Istri CEO Muda : Terpaksa Menikahi Tuan Valko

Istri CEO Muda : Terpaksa Menikahi Tuan Valko
Episode 22 - Kejutan....


__ADS_3

"Valko, bibirmu sangat menggoda!" ucapku lirih. Kugerakkan bibirku perlahan-lahan menuju bibir merah itu. Aku merasa berdebar dan geli. Tapi hatiku merasa antusias untuk melakukan ini. Bibirku tinggal beberapa mili dari bibirnya. Valko, jangan bangun dulu ya, hihihi! 😆 Bagaimana rasanya mencium bibir Serigala Gila ini ya? 😆


Aku selalu tergila-gila pada wajah yang tampan. Alasanku menyukai boyband korea karena wajah personilnya yang tampan 😍. Personil idolaku ada banyak. Asalkan wajah mereka tampan, garang dan terkesan dewasa, mereka pasti akan masuk daftar list idoaku. Saking tergila-gilanya pada mereka terkadang aku berhalusinasi bisa memeluk atau bahkan mencium mereka 😙. Apalagi saat mereka tampil cool di Music Video (MV). Halusinasiku bertambah gila. Aku memang punya pacar, tapi hubunganku dan Kai berjalan secara LDR. Aku sering merasa diriku tak ada bedanya dengan seorang jomblo. Jika halusinasiku agak parah biasanya kuanggap guling di kamarku sebagai idolaku. Kupeluk dan kucium guling itu sambil kupasangi foto idolaku.


Aku tak tahu ada apa dengan diriku saat ini. Aku memang tak suka bersentuhan dengan Valko. Tapi saat ini entah mengapa serasa ada magnet atau sesuatu yang membuat bibirku terus bergerak menuju bibir merahnya. Aku deg-degan tapi sangat antusias. Kupejamkan mataku, diriku seakan berkata 'yes, ada santapan lezat 😆'. Ini pertama kalinya aku akan mencium seorang pria. Kai tak pernah kucium di mana pun. Dia mengganggap ciuman saat pacaran itu hal yang kurang sopan.


"Kau mau apa?" terdengar suara membangunkanku. Mataku langsung terbuka. Astaga! 😨 Valko sudah terbangun. SIAL! SIAL! SIAL! 😣 Mengapa dia harus bangun? Aku malu! 😣 Dia menatapku tajam. "Apa kau ingin mencium bibirku, Tupai?" bisiknya lirih di telingaku. Apa yang harus kukatakan? 😣. Aku tertangkap basah. "Apa kau sedang berusaha menggodaku, Tupai? Kau ingin bermain-main sekarang?" bisiknya di telingaku. Aku hanya diam sambil membuang muka.


PLUG! Terdengar suara. Astaga! Mengapa air dalam bak tiba-tiba semakin menyusut? 😣. Kurasa Valko sengaja menarik tutup lubang pembuangan air dalam bathtub ini. HUA! Aku tak mau dia melihat tubuhku 😣. Sebuah ide terlintas di benakku. Kulihat di dalam kamar mandi ini ada bathrobe (baju handuk), handuk putih dan pakaianku yang berserakan di bawah bathtub.


"Tuan...." panggilku manja. "Tupai ini masih malu-malu. Tuan tahu sendiri kan jika Tupai ini masih kecil, polos dan pemalu...." bisikku dengan manja. "Tupai ini ingin memanjakan Tuan dengan mulut mungilnya. Tapi Tupai ini malu. Tupai ini kaget karena Tuan sudah membuka mata sebelum ehm...Tupai ini memberi kejutan kecil...."


"Ehm, kau ingin memberiku kejutan?" tanya Valko. Aku menggangguk manja. "Baiklah, Tupai. Aku akan menutup mataku," Valko menutup matanya.


"Saya hitung sampai lima ya, Tuan...." aku melepaskan cengkeraman tangan Valko. "Tupai ini akan lebih leluasa bergerak...." ucapku agar Serigala ini tak curiga. "Satu...dua...." aku keluar dari dalam bak. "Jangan mengintip, Tuan..." kuambil bathrobe lalu kupakai di tubuhku.


"Cepatlah, Tupai! Aku tak sabar!" teriak Valko. Hihihi, dia benar-benar menutup matanya rapat-rapat 😆.

__ADS_1


"Ti...ga..." kuambil handuk putih itu. "Empat!" teriakku kencang. BRUK!!! Kulemparkan handuk itu ke wajah Valko. "LIMA!" teriakku kencang. Aku berlari keluar dari kamar mandi sekencang mungkin. BRAK!!! Kututup pintu kamar mandi. CLAK!!! Pintunya langsung kukunci.


"Hahaha!" aku tak bisa menahan tawaku. Ini sangat lucu. Aku berhasil mengelabui bahkan mengunci Valko di kamar mandi.


