Istri CEO Muda : Terpaksa Menikahi Tuan Valko

Istri CEO Muda : Terpaksa Menikahi Tuan Valko
Episode 125 - Baku Hantam....


__ADS_3

"LANCANG!!!" terdengar teriakan menakutkan. Astaga! Kapan Valko ada di sini! Raut wajahnya nampak murka. Dia langsung menarik kerah baju Davin. "BERANINYA KAU MEMEGANG ISTRIKU!" teriak Valko lagi.


"Belvi! Siapa dia?" tanya Davin sambil menatap ke arahku.


"AKU SUAMINYA ZETA!" teriak Valko sambil menatap tajam ke arah Davin. Tubuh Valko yang jauh lebih tinggi daripada Davin membuat pemandangan itu semakin mencekam. "BERANINYA KAU MENYENTUH ZETA!!!" teriak Valko lagi.


"Tuan!" terdengar teriakan. Nampak Pak Ari, Pak Rian dan Sekretaris May berlari ke arah Valko.


"Ayah!" panggil Davin.


"Diam kau!" teriak Pak Rian. "Tuan, tolong redakan amarah Anda. Saya mohon ampuni putra saya, Davin," ucap Pak Rian.


Astaga, ternyata Pak Rian adalah ayahnya Davin. Dunia kok sempit banget, sih. Aku ketemu mantan pacar sekaligus orang tuanya.


"Tuan, mohon redakan amarah Anda. Saya yang salah karena tidak bisa menjaga Nona dengan baik," ucap Sekretaris May. Valko nampak tak menyahut ucapan Sekretaris May.


"Tuan, tolong redakan amarah Anda. Mohon ampuni putra saya. Saya akan menanggung semua kesalahannya. Saya mohon maaf atas nama putra saya. Tolong ampuni dia, Tuan," ucap Pak Rian.


"AMPUNI? DIA SUDAH MENYENTUH ISTRIKU! AKU TAK BISA MENGAMPUNINYA!!!" teriak Valko. Kedua tangannya menarik kerah kemeja Davin semakin tinggi.


"Valko...." panggilku.


"DIAM!!!" teriak Valko sambil menatapku tajam. "AKU TAK PEDULI APA HUBUNGANMU DENGAN PRIA INI, ZETA!!! DIAM DAN JANGAN GANGGU AKU!!!" teriak Valko. "Siapa kau? Beraninya kau menyentuh istriku! Apa hubunganmu dengan Zeta, hah!" teriak Valko.


"Aku man...tan... eh malsudku teman...." sahut Davin.


Astaga, Vin. Kamu bisa nggak sih nggak keceplosan di kondisi seperti ini. Dirimu baru di ujung tanduk, tahu!


"APA? MANTAN?!" teriak Valko. "MANTAN YANG BERANI MENGGANGGU! KALAU BEGITU RASAKAN INI!" teriak Valko. Tangan kanannya membuat kepalan.


Astaga! Akan ada baku hantam. Bagaimana ini? Ini tak boleh terjadi. Aku sudah tak punya perasaan pada Davin. Tapi, aku tetap tak boleh membiarkan Valko memukul Davin. Aku tak mau Valko dituntut karena melakukan pemukulan kepada Davin. Aku harus melakukan sesuatu! Aku harus menghentikannya!


Suatu ide terlintas di kepalaku. Valko, maaf aku terpaksa membohongimu. Waktunya aku berakting kembali. BRUK!!! Kujatuhkan diriku ke arah bawah. Akting pura-pura pingsan kulakulan kembali.


"ZETA!!!" terdengar teriakan Valko. Kepalaku terasa terangkat. "ZETA! ZETA! BANGUN! BANGUN!" teriak Valko.

__ADS_1


"Nona! Apa yang terjadi?" terdengar suara Sekretaris May.


"APA YANG KALIAN LIHAT! CEPAT PANGGIL DOKTER!" teriak Valko. Terdengar suara langkah kaki berlarian.


""Belvi!" terdengar suara panggilan Davin.


Duh, Davin! Kau seharusnya lari. Aku sedang pura-pura pingsan agar Valko tak memukulmu.


"ENYAH KAU DARI HADAPANKU!" teriak Valko.


