Istri CEO Muda : Terpaksa Menikahi Tuan Valko

Istri CEO Muda : Terpaksa Menikahi Tuan Valko
Episode 39 - Aku Memang Aneh!


__ADS_3

Mengapa aku bisa lupa hal ini! Ini sama saja menyerahkan diriku ke sarang maut serigala! 😭


"Listrik sudah menyala aku mau kembali ke kamar lagi saja...." ucapku sambil memegang erat selimut itu.


"Di luar masih hujan, bisa saja ada petir, lho. Kau yakin berani kembali ke kamar sendirian?" mata Valko berkilau licik.


"Berani-berani!" sahutku. Pokoknya, aku harus keluar dari sini. "VALKO!" teriakku.


Valko menggeser badanku ke arah depan. Hiks, selimut itu disingkirkan. Pinggangku dipegang olehnya dengan tangan kiri. Tubuhku sekarang menyandar ke tubuh Valko.


"Sudah, kau pasti belum mandi kan? Biarkan aku membantumu mandi, Tupai Kecilku Tersayang," bisik Valko di telingaku. Hiks, ini lebih seperti nada ancaman daripada kalimat romantis.


"Apa yang kau lakukan!" teriakku sambil menghempas tangan kanannya. Tangan itu nakal, tangan itu menyentuh paha kaki kananku.


"Aku hanya membantumu mengangkat kaki kananmu yang sedang terluka. Kau justru bertindak kasar padaku. Sikap macam apa ini....." ucap Valko dengan nada sedih. Mengapa aku jadi terkesan seperti wanita galak dan tak tahu terimakasih? 😔


"Ehm...aku bisa melakukannya sendiri, Cayang," sahutku sambil tersenyum palsu ke arah Valko.


Kaki kananku kuangkat ke atas, ke tepi bathtub. Untung saja air bercampur sabun dalam bathtub ini setinggi leher. Kulihat ke arah atas bathtub.


HEH? Mengapa ada televisi layar datar di kamar mandi? 😮 Tepat di dinding bathtub ini ada televisi layar datar yang ukurannya mungkin sekitar lebih dari 21 inch. TV itu dilindungi semacam lapisan kaca di bagian luar. Kamar mandi ini sendiri dindingnya berwarna pink cerah. Tetapi bathtub, kloset dan wastafelnya tetap berwarna putih.


"Valko, untuk apa kau memasang TV di kamar mandi? Aku tahu uangmu banyak hingga berlebih, tapi ini kan pemborosan," kutunjuk TV itu.


"Ibuku suka menonton TV sambil berendam di kamar mandi. Kamar yang kita tempati adalah kamar yang dulu biasa ditempati oleh orang tuaku. Kamar mandi ini didesain khusus agar ibuku bisa berendam dengan nyaman," jawab Valko.


"Ayahmu sangat pengertian, ya. Dia tahu cara memanjakan wanita."

__ADS_1


"Yah, tapi karena cintanya pada ibu yang berlebihan. Aku jadi terlupakan. Bahkan, saat ibu tiada pun ayah justru membenciku...." nada sedih terdengar dari mulutnya. Astaga, mengapa aku justru membuka luka lamanya lagi? Alihkan pembicaraan, alihkan. Alihkan!


"Ehm...Cayang...." panggilku manja.


"Ehm...mengapa kau tak menceritakan tentang dirimu? Aku ingin mengenalmu lebih jauh" ucapku sambil menatapnya.


Tak ada salahnya aku lebih mengenal Valko. Selama ini aku hanya mengenalnya dari cerita Kak Vio saja. Anggap saja saat ini seperti wawancara ekslusif.


"Bukankah tadi kau sudah mengenal diriku seutuhnya?" Valko memelukku semakin erat. Kepalanya menyandar di bahu kananku. "Apa aku perlu mengulang perkenalannya lagi, Tupai Kecil? Aku sama sekali tak keberatan," bisik Valko. "Jika kau ingin mengulangnya berkali-kali juga tak masalah."


