
"Kau hanyalah mainan bagiku!" ia memegang daguku dengan kasar. "Jangan berharap kau akan menjadi ratu, Gadis Cupu!" wajahku dihempaskan begitu saja. Ia melemparkan jas putihnya begitu saja. "Kau tidur di sofa!" perintahnya sudah kuduga.
"Iya, Tuan!" sahutku sambil membenahi jas putihnya. HAH!!! Namaku Zeta Belvia Nugraha. Ini suamiku atau lebih tepatnya sang penindas. Dia adalah CEO muda yang terkenal playboy. Namanya Valko Varrel Wijaya. Orang-orang biasa mengenalnya dengan nama Tuan Valko. Syukurlah, seperti dugaanku dia tak tertarik padaku.
Aku menghela napas, dari milyaran wanita di dunia mengapa harus aku yang mengalami hal ini? Mengapa harus aku yang menjalani kehidupan bak kisah drama atau novel menikah dengan CEO kaya tapi playboy. Dan seperti kisah yang pernah kutonton, suamiku tak mencintaiku. Kuhapus riasan make up-ku, make up yang membuat wajahku tak cantik tapi jadi semakin buruk rupa. Memang sengaja kugelapkan kulitku. Aku tak segila itu menyerahkan jiwa ragaku yang berharga pada Valko! 😑
Malam ini malam pertama kami sebagai suami istri. Ya, beginilah aku, gadis yang dikorbankan demi perjanjian kakek. Kuganti gaunku dengan piyama putih yang ada di lemari. Biarkan saja Valko tertidur. Aku bukan gadis bodoh yang akan menggali kuburku sendiri.
Aku penasaran berapa wanita yang pernah tidur dengan CEO muda ini. Kudekati dia yang sudah tidur miring sembarangan di ranjang. Aku tak seperti gadis-gadis lain mainanmu yang mau orang sepertimu, Valko, Si Serigala Playboy!
__ADS_1
Jika ditanya apa Valko tampan, ya, dia cukup tampan. Rambutnya gondrong sebahu. Matanya seperti mata elang yang tajam nan dingin. Hidungnya mancung, tubuhnya tentu atletis. Bagi gadis mainannya mungkin itu mempesona tapi bagiku itu hanyalah perangkap pertama. Aku ini istrinya tapi aku hanya diperlakukan seperti pembantu saja. Aku akan merasa sangat senang jika itu terjadi, aku tak perlu menyerahkan jiwa ragaku yang berharga pada Valko.
Lebih baik aku segera tidur di sofa seperti perintahnya. Tapi sebelum itu, harus kukepang dahulu rambutku menjadi dua agar terlihat kuno dan kampungan. Intinya, jangan sampai Valko tertarik padaku.
Tuan Wijaya, semoga kau cepat sembuh. Itu hal yang selalu kudoakan dalam hati. Pernikahan ini terjadi karena kakek dari Valko ingin segera menimang cicit dari cucunya yang merupakan pewaris tunggal. HUH! Jangan harap itu terjadi! Aku takkan sudi menyerah pada Valko! 😐
Kamar pengantin ini lumayan juga. Bunga-bunga mawar putih menghiasi dinding-dindingnya. Kelopak-kelopak mawar merah ditaburkan di lantai dan ranjang. Sialnya, pintu dan jendela terkunci dari luar. Kurasa keluargaku ingin segera aku berisi. Itu takkan pernah terjadi! Aku takkan pernah membuat Valko tertarik padaku. Kulihat cincinku, cincin emas putih bertahtakan berlian yang langka. HUH! Aku bukan wanita yang gila harta! Kurasa besok aku harus mencuci tanganku dengan sabun anti bakteri berulang kali. Kulepas cincin itu dan menyimpannya di laci meja rias.
Kurasakan hari sudah pagi. Kucoba menggerakkan badanku. Tunggu, mengapa aku merasa ada yang menindih badanku? Apa aku sedang mengalami tindihan? Saat kubuka mataku...
__ADS_1
"AAAAAA!!!!!" teriakku sekencang mungkin. Tubuhku sudah ada di dekapan Valko. BRUK!!! Tanpa pikir panjang kutendang dia. BUMMM!!!! Suara benda jatuh terdengar. Apa yang terjadi? Apa tadi malam Si Serigala Playboy sudah melakukan hal itu padaku? 😢
Jangan lupa like dan vote ya 😄 biar author tambah semangat buat nulis dan update
Cara vote dan like gampang kok 😄
Tinggal pencet tanda jempol 👍 di pojok kiri bawah untuk like 😄
Untuk vote tinggal pencet tanda 'Vote' di halaman sampul novel
__ADS_1
Thank you 😍