Istri CEO Muda : Terpaksa Menikahi Tuan Valko

Istri CEO Muda : Terpaksa Menikahi Tuan Valko
Episode 96 - Memanjakanmu....


__ADS_3

"Hubby, kita mau kemana? Ini bukan arah menuju rumah...."


"Tentu saja, melanjutkan kencan kita, Sayangku!" ucap Valko sambil mencolek daguku.Meski dia sudah sering melakukannya tetap saja aku merasa malu jika daguku dicolek 😶.


Mobil ini terus melaju menerobos jalanan perkotaan. Nampak sebuah bangunan kaca tingkat lima. Bangunan itu sebagian besar dari kaca sehingga seolah nampak berwarna biru. Sepertinya aku belum pernah masuk ke dalam mal yang ini. Valko fokus menyetir mobil ini untuk masuk ke dalam area mal itu. Mal itu sudah ramai, nampak di area parkir banyak mobil dan motor sudah terjajar rapi. Valko memarkirkan mobil ini di tempat yang masih kosong.


"Silahkan, Tuan!" seorang pria berpakaian jas serba hitam dan berkaca mata hitam nampak membukakan pintu mobil ini.


Astaga! Dari penampilannya sepertunya dia pengawal Valko. Kucoba mencari dua mobil SUV warna hitam tadi. Ternyata mobil itu sudah terparkir tak jauh dari mobil Valko. Kapan mereka sampainya, ya? Kayaknya tadi mobil Valko duluan, deh! 😮


"Ayo, Zeta!" Valko membukakan pintu untukku. Dia juga melepaskan sabuk pengamanku. Tangan kiriku langsung digandeng dengan erat olehnya. "Kawal dari jauh saja!" bisik Valko pada pengawalnya. Dia bilang mau melanjutkan kencan kita?


Aku tetap saja dag dig dug. Valko itu penuh kejutan. Dia mau memberiku kejutan apa ya? 😁. Tunggu, jika aku diajak kencan seharusnya aku berdandan lebih rapi tadi 😔. Sekarang, aku hanya memakai kaos warna biru dongker dan celana jeans. Bahkan, kakiku pun hanya memakai sandal selop model kelinci warna pink. Benar-benar pakaian yang tak spesial dan tak matching 😔.


"Hubby," panggilku tepat saat kakiku melangkah memasuki pintu masuk mal ini.


"Ada apa?" sahut Valko santai sambil menatapku.


"Kenapa kau tak bilang jika kita mau pergi...aku kan jadi tak sempat berdandan lebih rapi...." ucapku jujur.

__ADS_1


"Ck! Bagiku kau sudah cantik, Zeta!" ucap Valko sambil merapikan poniku. "Waktu yang kita habiskan untuk bersenang-senang bersama lebih penting daripada sekedar menunggumu berdandan. Lagipula, jika aku ingin melihatmu dalam tampilan memakai make up, aku bisa request setiap saat. Jangan terlalu overthinking!" ucap Valko sambil memggandeng tanganku untuk menaiki eskalator.


Benar juga! Jika Valko saja tak masalah kenapa aku harus berpikir yang tidak-tidak. Aku memandang ke segala arah. Mal ini sudah ramai. Kurasa pengunjungnya dari kalangan elit. Itu terlihat dari logo pada pakaian dan tas yang mereka kenakan. Saat kulihat ke arah Valko, baru kusadari meski hanya memakai kaos dan jaket jeans tapi dari logo brand-nya ternyata tetap saja berasal dari brand terkenal di dunia. Punya suami tuan muda milyuner itu begini, ya! 😧. Meski nampak biasa tapi tetap saja yang dikenakan harganya jutaan rupiah. Valko, jika seperti ini aku merasa penampilan kita tak sebanding bila dilihat, tapi sudahlah! Jangan dipikirkan lagi! 😧.


Eskalator ini terus naik ke arah atas. Saat sampai di ujung, Valko menggandengku menuju suatu toko. Astaga! Ini toko perhiasan mahal! 😮. Nampak berbagai perhiasan terpajang di bagian depan toko ini.


"Selamat datang, Tuan dan Nyonya Valko Wijaya," sapa seorang pegawai pria berpakaian jas rapi. Mungkin ini pertama kalinya aku dipanggil dengan sebutan itu.


"Selamat datang, Tuan Valko," sapa seorang pegawai wanita. Dia berkulit putih dan tinggi semampai. Pegawai itu nampak memesona dalam balutan blazer hitam dan rok hitam.


"Aku ingin mengambil pesananku!" ucap Valko sambil melepas kacamatanya.


"Silahkan tunggu sebentar, Tuan," ucap pegawai itu.


Mataku tak bisa kukendalikan. Mata ini terus memandang ke seluruh kaca etalase di depanku. Perhiasannya cantik-cantik sekali. Perhatianku seolah tersedot ke arah suatu perhiasan. Perhiasan itu berupa kalung dari mutiara warna putih yang jika dilihat dari jauh seolah berwarna pink. Liontin di kalung itu juga menarik perhatianku. Bentuknya menyerupai bunga sakura. Batu mulia menghiasi kelopak bunga di liontin itu.


"Cantiknya!" ucapku spontan. Mulutku langsung kubekap.


Tak boleh! Tak boleh! Aku tak boleh berkata jujur! Jika aku bilang iya pasti Valko akan lamgsung membelinya dan itu sangat boros. Tas yang waktu itu dia belikan pun belum pernah kusentuh dan kupakai karena jumlahnya sangat banyak.

__ADS_1


"Ada yang kau inginkan?" tanya Valko.


"Ehm...tidak! Aku hanya mengagumi desain perhiasan di sini saja," ucapku. Valko bilang dia datang kemari untuk mengambil pesanan. Pesanan itu pasti untukku.


"Sudahlah, matamu tak bisa bohong, Zeta! Pasti ada yang kau inginkan kan? Sudah, ambil saja. Untuk apa aku punya banyak uang jika bukan untuk memanjakanmu, Sayangku," ucap Valko sambil mencium dahiku. "Senyum bahagiamu adalah kebahagian untukku, Zeta!" ucap Valko lagi. Oh, Valko! Meski kau sering jahil padaku tapi jika kau sedang sedang bersikap lembut seperti ini aku jadi baper! 😍


"Aku ingin...." ucapku sambil hendak menunjuk kalung itu.


"Jika sudah, pilihkan satu yang cocok dan nampak bagus untuk dipakai seorang wanita. Aku ingin memberikannya sebagai hadiah...." ucap Valko. Telingaku rasanya langsung terbakar! 😡. Langsung kuarahkan tangan kananku untuk mencubit pipi Valko sekuat tenaga. "AU! SAKIT, ZETA!" ucap Valko.


"Kau menyuruhku memilih perhiasan untuk hadiah seorang wanita? Siapa? Kau suamiku! Hanya aku yang boleh kau beri hadiah! Siapa wanita itu, hah?!" ucapku sambil berkacak pinggang.


Jangan lupa like dan vote ya 😄 biar author tambah semangat buat nulis dan update


Cara vote dan like gampang kok 😄


Tinggal pencet tanda jempol 👍 di pojok kiri bawah untuk like 😄


Untuk vote tinggal pencet tanda 'Vote' di halaman sampul novel

__ADS_1


Mohon doa dan dukungannya ya supaya Valko dan Zeta bisa menang di Lomba You Are A Writer #3 😊


Thank you 😍


__ADS_2