayo, kita dilihat dua sopir taksi, haha...” hibur Yoshi.


Setelah membayar taksinya, Yoshi dan Sigit pergi ke Bandara dengan terburu-buru. Akibat drama ibu dan anak tiri tadi. Tak banyak bicara, Sigit pun mulai berani menyandarkan kepalanya di bahu mantan atlet itu.


Lagi-lagi Yoshi teringat dengan si cungkring, jika sedang sedih dan murung pasti dirinya akan bermanja dan berlindung kepadanya. Yoshi pun hanya menelan ludahnya.


‘Ingat Yoshi, dia anak Lo! bukan Iwan. Setelah menghibur Sigit, Ia menghibur dirinya sendiri. Yes! Gue udah jadi janda! Haha... Iwan tunggu Gue!’ Yoshi terkikik sendirian, saat Sigit sedang tidur.


...


Chandra mendapat kabar dari Gunawan, tentang kematian Dewa Virgiawan juga Dias, mantan kekasih Dion. Ia meminta pengacaranya untuk membatalkan gugatan itu, dan mencari Sigit untuk menghadiri pemakaman orang tuanya.


Namun ketika sampai di rumah, Chandra tak menemukannya. Hanya ada seorang Ibu dan anak gadisnya. ‘Apa ini yang dinamakan hikmah dalam musibah? Chandra tak perlu menjadi penyebab perceraian Rosi dan Dewa, ternyata Tuhan mempermudah langkahnya mengasuh Sigit.


Pengacara yang Ia kirim kepada Rosi juga menerangkan perjanjian hak asuh Sigit, tanpa sepengetahuan anaknya. Salah satu poinnya berisi setelah Chandra menikahi Rosi di bawah tangan. Chandra segera menceraikannya dalam tempo satu bulan setelah pernikahan.


Dalam tempo pernikahan itu, Rosi tetap mendapat perlindungan sebagai mana mestinya. Namun, tidak untuk kebutuhan biologisnya. Chandra tak ingin melukai lahir batin Agnes, Dion juga Rosi sendiri. baginya Agnes sudah lebih dari cukup untuk menemaninya seumur hidup.


“Mama, Kania, sepertinya kalian sedang berbunga-bunga ada apa ini?”


“Ini Lho Pa, sebentar lagi kita berdua akan punya mainan baru...” Agnes menggamit lengan Chandra duduk diantara dirinya dan Kania.


Agnes menunjukan catatan pemeriksaan Kania, jika gadis pilihannya ternyata mengandung anak kembar.

__ADS_1


“Serius? Kembar? Mama nggak bohong kan?”


Agnes meliriknya. Ternyata memang darah lebih kental daripada air. Reaksi Chandra tak jauh dari Dion, bahkan suaminya lebih mendramatisir daripada anaknya yang tengilnya kebangetan itu.


“Wah, Kania harus diberi hadiah nih. Mana bocah itu?”


Haha...


“Papa ada-ada aja deh, ya masih dalam perut lah. Cie yang sebentar lagi dipanggil Opa Chandra...”


Haha...


“Maksud Papa, mana Dion? kenapa dia tak ada di sini?”


“Oh, Dia langsung kembali ke kantor, sekarang rumah kita akan semakin ramai ya kan Pa!”


Chandra menghela napas. Ia meminta izin kepada Agnes untuk pergi ke Bandung selama beberapa hari. Selain itu, pria dua anak itu juga menyampaikan berita duka kepergian rekan bisnisnya. Tak menyangka jika kematiannya akan se-tragis itu.


“Ma, Kania, Papa Sigit meninggal dunia kemarin.”


“Serius Pa?” Ibu dan anak gadis itu kompak.


Kania semakin khawatir dengan kondisi mental mantan kekasihnya itu. Ia berharap bisa menghiburnya di kala terpuruk seperti ini. Kania merasa suaminya bisa memakluminya.


“Papa juga sedang mencarinya Ma, semoga saja dia dalam keadaan baik-baik saja.”


“Semoga ya Pa!”


