
"Ehm...ma...af...Tu...an...." sahutku lirih. BRUK!!! Valko langsung menjatuhkan dirinya di atas ranjangku. Astaga, apa dia akan tidur sambil bertelanjang dada. Atau jangan-jangan dia ingin memangsaku? Aku tak mau itu terjadi 😣
"Apa yang kau lihat, Tupai? Cepat kemari!" perintahnya. Ehm...aku mendekat dengan perlahan-lahan dan hati-hati.
"AAA!!!" tiba-tiba tanganku ditarik dengan kencang oleh Valko. Aku langsung terjatuh ke dalam pelukannya. Dia memelukku seperti memeluk sebuah guling. Jangan mangsa aku sekarang 😣. Tubuhku kaku dan menegang. Kurasa mataku terpejam karena ketakutan.
"Kau kenapa Tupai? Mengapa matamu terpejam? Kau takut padaku? HAH?!" ucapnya sambil menyentil hidungku.
"Ehm...Tuan...ehm...ja...ngan...mang...sa...a...ku..." sahutku lirih dan memelas. "A...ku...jan...ji...takkan...menyentuh Tu...an....ehm...sembara...ngan...la...gi," aku memohon. "Am...puni...aku...Tu...an...."
"Siapa yang ingin memangsamu, Tupai?!" ia menyentil hidungku lagi. "Buka matamu!" kuiikuti perintahnya untuk membuka mata. Astaga, kepalaku tepat berada di dada Valko sekarang. Aroma parfum itu tercium dengan kuat.
"Ehm...aroma mawar...." kurasakan Valko menghirup-hirup rambutku. "Diamlah! Aku sudah lelah!" bisiknya lirih. Dia memelukku semakin erat, kurasa dia sudah tertidur sekarang.
"Tu...an..." panggilku. Apa dia benar-benar akan tidur sambil bertelanjang dada. Hiks, aku tak bisa tidur jika seperti ini. Jantungku terus berdebar kencang sedari tadi.
"Ehm...Tu...an...be...lum...me...ma...kai...ba...ju...pi..ya...ma...ehm...bi...ar...Tu...pai...ini...me...ngam...bil...kannya...." aku hendak bergerak turun dari ranjang.
__ADS_1
"Aku ingin tidur seperti ini, Tupai," ia menahan diriku, pelukannya dieratkan pada tubuhku. "Udaranya panas, aku merasa gerah," sahutnya singkat. "Meski sudah memakai AC tetap tak terasa sejuk."
"Tapi, Tuan....ehm...Anda bisa masuk angin karena kedinginan nanti...." sahutku. Tolong pakai bajumu, Serigala Gila. Aku bisa tak tidur semalaman jika wujudmu seperti ini.
"Ehm..." dengusnya. Dia menarik selimut tebal yang ada di pinggir ranjangku. Dia membungkus tubuhnya dan tubuhku. Apa dia ingin memangsaku sekarang? 😣 Kurasa tubuhku gemetar ketakutan. "Aku tak berminat memangsamu sekarang. Berapa usiamu Tupai? Kau begitu ketakutan melihatku seperti ini. Apa kau masih remaja belasan tahun?"
"Ehm...usiaku 21 tahun, Tu...an...." jawabku lirih.
"Kau hanya selisih lebih muda 8 tahun denganku, Tupai. Sudah tidurlah!" ia mengeratkan pelukannya pada tubuhku. Valko mulai tertidur, bisa kurasakan frekuensi pernapasannya yang mulai melambat. Aku tetap saja tak bisa tidur. Seumur hidupku belum pernah aku bersentuhan sedekat ini dengan tubuh laki-laki. Ehm...tapi mataku tak bisa berkutik, aku suka melihat dada bidang dan perut sixpack Serigala ini. Bagaimana ya rasanya menyentuh perut sixpack itu? Jari telunjukku tak bisa kutahan untuk tak menyentuhnya. Kurasa aku menusuk-nusuk perut Valko. Habisnya, aku penasaran, seperti apa rasanya menyentuh perut berotot seperti ini.
"Apa yang kau lakukan, Tupai?" terdengar suara mengejutkanku. Gawat! Valko terbangun. "Kau menusuk-nusuk perutku dengan jarimu. Itu membuatku geli dan tak bisa tidur," aku bertatapan dengan mata Valko sekarang. Wajahnya dingin kurasa dia tak suka tidurnya terganggu.
"Apa kau bilang, Tupai? Kau tergoda menyentuh tubuhku?" Valko mencengkeram daguku. "Apa aku semenarik itu untukmu? HAH?!" aku tak bisa menjawab. Mulutku terasa kaku karena malu.
"Terserah padamu! Aku mau tidur di sofa saja!" entah darimana keberanian ini berasal.
Aku berani melepaskan diri dari cengkeraman pelukan Valko. Mungkin rasa malu yang membuatku terpojok sehingga berani melawan. Aku pindah ke sofa merah yang ada di sudut kamarku. Kutarik selimut dari tubuh Valko lalu membungkus tubuhku sambil berjalan pindah ke sana.
__ADS_1
"Hey, kau berani melawanku sekarang?!" terdengar teriakan Valko. "Beraninya kau! Kembali Tupai! Kembali kemari atau aku akan...."
"Kau mau apa?!" sahutku sambil berteriak dari sudut sofa ini. "Kau memangsaku? HAH?!" kurasa aku mulai sebal sehingga berani berteriak pada Valko. "Aku bisa menggigitmu dengan gigi tupaiku ini dan kabur lewat jendela!" teriakku sambil membaringkan diri di sofa dan membungkus tubuhku dengan selimut. "HUH!" aku berbaring membelakangi Valko. "Valko! Turunkan aku!" teriakku. Valko menggendongku. BRUK!!! Tubuhku dilempar ke ranjang. Sial! Sekarang aku terbaring di pojokan berbatasan dengan dinding. Valko berdiri sambil berkacak pinggang.
"Kau...." ia menunjuk ke arahku.
"APA?! HUH!" aku berteriak padanya sambil bergerak membelakanginya. Lebih baik aku tidur menghadap tembok.
"Sudahlah, aku lelah bermain-main," ucap Valko. Kurasa dia naik ke ranjang. Tunggu, dia bilang bermain-main? Jadi, dia sengaja bertelanjang dada untuk menggodaku? AH! VALKO! Kau menyebalkan. "Hey, Tupai! Tupai!" panggil Valko. Tangannya menarik-narik tubuhku. Aku tetap tak menggubris dan tak berbalik menghadapnya. "Ayolah, aku sudah lelah dan mengantuk. Ayo, berbaliklah! Aku sudah memakai baju piyamaku. Ayolah, jangan cuek dan marah seperti ini. Aku tak bisa tidur jika tak kau belai..." celetuk Valko. Mengapa dia terdengar seperti memohon padaku ya? Hihihi, apa belaianku itu senjata ampuh untuk menjinakkan Serigala ini? 😆
Jangan lupa like dan vote ya 😄 biar author tambah semangat buat nulis dan update
Cara vote dan like gampang kok 😄
Tinggal pencet tanda jempol 👍 di pojok kiri bawah untuk like 😄
Untuk vote tinggal pencet tanda 'Vote' di halaman sampul novel
__ADS_1
Thank you 😍