Istri CEO Muda : Terpaksa Menikahi Tuan Valko

Istri CEO Muda : Terpaksa Menikahi Tuan Valko
Episode 30 - Nona Via


__ADS_3

"Selamat datang di Parama Garden. Tempat wisata yang dibangun oleh ayahku khusus untuk ibuku tercinta!" ucap Valko. WOW! Kurasa liburanku akan bertambah menarik, hihihi 😆.


"Selamat datang Tuan Valko!" terdengar suara seseorang menyapa di belakang kami. Valko segera berbalik. Nampak Sekretaris May datang diikuti beberapa pria berjas rapi. Kurasa mereka pasti pengelola tempat ini.


"Maafkan kami yang tidak menyambut, Tuan," ucap seorang pria berjas biru dongker. "Kami tak menyangka, jika Tuan Valko akan berkunjung kemari!"


"Aku hanya ingin bersenang-senang di tempat yang dibangun ayahku!" Valko memandang orang-orang itu. "Tempat ini sepenuhnya milik keluargaku, apa aku perlu pemberitahuan sebelumnya?" ia menatap orang-orang itu dengan tatapan tajam.


Bisa kurasakan aura kewibawaan dan intimidasi keluar dari dirinya. Valko, sekarang kau terlihat seperti CEO di film impor yang pernah kuotonton tahu! 😍 Kurasakan mata orang-orang ini mencuri pandang ke arahku. Kueratkan pelukanku pada leher Valko. Kepalaku menyandar dengan manja.


"Cayang, mereka sepertinya penasaran padaku...." bisikku lembut.


"Ini istriku..." ucap Valko. "Panggil dia Nona Via!" Nona Via? Sudahlah, setidaknya itu masih bagian dari namaku. Ini lebih baik daripada diperkenalkan sebagai Tupai Kecil 😧. "Kalian harus melayani dan menghormatinya sama sepertiku. Mengerti?!"


"Kami paham, Tuan!" sahut orang-orang itu.

__ADS_1


"May, aku ingin sarapan terlebih dahulu!" ucap Valko. Sekretaris May hanya menggangguk. Valko menggendongku menuju sebuah lift. Kurasa ini lift yang menuju ke bawah gedung ini. Saat pintu lift terbuka nampak pemandangan taman bermain indoor. Kurasa ini adalah lantai dasar dari gedung ini.


Ada tulisan besar terpampang di sana 'WELCOME TO PARAMA LAND'. Di ruangan ini ada komedi putar, bianglala, kereta mini, dan wahana permainan lainnya. Kurasa konsep dari taman permainan ini adalah serigala. Hampir seluruh wahana dicat abu-abu metalik. Selalu ada gambar serigala menghiasi setiap sudut wahana.


"AAA!!!!" terdengar teriakan. Mataku melirik ke arah teriakan itu. Nampak tulisan 'CRAZY WOLF COASTER!'. Astaga, di ruangan ini ada roller coaster indoor! Aku harus mencobanya. Sayangnya, Valko semakin membawaku menjauh dari area permainan itu.


"Valko!" panggilku dengan manja. "Aku ingin naik itu! Naik itu!" aku terus menunjuk ke arah belakang. Aku tak peduli jika aku merajuk seperti anak kecil sekarang ini. Valko melihat ke arah belakang.


"Tak boleh!" sahutnya tegas. "Kakimu masih sakit! Aku takkan mengijinkanmu naik wahana ekstrem!"


"Tapi...." aku mencoba protes.


Valko terus berjalan dengan aura angkuh kurasa. Dia dikawal beberapa pengawal berpakaian serba hitam. Pejabat tempat ini kurasa juga menemaninya, tentu saja ada Sekretaris May yang setia menempel seperti perangko.


Mataku mulai menangkap bau berbagai makanan lezat. Kurasa ini sudah memasuki area food court. Nampak ada berbagai stand makanan menawarkan berbagai menu. Valko menurunkanku.

__ADS_1


"May, temani dia makan!" perintah Valko. Seorang pengawal menyerahkan tongkat penyangga padaku. Valko ternyata kau bisa ya jadi suami yang pengertian, meski pun kadang-kadang. Kuterima tongkat itu. Tak masalah jika aku harus sendiri dulu. Aku dilepas di tempat yang menyenangkan. Apalagi aku tak perlu mengeluarkan uangku sendiri 😍. Hihihi, akan kupesan makanan di restoran paling mahal 😆.


Ehm...aku masih bingung mau pesan dimana. Semuanya terlihat menggoda. Ada berbagai stand makanan western, eastern dan lokal. Tak adakah sesuatu yang menarik? Aku lebih memilih sesuatu yang menarik dan baru saat liburan seperti ini. Makanan mahal dan tempat yang mahal belum tentu bisa menyaingi rasa senang saat menikmati sesuatu yang baru. Aku terus berjalan hingga menemukan sesuatu yang berbeda. Nampak ada stand makanan yang halaman depannya dilapisi kaca. Di depannya nampak tulisan 'LITTLE KITTEN CAFE'. Sepertinya tempat ini menarik.


"Pak May, aku mau makan di sini saja!" aku hendak melangkah masuk.


"Biarkan kami memesan dan memeriksa tempat ini dulu, Nona!" sahut Sekretaris May. Dua pengawal segera masuk ke tempat itu. Ehm...untung saja ini bukan di tempat biasanya aku tinggal. Jika iya, mungkin aku akan merasa canggung dan malu sendiri.


"Silahkan masuk, Nona!" ucap salah seorang pengawal. Aku segera masuk ke tempat itu bersama Sekretaris May.


Jangan lupa like dan vote ya 😄 biar author tambah semangat buat nulis dan update


Cara vote dan like gampang kok 😄


Tinggal pencet tanda jempol 👍 di pojok kiri bawah untuk like 😄

__ADS_1


Untuk vote tinggal pencet tanda 'Vote' di halaman sampul novel


Thank you 😍


__ADS_2