"TUPAI!" terdengar teriakan dari dalam. "BUKA PINTUNYA SEKARANG!!! CEPAT!!!" teriak Valko semakin keras. BRAK! BRAK! BRAK! Kurasa dia mencoba mendobrak paksa pintu kayu ini. "BUKA PINTUNYA, TUPAI!" teriaknya lagi. Engsel pintu itu terus bergerak-gerak. "CEPAT BUKA! BERANINYA KAU MENIPUKU!" teriak Valko lagi. Aku tak mempedulikannya. Kumanfaatkan waktuku untuk berpakaian.


Nampak dua koper di kamar ini. Astaga, ini kan salah satu koperku yang kutinggalkan di rumah Valko. Aku sangat mengenali koper fiber warna pink dengan stiker bunga mawar merah itu. Ini koperku. Saat kubuka ternyata isinya pakaianku serta skincare yang biasa kupakai. Kurasa Serigala itu sudah merencanakan perjalanan ini. Apa ini bulan madu yang dia maksud? AH! Apa yang kupikirkan! Lebih baik aku segera berpakaian. Dengan cepat kupakai setelan kaos warna dusty pink dan celana training lembut warna abu-abu gelap. Tak lupa kupakai skincare-ku. Kukeringkan dan kusisir rambutku.


"BUKA PINTUNYA! TUPAI! CEPAT!" teriak Valko. "BUKA PINTUNYA! AKU ADA MEETING PENTING! CEPAT BUKA!" teriaknya lagi Kau pikir aku akan percaya tipuanmu Serigala Gila? Aku tak mudah tertipu, tahu!


"Tuan...." terdengar suara seseorang diikuti pintu kamar yang terbuka. Astaga, itu Sekretaris May. "Tuan...." panggilnya lagi.


"Ada apa, Pak May?" tanyaku sambil tersenyum. Jangan sampai dia membebaskan Valko.


"Nona, mengapa Tuan Valko berteriak-teriak? Saya harus membebaskannya...." Sekretaris May beranjak masuk.


"Pak May!" aku menahannya. "Aku dan Tuan Valko sedang bermain-main. Ini untuk mempererat hubungan kami...." ucapku lirih. "Jadi, tolong jangan ganggu ya!" kudorong Sekretaris May keluar dari kamar.

__ADS_1


"Maaf, Nona. Tapi ada klien penting menunggu di lantai dasar. Mohon Nona tunda dulu permainan ini," ucap Sekretaris May. "Saya akan menunggu Tuan Valko di bawah." Sekretaris May berlalu pergi. SIAL! Kenapa klien itu harus datang sekarang sih? 😣


"TUPAI!" teriak Valko lagi. BRAK!!! Terdengar suara pintu digebrak. "CEPAT BUKA PINTUNYA!" teriakan Valko semakin menakutkan.


Astaga, kurasa aku harus membuka pintu itu. Kusiapkan mental dan ragaku untuk lari setelah pintu ini dibuka. Aku deg-degan 😣. Rasanya seperti aku akan melepaskan makhluk buas nan mengerikan dari dalam kandangnya. Satu...dua...tiga...CLAK!!! Kubuka kunci pintu itu. LARI!!! Kugerakkan kakiku untuk kabur secepat mungkin.


"AAAA!!!" baru saja aku melangkah berbalik tiba-tiba kerah kaosku di bagian belakang berasa tertarik. Saat aku melihat ke belakang. Serigala itu nampak berdiri di belakangku. Wajah murka dengan tatapan membunuh terpampang jelas di sana. Astaga, dia hanya memakai lilitan handuk putih saja utuk menutupi tubuh bagian bawahnya.


"KAU MAU LARI KEMANA,TUPAI!" teriaknya dengan suara dingin nan mengerikan. Tubuhku berasa kaku. Tubuhku diangkat dengan kasar. BRUK!!! Aku dilempar ke atas ranjang. Valko menindih tubuhku. Kedua kakiku terjebak di cengkeramannya. Kedua tanganku terangkat ke atas. Dia membelenggu tanganku dengan kedua tangannya. "BERANINYA KAU MENIPUKU!" ucapnya dengan nada kasar. "AKAN KUHUKUM KAU, TUPAI!" teriaknya dengan keras.


Astaga, apa yang ingin dia lakukan? 😣 Valko, ampuni aku! 😣


Jangan lupa like dan vote ya 😄 biar author tambah semangat buat nulis dan update


Cara vote dan like gampang kok 😄


Tinggal pencet tanda jempol 👍 di pojok kiri bawah untuk like 😄

__ADS_1


Untuk vote tinggal pencet tanda 'Vote' di halaman sampul novel


Thank you 😍


__ADS_2