"Tuan, dokter sudah saya panggil," terdengar suara Sekretaris May.


"Cepat! Siapkan kamar yang paling dekat!" teriak Valko. Kurasakan tubuhku digendong.


Valko, maaf, aku terpaksa membohongimu. Kurasakan Valko berjalan dengan tergesa-gesa.


BRAK!!! Terdengar suara pintu kamar di buka dengan ditendang. Aku bisa merasakan tubuhku sudah terbaring di atas kasur yang empuk.


"Dokter, cepat periksa istriku!" perintah Valko.


Aduh, bisa ketahuan nih jika aku berbohong. Ah, pokoknya aku harus tetap akting sampai tuntas. Aku takkan bangun sampai dokter itu selesai memeriksaku. Kurasakan dokter itu menempelkan stetoskop ke tubuhku. Dia juga memeriksa pergelangan tanganku. Kurasa tekanan darahku juga diukur.


"Tak ada yang salah dengan tubuh Nona, Tuan. Nona sehat-sehat saja," ucap Dokter itu.


"Apa kau bilang? Tak ada yang salah?" tanya Valko lagi.


"Benar, Tuan. Nona sehat-sehat saja. Beliau mungkin ...." ucap Dokter itu.


"Maksudmu Zeta berpura-pura pingsan, hah?!" terdengar teriakan Valko.


Kubuka sedikit mata sebelah kiriku. Aduh! Dokter wanita itu sudah dicengkeram kerah lehernya oleh Valko. Duh, jangan sampai dokter itu dipukul.


"Ehm ... dimana ini?" ucapku lirih.


"Zeta!" teriak Valko. "Kau sudah sadar! Syukurlah!" Valko langsung memelukku.

__ADS_1


"Hubby, dimana ini? Apa yang terjadi?" tanyaku pura-pura lupa. "Kenapa ada dokter di sini?" tanyaku lagi.


"Sudah lupakan, yang penting kau sudah bangun," bisik Valko sambil membelai rambutku. "Oh ya," ucap Valko. Dia mengambilkan segelas air putih. "Ini minumlah dulu," dia menyuruhku meminum segelas air. Kurasa aktingku berhasil. "Kau baru saja bangun dari pingsan. Aku khawatir, Zeta. Bagaimana? Apa kau merasa sakit? Bagian mana yang sakit?" tanya Valko.


"Ehm, tak ada," sahutku lirih.


"May, kau dan yang lain tunggulah di luar!" perintah Valko. Sekretaris May dan yang lainnya segera keluar dari kamar ini.


"Syukurlah, kau baik-baik saja, Zeta. Kau yakin sudah tidak merasa pusing? Apa ada bagian yang sakit?" tanya Valko sambil menatapku. Valko masih memelukku dengan erat.


"Tak ada, Hubby. Maaf sudah membuatmu khawatir," ucapku.


"Syukurlah. Kalau begitu kurasa tak masalah jika kulakukan itu sekarang," celetuk Valko.


"Kau mau apa!" teriakku saat Valko tiba-tiba menggendongku ke kamar mandi. Dia menurunkanku tepat di dalam bak mandi. Tanpa basa-basi pakaianku dilucuti begitu saja.


"Aku hanya ingin memandikanmu, Zeta. Jangan khawatir, aku akan memastikan tubuhmu bersih dan bersinar," ucap Valko sambil membuka pakaiannya. "Ratu akting tidak boleh kotor," celetuknya.


"Valko! Kau tahu?" ucapku spontan.


Astaga! Apa Valko sebenarnya tahu jika aku pura-pura pingsan? 😨


________________________________________


Terima kasih sudah setia membaca, memberi like, vote dan komentar pada novel saya 😍


Mohon maaf selama kurang lebih dua bulan ke depan novel ini hanya akan update setiap hari Sabtu 😊


Hal itu karena author sedang fokus mengejar target wisuda pertengahan tahun ini 😁


Mohon doanya ya agar author diberi kelancaran dan kemudahan dalam menyelesaikan penyusunan skripsi 😊


Mohon doanya juga semoga bulan ini bisa selesai dalam menyusun skripsi 😄 dan semoga bisa segere sidang 😊


Thank you 😍

__ADS_1


__ADS_2