“Dan Satu lagi... Yang menyebabkan Pak Dewa adalah Dias Ma, gadis yang nyaris menjadi menantu di rumah kita. Dia juga meninggal dunia setelah menembak kepalanya sendiri di depan Gunawan. Papa baru mendapat beritanya tadi pagi.”


“Astaga Papa, tiba-tiba Mama pusing dan mau istirahat.”


...


Rosi mendatangi kamar jenasah di rumah sakit. Dengan di temani beberapa anggota dari Gunawan Rosi melihat wajah suaminya untuk yang terakhir kali. Tak dapat di pungkiri jika rasa sakit kehilangan itu begitu menyayat hati.


Rosi benci dengan dirinya sendiri, karena sampai saat ini rasa cintanya untuk Dewa masih sangat besar. Meskipun perlakuannya sangat kejam terhadapnya. Ia meminta waktu kepada petugas, supaya bisa melihat suaminya lebih lama untuk terakhir kalinya.

__ADS_1


“Pak, tolong tinggalkan kami berdua.” isak Rosi.


Selama beberapa saat Rosi hanya terdiam. Tangannya terus menyeka air matanya yang tak kunjung berhenti mengalir. Bibirnya bergetar hebat. Seakan jutaan kata makian, umpatan juga pujian ingin Rosi sampaikan kepada suaminya.


“Mas, Aku benci kamu... Kenapa kamu begitu tega kepada kami semua, Aku, Sigit , juga maduku... Aku tidak takut miskin, tapi aku takut hidup sendirian di sisa usiaku. Kenapa kamu melakukan semua kejahatan itu,kenapa Mas? kenapa?”


Rosi terduduk. Ia tak sanggup lagi berkata-kata. Semua kejahatan suaminya tak bisa Ia ungkapkan satu persatu. Wajah tampan suaminya pun masih tergambar jelas.


Saat sedang tersenyum, saat sedang perhatian kepadanya. Di lantai yang dingin itu, Rosi dibangunkan oleh petugas. Tak baik meratapi suaminya yang telah pergi.


“Bangun Bu, kita tunggu di luar untuk mengurus pengambilan jenasah dan proses pemakaman besok pagi.” Rosi mengikuti petugas itu keluar ruangan.


“Pak, siapa jenasah yang berada di sisi suami saya?” ucapnya penasaran, karena aroma anyir itu sangat menusuk hidungnya.


“Dia gadis muda yang membakar ruang perawatan suami anda, lalu bunuh diri saat akan ditangkap Pak Gunawan karena terus melawan.”


“Apa ada hubungannya dengan suami saya Pak? sampai gadis itu tega melakukannya?”


“Ada. Gadis itu juga seorang kriminal. Dia menjadi korban suami Anda hingga nyaris overdosis dengan obat keras yang dibuat pabrik suami Anda.”


Rosi minta izin kembali masuk untuk melihat wajah gadis itu. Namun, saat di buka kain penutupnya, Rosi berteriak.


“Tidak mungkin!” teriak Rosi histeris. Segera Ia berlalu keluar. Meminta segelas air untuk menenangkan pikirannya.


Suaminya meninggalkan dirinya, untuk menemani daun muda yang sebenarnya. Bukan Yoshi, tapi gadis tamak dan serakah itu. Tuhan telah membuka wajah asli suaminya di ujung usianya. mereka berdua dipersatukan dalam sebuah peristiwa tragis.


‘Pergilah kalian berdua ke neraka! Jangan sampai kita bertemu lagi.’


...


Menjelang sore, pengacara Chandra datang lagi untuk membebaskan Rosi dengan jaminan. Mengenai perjanjian yang Rosi tidak setujui, wanita itu akan menyampaikannya alasannya secara langsung kepada Chandra. mengingat statusnya sekarang sudah menjadi janda.


Saat sedang bicara serius Sigit dan Yoshi datang. Rosi meminta pengacara itu untuk segera pergi. Setelah prosesi pemakaman suaminya, Rosi berjanji akan menghubunginya.


“Sigit, kamu sudah mendengar berita itu?”


“Sudah, untuk itu kita berdua langsung kembali kemari.” Sigit melihat bayangan pria berpakaian formal masih di sekitar ruangan polisi.

__ADS_1


“Ma, siapa pria itu?”


...


__ADS_2