Sial, dia justru menggodaku. Hiks, peristiwa waktu tidur siang tadi memang di luar dugaanku. Mau bagaimana lagi, suasananya sedang hujan ditambah lagi belaian Valko itu ternyata lembut dan membuatku merasa nyaman. Saat dia melancarkan aksinya padaku, aku malah tak melawan tapi justru terbuai hingga ehm...hartaku yang berharga berhasil diraihnya.


Sudahlah! Sudah! Itu juga sudah terjadi! Lagipula, aku juga sudah menikah dengannya. Tapi, bukan itu yang kumaksud sekarang! 😣. Aku ingin mengenal kepribadian Valko, aku ingin kenal dari mulutnya langsung. Bukan cuma dari cerita orang lain. Ehm...meski sejujurnya aku masih geli sih saat berendam berdua seperti ini dengannya. Padahal tadi aku sudah menyerahkan diriku padanya. Aku memang benar-benar aneh! 😔


"AU! Sakit!" kucubit paha Valko.


"Mengapa kau terlihat panik? Kita sedang liburan. Apa yang membuatmu ketakutan seperti itu?"


"Drama korea favoritku sudah update. Aku harus menontonnya!" sahutku.


Meski badai menghadang, tapi drakor tak boleh terhalang. Tunggu, Valko kan orang kaya raya. Pasti televisinya memiliki chanel langganan hingga luar negeri atau mungkin smart TV yang biss terhubung ke internet. Di sini kan ada TV, hihihi, kenapa tak coba dinyalakan saja.


"Cayang...." panggilku manja. "Bisa coba tolong nyalakan TV-nya, Cayangku," pintaku manja.


"Ck! Kau memanggil Cayang hanya ketika ada permintaan saja!" protes Valko. Kuperhatikan tangan kanannya. Tangan itu nampak menarik sesuatu dari dinding.


"WOW!" aku kagum. Ternyata di dinding itu ada semacam laci yang hampir tak terlihat. Isinya berupa remot TV yang dilapisi semacam plastik anti air. Valko menekan remot itu, TV itu terlihat menyala.

__ADS_1


"Aku tak tahu jika TV ini akan berguna. Untung saja May sudah menggantinya dengan yang model baru serta sudah menyiapkan chanel langganan," Valko memegang remot itu.


"Cayang...." panggilku manja. Hihihi, aku seperti memperoleh mainan baru. "Bisakah aku memegang remotnya?" aku tersenyum.


"Ehm...." Valko mendengus sambil menyerahkan remot itu. Aku segera mencari chanel luar negeri yang menayangkan drama korea favoritku. Yes, untung saja baru mulai. Aku pun mulai terhipnotis pada alur ceritanya.


"Hey, Tupai...." panggil Valko.


"St! Jangan ganggu aku ya, Cayang," aku tersenyum ke arahnya. Daripada berdebat dengannya dan acara menontonku terganggu. Lebih baik kuberi peringatan dengan lembut. Aku tak boleh ketinggalan drama korea ini. Ini drama korea lain yang dibintangi oleh salah satu idolaku, anggota boyband korea dari grup yang lain. Aku tak tahu apa yang terjadi tapi sejak tadi Valko diam saja. Tangannya diam saja, padahal jika dia mau bisa saja kesempatan kali ini digunakannya untuk nakal. Apa dia mulai menikmati drama korea ini? Sudahlah, yang penting dia diam. Drama itu terus berlanjut.


"Yah, padahal baru seru...." aku kecewa. Drama korea itu pun bersambung.


"Kau suka pada laki-laki dengan style seperti itu?" tanya Valko. Apa maksud Valko? Apa dia menanyakan tentang style idolaku? Boyband korea tampan yang membintangi drama itu tadi? Tentu saja aku sukalah.


"Aku suka. Style-nya keren dan terlihat cool," aku memuji idolaku.


"Nampaknya aku harus memotong rambutku...." ucap Valko lirih. Tunggu, memotong rambut? Apa dia ingin tampil berambut pendek seperti artis idolaku?


Jangan lupa like dan vote ya 😄 biar author tambah semangat buat nulis dan update


Cara vote dan like gampang kok 😄


Tinggal pencet tanda jempol 👍 di pojok kiri bawah untuk like 😄


Untuk vote tinggal pencet tanda 'Vote' di halaman sampul novel


Thank you 😍

__ADS_1


__ADS_2