
Kemana ya Valko membawaku? Pikiranku terus mencoba menerka-nerka. Kulihat wajah Valko, seperti biasanya dia tertidur di pangkuanku. Aku tak tahu kemana arah tujuan mobil ini melaju. Daerah ini asing bagiku.
Apa dia ingin bermain lagi di bawah selimut? 😳 Duh, pinggangku masih sakit akibat ulahnya tadi malam. Tapi, matanya tadi benar-benar berkilau licik.
"Kita sudah sampai, Tuan!" ucap Sekretaris May.
"Ehm...." mata Valko kembali terbuka. Dia bangun lalu kembali duduk.
"Apa sudah sampai di hotel?" ucapku spontan.
"Hotel? Apa maksudmu, Tupai?" tanya Valko.
Berarti ini bukan di hotel. Duh, aku jadi canggung dan malu, nih. Aku harus jawab apa, bisa-bisa dikira Valko, aku sangat antusias bermain di bawah selimut lagi.
"Oh, kau kecanduan bermain di bawah selimut denganku, ya?" ucap Valko sambil tersenyum licik. Tuh kan! 😳 Dia mengira aku yang ingin, padahal sebenarnya tidak! 😣
"Ehm...." aku bingung harus menjawab apa.
"Kenapa pipimu merah, Tupai Kecilku Sayang?" Valko mengangkat wajahku. "Jangan khawatir, aku masih muda, tak masalah jika kau menginginkan bermain setiap hari!" ucap Valko menepuk-nepuk bagian atas kepalaku.
Pipiku dan telingaku semakin merah mendengar hal itu. Aku hanya diam dan kembali tertunduk. Mulutku tercinta kenapa kau harus mengeluarkan kata-kata itu sih tadi.
"Sudah, ayo turun! Kau harus segera membayar balas jasa padaku, Tupai Kecilku Sayang!" ucap Valko sambil tersenyum licik. Dia kembali memakai kacamata hitam yang diberikan oleh Sekretaris May.
"Pakai kacamata hitammu lagi, Tupai!" perintah Valko. Aku pun memakainya.
Ini tempat apa, ya? Jika bukan hotel dan bukan membayar dengan cara itu. Valko ingin aku membalas jasanya dengan cara apa? 😮
Valko menggandeng tanganku keluar dari mobil. Ternyata, kami sudah ada di lobi sebuah bangunan. Pintu kaca nampak terbuka secara otomatis. Di atas pintu kaca itu ada tulisan ' Welcome to Kenrick's Happy Mall'.
__ADS_1
Kenrick? Bukanlah itu nama ayah Valko? Astaga! Apa mall ini juga milik keluarga Valko? Di dalam mall, nampak mall ini terdiri dari lima tingkat. Bangunannya bernuansa warna perak. Batu marmer warna abu-abu putih mengkilap menghiasi dinding dan lantai bangunan ini.
Tangan kananku digandeng oleh Valko. Aku seperti masuk ke dalam cerita di film CEO yang pernah kutonton. Valko dan aku berjalan dengan pengawalan ketat oleh pengawal pria dan wanita berseragam serba hitam. Kacamata hitam menutupi wajah para pengawal itu. Di telinga mereka ada earphone yang kurasa terhubung ke semacam HT mungkin.
Mataku jelalatan memandang ke seluruh area mall. Mall ini cukup ramai oleh pemgunjung tapi dari penampilan pengunjung itu kurasa mereka adalah kaum sosialita. Itu bisa terlihat dari smartphone dan tas dengan lambang merek terkenal seharga ratusan juta yang mereka bawa.
Astaga, deretan toko-toko di mall ini adalah merek-merek terkenal dari seluruh dunia. Jiwa missqueen-ku terasa meronta ketika melihat deretan harga yang tertera pada tas pajangan saat melewati salah satu toko tas. Jika aku menjual ginjalku pun kurasa belum mampu membeli sebuah tas dari toko itu. BRUK!!! Kurasa aku menubruk sesuatu. Ternyata Valko berhenti berjalan.
"Ada apa, Tupai? Kau ingin sesuatu, hah?!" ucapnya sambil menatap ke arahku.
