
Aku melihat tulisan besar 'WELCOME TO COW LAND!'. Apa di sini juga ada peternakan sapi? 😄 Liburanku akan semakin menarik 😆. Mataku terus melihat ke padang rumput yang luas itu. Ada banyak sapi putih bertotol-totol hitam di sana. Jumlahnya ada banyak sekali. Mungkin mencapai ribuan. Kuda yang kutunggangi bersama Valko berhenti di dekat pagar pembatas ini. Kuda ini duduk kembali ke tanah. Valko turun terlebih dahulu, ia melepas helmnya. Helmku pun dilepas oleh Valko.
"Ayo, turun!" ucap Valko. Aku pun hendak menurunkan kakiku. Valko dengan sigap menggendongku kembali. Diiringi para pengawal dan Sekretaris May, Valko membawaku berjalan menuju suatu tempat.
WOW! Ada sebuah bangunan besar di dekat padang rumput berisi sapi itu. Di bangunan itu ada pintu masuk untuk para sapi. Para sapi itu masuk ke bangunan itu dengan dibimbing pagar pembatas. Ini pasti pabrik pemerahan susu sapi. Astaga, seberapa kaya sih keluarga Valko sebenarnya? 😮 Dia punya taman bermain sebesar ini, punya helikopter, bahkan sekarang punya pabrik pemerahan susu sapi.
"Cayang, seberapa kaya sebenarnya dirimu?" astaga! Mengapa aku terlihat seperti cewek matre sih?
"Kenapa kau menanyakan itu?" Valko menatapku. "Yang jelas cukup untuk memanjakan lebih dari satu gadis boros sepertimu!" jawab Valko. Lebih dari satu? 😡 Kau menduakanku? Kucubit dengan keras pipi kanan Valko. "AU! SAKIT!" teriak Valko kencang.
"Apa kau menduakanku, HAH?! Kau punya selingkuhan, HAH?!" teriakku sambil cemberut. Tunggu, mengapa aku terlihat seperti seorang wanita yang sangat pencemburu! 😭 Kenapa sih dengan diriku ini? 😢
"Aku hanya bercanda! Kenapa kau sangat sensitif sih hari ini?" sahut Valko. Cubitanku membuat pipinya nampak berbekas merah.
"HUH!" aku membuang muka. "Bercandamu tidak lucu, tahu!" aku berusaha membuat diriku tetap cool.
"MOOOO! MOOOO!" terdengar suara sapi bersahutan. Ternyata aku sudah memasuki area depan bangunan itu. Dari sini sudah terlihat sapi-sapi ditata dalam kandang. Ada semacam penyedot yang dipasangkan di bagian bawah perut mereka. Alat itu untuk memerah susu. Sungguh canggih alatnya. Penyedot itu mengalirkan susu sapi menuju wadah penampungan. Meski penyedotnya otomatis tapi pemasangan ke bawah perut sapi tetap saja perlu bantuan manusia. Ini seperti peternakan sapi dengan teknologi modern yang pernah kulihat di internet.
"Tuan Valko!" nampak seorang pria berseragam biru muda mendekat ke arah kami. Dia diiringi beberapa pria berseragam sama. Kurasa mereka pasti pengelola tempat ini. Valko menurunkanku dari gendongannya. Tongkat penyangga itu diberikan kembali padaku. "Selamat datang ke Pabrik Parama's Cow Land'" sapa orang itu. Dia bersalaman dengan Valko. Para pria itu melirik ke arahku.
"Ini Via, dia istriku!" sahut Valko. Aku pun turut menyalami para pria itu sambil tersenyum. "Aku ingin berkeliling pabrik ini!" perintah Valko. Astaga, pasti menyenangkan bisa berkeliling pabrik ini. Aku sangat antusias. "May, ambilkan benda itu!" perintah Valko. Nampak Sekretaris May mendorong sebuah kursi roda. "Kau naiklah kursi roda," Valko memegang bahuku. "Aku harus meninjau pabrik ini. Kau mungkin bisa ikut berkeliling dengan berjalan tapi aku tak ingin lukamu semakin parah," Valko menatapku dengan lembut.
__ADS_1
Mengapa hatiku merasa hangat ya? Dia memikirkan kebutuhanku hingga sedetail ini. Aku pun menggangguk dan duduk di kursi roda itu. Tak masalah, justru aku tak perlu lelah berjalan. Valko dan para pejabat pabrik itu mulai berjalan di depanku. Aku mengikuti dari belakang dengan di dorong oleh seorang pengawal. Ehm...sejak kapan ada pengawal wanita ya? Bukankah tadi hanya ada pengawal pria saja. Sekretaris May mendampingiku.
Kulihat Valko, dia nampak serius berdiskusi dengan para pengelola pabrik ini. Dia terlihat berwibawa, pintar dan berkharisma. Kurasa jiwa seorang pemimpin memang tertanam pada dirinya. Mengapa ya mataku tak berkutik dan terus melihat ke arahnya. Sial, dia sekarang melihat ke arahku. Kubuang saja pandanganku. Isi dalam bangunan ini hanya sapi-sapi yang berjejer dalam kandang besi lalu dipasangi alat penyedot untuk diperah susunya. Aku jadi berpikir, apa susu sapi yang kuminum berasal dari sapi di sini ya? Bisa saja itu terjadi.
