Istri CEO Muda : Terpaksa Menikahi Tuan Valko

Istri CEO Muda : Terpaksa Menikahi Tuan Valko
Episode 98 - Acara....


__ADS_3

"Setelah ini kita mau kemana?" tanyaku penasaran.


"Belanja! Aku ingin mempersiapkan suatu acara yang penting!" sahut Valko. Dia menggandengku dengan erat. Langkah Valko terhenti, dia menatap ke arahku. "Pakai yang benar!" Valko memakaikan masker hijau itu ke wajahku lagi. Padahal aku sudah menurunkannya ke daguku. Kacamata hitam dan topi hitam yang kupakai pun dilihatnya berulang kali. "Sepertinya sudah bagus! Ayo!" dia menggandengku lagi. Valko kembali memakai kacamata hitam untuk menutupi wajahnya. Dia menggandengku berjalan kembali. Valko mengajakku menaiki eskalator menuju yang mengarah ke lantai yang lebih tinggi.


"Heh? Ada apa ini?" ucapku heran. Para pengawal Valko mulai muncul. Mereka seolah menyambut di ujung eskalator.


Nampak keramaian kerumunan orang di lantai itu. Ada banyak orang berpakaian formal berjajar di depan sebuah pintu supermarket. Orang-orang sebagian besar menggunakan seragam warna abu-abu gelap dengan bawahan berupa celana kain warna hitam. Beberapa orang lainnya memakai jas warna hitam. Sebuah karpet merah tergelar di depan pintu supermarket itu. Di pintu itu ada pita warna pink yang membentang selebar pintu. Valko mengajakku berjalan semakin mendekat ke supermarket itu. Ada beberapa karangan bunga berjajar di dekat supermarket itu. Tulisannya membuatku terbelalak. Karangan bunga itu berbunyi 'Selamat atas peresmian Valko's Mart n Shop'.


"Apa itu wartawan?" celetukku spontan.


Nampak beberapa orang lagi mereka membawa kamera DSLR. Ada juga beberapa yang membawa microphone sambil menghadap ke arah kamera. Bukan kamera foto tapi kamera untuk meliput acara seperti yang digunakan kru TV.


"Tuan Valko datang! Tuan Valko datang!" celetuk mereka sambil mengarahkan kameranya ke arahku dan Valko.


CLAP! CLAP! CLAP! Cahaya flash menerpa wajahku. Para wartawan itu mendekat ke arahku dan Valko, tapi mereka tertahan oleh para pengawal Valko. Valko nampak santai berjalan menuju supermarket itu sambil menggandengku.


"Tuan Valko! Tuan Valko!" teriak para wartawan itu terus-menerus. Mereka memgacungkan microphone ke arah Valko. "Tuan Valko mohon jawab pertanyaan saya....!" teriak beberapa orang wartawan.

__ADS_1


"Tuan, silahkan!" nampak Sekretaris May. Dia mengarahkan Valko menuju ke arah pintu supermarket itu.


"Ya, para hadirin sekalian. Karena Tuan dan Nyonya Valko sudah datang, maka akan segera dilakukan pemotongan pita untuk menandai peresmian Valko's Mart n Shop," ucap seorang wanita yang membawa microphone. Kurasa dia MC acara ini.


Astaga, Valko! Kau membawaku ke acara petesmian dengan tampilan seperti ini? 😓. Nampak seorang wanita berseragam abu-abu. Ada tulisan pengenal di saku bajunya. Tulisan itu berbunyi 'Staf'. Di tangan wanita itu nampak dua buah gunting yang dihias dengan pita warna pink. Valko dengan santai mengambil gunting di nampan itu. Apa aku harus mengambilnya juga? 😯.


"Ehm...." Valko mengambilkan gunting itu. Gunting itu lalu diletakkan di tanganku. "Santai saja, Zeta!" bisik Valko.


Tangan kiri Valko memegang pota warna pink itu. Tangan kanannya memegang gunting. Aku pun mengikutinya. Rasanya jantungku mau copot. Ini pertama kalinya aku menjadi pusat perhatian seperti ini. Apalagi ada banyak orang dan wartawan.


KRES! Pita itu mulai diguntingnya. Aku pun mengikutinya. KRES!!! Pita itu sudah terpotong. PROK!!! PROK!!! Tepuk tangan meriah dari kerumunan orang-orang terdengar sangat meriah.


"Ya, hadirin. Dengan dipotongnya pita maka akan mengawali perjalanan gerai Valko's Mart n Shop untuk melayani masyarakat. Pemotongan pita adalah rangkaian acara terakhir dalam acara peresmian ini. Terma kasih kepada para hadirin yang sudah menghadiri acara ini," ucap MC itu.


"Tuan Valko! Tuan Valko!" panggil para wartawan itu. "Tolong jawab pertanyaan saya, Tuan!" teriak mereka. Cahaya flash beberapa kali menerpa wajahku.


"Urus mereka, May," bisik Valko pada Sekretaris May. Valko dengan santai mengajakku masuk ke supermarket itu. "Ayo, mulai belanja, Zeta!" ucap Valko sambil menarik sebuah troli.

__ADS_1


"Hubby!" panggilku. "Kenapa kau tak bilang jika akan menghadiri peresmian supermarket?!"


"Ayolah, itu hanya acara kecil. Tak usah dipermasalahkan, Zeta," Valko mulai berjalan sambil mendotong troli itu. Astaga! Valko, kau mengganggap acara ini, acara kecil? 😮. Kelihatannya kau sudah sering menghadiri acara seperti ini.


"Hubby, apa itu acara yang kau maksud tadi?" tanyaku penasaran.


"Tentu saja, bukan! Aku mengajakmu ke sini untuk berbelanja untuk acara lain. Agar barangnya lebih terjamin maka aku beli saja di supermarket milikku," sahut Valko santai. "Kau tahu, Zeta. Waktu kita belanja untuk cream soup itu memberiku ide untuk membuka supermarket. Aku memang tak bisa punya mall di kota ini tapi di setiap mall itu harus ada usaha milikku," ucap Valko. Astaga, Valko, ternyata kau pebisnis yang ambisius juga ya 😮. Berada di sini rasanya aneh, Valko mengajakku berbelanja tapi di supermarket miliknya sendiri.


"Hubby, memangnya acara apa yang ingin kau persiapkan?" tanyaku penasaran.


"Acara untuk mendiang mamaku," sahut Valko lirih.


Jangan lupa Vote ya reader ☺ biar author tetap semangat buat nulis dan update.


Mohon dukungannya agar Valko dan Zeta bisa menang di Lomba You Are A Writers #3


Thank you 😍

__ADS_1


__ADS_2