Istri CEO Muda : Terpaksa Menikahi Tuan Valko

Istri CEO Muda : Terpaksa Menikahi Tuan Valko
Episode 9 - Tolong Aku!


__ADS_3

"Beraninya kau, Tupai!" teriak Valko. "Berapa selingkuhan yang kau miliki di belakangku? HAH!" daguku dicengkeram dengan sangat kuat. Valko, tak bisakah kau tahan amarahmu! Bagaimana aku harus menjelaskan hal ini padamu? 😣


"Tu...an...." panggilku lirih. Valko, apakah kau tak pernah meng-update pengetahuanmu sehingga menuduhku selingkuh? Apa kau tak tahu siapa yang ada di dalam album foto itu? Cengkeraman tangannya membuat daguku sakit.


"Mengakulah! Kau pasti punya banyak kekasih di belakangku kan? HAH?!" Valko justru makin menggila.


"VALKO!!!!" teriakku sambil melepas cengkeramannya. Mata menatap tajam mata elangnya yang memgerikan. Kuambil album yang jatuh ke lantai itu. Kurasa aku sudah mulai muak berpura-pura lemah di depan Valko. "Apa kau sekudet itu sehingga tak tahu siapa yang ada di album foto ini? HAH?!" ucapku sambil berkacak pinggang. "Mereka ini artis luar negeri! Aku suka pada mereka! Mereka artis korea!" teriakku sambil membuka foto album itu. "Bukan kau saja yang perlu cuci mata sebagai laki-laki!" aku berani menunjuk langsung ke arahnya. Mungkin aku sudah gila melakukan ini. "Aku juga perlu cuci mata, Valko! Jadi, hentikan omong kosongmu soal selingkuhan! Kau membuat telingaku sakit karena selalu berteriak-teriak terus!" kurasa mukaku cemberut. Aku ini fans dari banyak boyband K-Pop. Jika ada anggota boyband yang tampan tentu saja aku simpan dan cari fotonya. Mataku ini juga perlu diberi nutrisi, melihat paras makhluk yang indah-indah. "Dasar kudet!" teriakku. Ehm...kurasa aku kelewatan agak kurang waras kali ini.


"HMM!!!" dengus Valko. "Aku tak punya waktu untuk melakukan hal konyol seperti itu!" ucapnya sambil memandangi kamarku. "Ckckck! Banyak sekali gambar tak berguna di sini!" Serigala ini dengan sombong menunjuk gambar-gambar biasku (bias \= idola) yang kupajang di dinding kamar. HUH! Memangnya kenapa? Ini kan kamarku, suka-suka aku. Tunggu, ehm...mengapa dia tak marah saat aku berani berteriak dan memanggil nama depannya langsung? Hal ini sudah terjadi beberapa kali.


BRAK!!! Terdengar suara benda dijatuhkan. Hiks, ranjangku tersayang! Valko dengan nekat menjatuhkan tubuhnya ke ranjang mungil kesayanganku yang tepat berada di sudut kamarku. "Ranjang apa ini, Tupai? Kecil sekali! Ranjang di kamarmu jelek sekali! ejeknya. HUH! Bukan ranjangku yang kecil atau jelek, Valko! Tubuhmu yang terlalu besar dan terlalu tinggi seperti sebuah galah. Tubuh Valko tak muat diranjangku, kakinya bahkan sampai melewati batas ujung ranjang. TOK! TOK! TOK! Terdengar suara ketukan pintu.

__ADS_1


"Nona, Tuan...." ternyata itu Bi Ani. "Saya bawakan sarapannya," ia tersenyum ramah dan keluar seketika. Sarapanku tercinta, nasi goreng telur ceplok favoritku. Aku duduk di tepi tempat tidur dan hendak menikmati sarapan pagiku itu.


"Apa ini? Kau suka makanan seperti ini, Tupai?!" ejek Valko.


"Iya, Tuan. Tupai ini tupai jenis lokal jadi tak cocok makan makanan western...." sahutku ketus. Saat aku hendak memasukkan sendok pertama ke mulutku. "Tu...an...." Valko mengapa sekarang justru memeluk tubuhku dari arah belakang? Tak bisakah kau melepaskanku sejenak?!


"Aku lapar, Tupai! Suapi aku!" perintahnya sambil meletakkan kepalanya di bahuku kiriku. Untung saja ada dua piring dan dua sendok yang dibawa Bi Inah ke kamarku. Sendok lain kuambil untuk menyuapi Valko. "Apa yang kau lakukan, Tupai? Apa kau jijik denganku? HUH?!" mukanya cemberut.


"Mulutmu pasti bersih, aku sendiri yang memilihkan pembersih mulut untukmu, Tupai Kecilku!" balas Valko. Hiks, aku tak bisa mengelak sekarang. "Cepat! Suapi aku!" perintahnya. Aku pun hendak menyuapinya. "Kau makan dulu, Tupaiku. Cicipilah untuk Tuanmu ini!"


"Iya, Tuan," aku pun segera menuruti perintahnya. Kumasukkan sesuapi nasi goreng itu ke mulutku. Rasanya enak masih seperti dulu. Aku pun mengambil sesuap lagi. Mengapa tak langsung saja kumasukkan ke mulutku? Aku tak berniat menyuapi Valko. Suapan kedua akan langsung kumasukkan ke mulutku. Sendok itu jaraknya tinggal beberapa mili saja. HAP!!! MUACH!!! Hiks, apa yang terjadi? Valko tiba-tiba menyerobot suapan menuju mulutku. Suapan itu masuk ke mulutnya. Karena aku kaget, separuh bibirku yang murni bersentuhan dengan bibir Valko. Mengapa ini terjadi? 😭

__ADS_1


"Nasi gorengnya memang enak...." ucap Valko sambil mengunyah. Kurasa ia tersenyum licik. Hiks, bibirku yang murni, maafkan aku lagi. "Suapi dirimu juga, Tupai. Setelah itu baru suapi aku! Aku tak mau kau kelaparan," perintahnya. Valko, kau memang licik. Lebih baik aku tak menjahilinya lagi. Kusuapi diriku terlebih dahulu lalu menyuapi Serigala Licik ini. Aku makan dengan sendok yang sama dengannya. Akhirnya tiba pada suapan terakhir dan suapan itu adalah milikku. Tunggu, mengapa aku merasa ada yang aneh? Apa dari tadi Valko melirikku terus?


"Tu...an...." ucapku sambil menoleh ke arahnya. Astaga, wajahku dan wajahnya sangat dekat ternyata. Apa yang ingin dilakukannya? Apa dia ingin menciumku sungguhan?! Ia nampak terhipnotis oleh sesuatu. Wajahnya terus-menerus mendekat ke arahku. Jarak wajah kami sangat-sangat dekat tinggal beberapa mili saja. "Tu...an...." aku ingin menghidar tapi daguku justru dicengkeram olehnya. Kututup mataku. Aku tak mau ini terjadi! Apa yang harus kulakukan sekarang? Siapa saja tolong aku! 😣


Jangan lupa like dan vote ya 😄 biar author tambah semangat buat nulis dan update


Cara vote dan like gampang kok 😄


Tinggal pencet tanda jempol 👍 di pojok kiri bawah untuk like 😄


Untuk vote tinggal pencet tanda 'Vote' di halaman sampul novel

__ADS_1


Thank you 😍


__ADS_2