Valko kembali melanjutkan kegiatan berkeliling. Ternyata di tempat ini selain diberi makan rumput, para sapi juga diberi makanan tambahan. Sekarang, aku berada depan di kandang sapi. Nampak para sapi berjejer di kandang ini. Mereka sedang makan makanan tambahan dengan lahap. Di dekat kandang itu ada tempat pencacahan pakan tambahan untuk para sapi. Aku tak tahu pasti apa makanan tambahannya, tapi mungkin itu rumput impor. Valko kembali berkeliling bersama para pria itu.
"Pak May," tanyaku. "Di sini juga menjual anakan sapi ya?" aku penasaran. Aku dibawa ke tempat anak-anak sapi yang masih kecil di rawat. Ada juga banyak sapi yang sedang bunting ada di sini.
"Nona, seekor sapi penghasil susu hanya bisa menghasilkan susu jika sapi itu pernah beranak. Sapi-sapi di sini tidak dijual tapi untuk memperbanyak sapi di tempat ini," jawab Sekretaris May. Lucunya, anakan sapi itu diberi susu dengan sebuah botol dot yang besar oleh para karyawan.
"Pak May!" panggilku. "Boleh aku mencoba memberi minum anak sapi?" pintaku sambil tersenyum.
"Tak boleh!" terdengar suara mendekatiku. "Kau hanya boleh menyuapiku saja, Tupai! Tak boleh yang lain, termasuk sapi!" ucap Valko dengan ketus. Kedua tangannya menyilang di dada.
Tur kembali dilanjutkan. Ini bagian yang paling menyenangkan, hihihi 😆. Ini tempat penjualan souvenir dan oleh-oleh wahana dunia sapi ini. Tempat ini dibuat dengan nuansa putih dengan totol-totol hitam. Di tempat ini ada boneka sapi, kaos bergambar sapi, permen dari susu sapi, gantungan kunci bergambar sapi, sandal bergambar sapi, topi bergambar sapi, es krim dari susu sapi, tote bag bergambar sapi dan masih banyak lagi souvenir tentang sapi.
"Pak May...." panggilku. "Aku ingin membeli oleh-oleh untuk keluargaku...." pintaku lagi.
"Tentu saja, Nona," Sekretaris May menemaniku berbelanja.
Hihihi, aku borong dong oleh-olehnya 😆. Aku membeli kaos, sandal, topi dan satu boneka sapi yang besar. Aku juga membeli kaos dan permen sapi untuk keluargaku dan temanku di D'Briallen Boutique. Dua pack es krim berbagai rasa juga kubeli dan semuanya untukku 😆.
__ADS_1
Tur kembali dilanjutkan, tempat selanjutnya yang dikunjungi adalah kantor pengelola tempat ini. Kantor itu merupakan sebuah bangunan dengan dua lantai. Astaga, bahkan kantornya pun dicat putih dengan totol-totol hitam. Aku ditemani Sekretaris May menunggu di salah satu ruangan dekat ruang meeting.
Aku asyik menikmati es krimku sambil memangku sebuah boneka sapi imut yang besar. Hihihi, boneka sapi ini bisa kujadikan alat untuk membatasiku dari Valko saat tidur 😆. Para pengelola pabrik ini nampak sudah masuk ke ruang meeting, Valko tak masuk. Dia justru mendekatiku. Valko mendekat ke arahku, dia melihat semua belanjaanku dengan tatapan dingin. Tatapannya semakin mengerikan saat dia melihat boneka sapi besar yang ada di pangkuanku.
"Valko...." protesku. Dia mengambil boneka sapiku 😭.
"May, jauhkan ini dari Si Tupai!" ucapnya tegas sambil memberikan boneka sapi itu pada Sekretaris May. "Buang dan musnahkan boneka ini! Hanya aku yang boleh ada di pangkuannya!" perintah Valko. Aku pun berdiri, lebih baik kubujuk Valko.
"Cayang...." panggilku manja. "Kemarilah...." Valko mendekat ke arahku. Kurangkul manja lehernya, aku bisa saja berdebat dengannya tapi ini di kantor. Itu akan menarik perhatian banyak orang. Ini demi boneka sapi! 😤 Kucium pipi kanan Valko. "Pangkuanku hanya akan selalu menjadi tempatmu, Cayang....Tupai ini minta maaf sudah berbuat salah...." bisikku lirih di telinganya. "Ehm...boneka hanya makhluk mati, Cayang...ehm...biarkan aku membawanya pulang ya," aku tersenyum. "Biarkan pengawalmu yang membawanya ya!" aku tersenyum.
"Tak boleh!" Valko melepas rangkulan leherku. "Tetap saja boneka itu pengganggu! Kau pasti akan memeluknya saat tidur! Aku tak mau ada yang mengganggu tempatku!" sahut Valko tegas. Hiks, raut wajahnya mengerikan.
Dia lalu masuk ke ruang meeting itu. Sekretaris May benar-benar membuang boneka itu ke tempat sampah, dia bahkan menyulut api ke dalam tempat sampah berbahan logam itu. HUA! 😭 Bonekaku Tercinta! Valko, mengapa kau jadi sangat pencemburu sih? 😭
Jangan lupa like dan vote ya 😄 biar author tambah semangat buat nulis dan update
Cara vote dan like gampang kok 😄
Tinggal pencet tanda jempol 👍 di pojok kiri bawah untuk like 😄
Untuk vote tinggal pencet tanda 'Vote' di halaman sampul novel
__ADS_1
Thank you 😍