"Ehm...tidak...." sahutku lirih.
"Ck! Kau berkata tidak tapi matu terus melirik ke arah toko tas hingga tak sadar aku berhenti berjalan! Kau ingin tas?" tanya Valko lagi.
Duh, aku harus jawab apa , ya? Aku sebenarnya hanya kagum saja sih, bukan ingin beli tas. Valko kan tadi sudah memberiku sebuah tas mahal. Kalau aku berkata iya, nanti aku terkesan cewek matre. Tapi, kalo tidak, mataku jelas-jelas terus melirik ke arah toko. Duh, aku jawab apa nih! 😣
"Ck! Menyusahkan! May!" panggil Valko. "Beli semua tas yang di display di depan toko ini!" perintah Valko.
WHAT? 😱 Kenapa jadi beli tas lagi sih? Duh, aku jadi makin canggung nih! 😣
"Ehm...Valko!" ucapku. "Aku tak ingin beli tas, sungguh! Aku hanya kagum pada kemegahan mall ini...." ucapku dengan nada merendah. "Ehm...semua toko di sini menjual barang-barang mewah dengan merek terkenal di dunia...ehm...aku tadi kaget ehm...saat melihat harga salah satu tas...." ucapku jujur.
"Ck! Bilang saja jika kau ingin beli tas, Tupai!" ucap Valko ketus.
"Tidak! Tidak!" aku mengelak. "Kau salah paham, Valko!"
"Sudahlah. May! Beli semua tas yang dipajang di depan toko tas itu!" perintah Valko lagi.
"Baik, Tuan!" sahut Sekretaris May. Dia langsung memasuki toko tas itu.
__ADS_1
Duh, kalo begini aku jadi makin canggung! 😣 Pokoknya harus hati-hati deh kalo bicara saat ini. Ehm....aku kan bukan cewek matre yang suka menghamburkan uang pria biarpun Valko adalah suamiku. Valko menyeret tanganku masuk ke dalam sebuah lift.
"Akhirnya sampai juga!" ucap Valko saat pintu lift ini terbuka.
"Selamat datang, Tuan Valko, Nona!" sapa seorang wanita cantik dengan blazer hitam.
"Aku ingin meninjau mall dan toko ini sekaligus berbelanja pakaian!" sahut Valko tanpa basa-basi.
"Tentu, Tuan. Saya sebagai manajer toko ini siap melayani Anda," jawab pegawai toko itu ramah.
Toko ini adalah toko pakaian wanita. Di depan toko ini ada tulisan ' Parama Fashion Store'. Parama? Bukankah itu nama ibu Valko? Sebenarnya berapa usaha sih yang dimiliki keluarga Valko? 😮 Valko menggandengku masuk ke dalam toko. Para pengawal itu dengan setia berdiri di depan toko seperti sebuah pagar.
Apa Valko ingin membelikanku pakaian? Tapi, pakaian lamaku kan masih bagus dan layak. Aku hanya membawa pakaian yang masih bagus saja saat pergi ke rumah Valko. Valko menarikku terus masuk ke dalam toko itu.
Manajer toko ini dengan setia mengikuti. Para pegawai toko ini terus menatap ke arahku. Tatapan mereka terlihat biasa saja sih, tapi tetap saja membuatku canggung. Astaga, ini area lingerie! 😵 Nampak berbagai jenis lingerie terpajang di area ini.
"Aku suka model yang ini!" Valko mengambil salah satu model lingerie warna hitam. Melihat modelnya saja membuatku merasa geli.
Apa Valko ingin aku memakai benda ini? Dia ingin aku membalas jasa dengan memakai lingerie? 😨 Itu sama saja mempermudah Valko saat ingin mencabik-cabikku.
Jangan lupa like dan vote ya 😄 biar author tambah semangat buat nulis dan update
Cara vote dan like gampang kok 😄
Tinggal pencet tanda jempol 👍 di pojok kiri bawah untuk like 😄
Untuk vote tinggal pencet tanda 'Vote' di halaman sampul novel
Thank you 😍
__ADS_1