Istri CEO Muda : Terpaksa Menikahi Tuan Valko

Istri CEO Muda : Terpaksa Menikahi Tuan Valko
Episode 136 - Jebakan?


__ADS_3

Tunggu, tapi ini kesempatan bagus. Si Pengganggu ini sedang menggangguku. Lebih baik kupancing dia agar mengungkap sifat dan watak aslinya. Ini bisa jadi bukti kuat jika dia berani menuduhku atau menjebakku seperti di cerita film atau komik yang sering kubaca. Kukeluarkan smartphone dari tas selempangku. Kunyalakan kamera belakang tanpa flash. Kamera belakang itu menyala.


"Sebegitukah takutnya kau padaku?" terdengar suara teriakan Bella. Belum juga dia kupancing. Ternyata dia sudah menunjukkan watak aslinya sendiri.


"Takut?"


Kulanglahkan kakiku menghadap ke arah Bella. Tangan kananku sudah memegang smartphone dengan kamera belakang yang menyala untuk merekam video.


"Aku tak takut padamu. Kenapa aku harus takut pada orang sepertimu, huh? Valko adalah suamiku, dia mencintaiku sepenuh hatinya."


"Hahaha!" Bella tertawa dengan sinis. "Kau hanya orang asing yang dijodohkan dengan Valko. Katakan padaku, sudah berapa lama kau mengenal Valko? Kau pasti belum lama kenal dengannya."


"Memangnya kenapa jika aku belum lama memgenalnya? Itu takkan mengubah apapun! Valko tetap menjadi suamiku! Aku tetaplah istrinya!"


"Aku tak yakin itu! Apa kau tahu jika aku dan Valko pernah dekat? Kami sering makan bersama dan menghabiskan waktu bersama. Aku jauh lebih memgenalnya daripada kau!" teriak Bella. Telunjuk tangan kirinya mengacung ke arahku.


"Aku tak peduli! Itu hanya masa lalu!" sahutku sambil mendekat ke arah Bella. "Akulah yang menang, Nona. Aku sudah jadi istri Valko! Aku sudah jadi ratu di hatinya Valko! Kau sudah kalah telak!"

__ADS_1


"Jangan percaya diri dulu!" Bella tersenyum sinis. Tangan kanannya memegang vas bunga warna putih yang ada di dekat wastafel itu.


"Apa yang kau lakukan?!" teriakku. Bella tiba-tiba menarik tangan kiriku. Dia membuat tanganku memegang vas bunga itu. "Lepaskan!" Sekuat tenaga kucoba menarik tangan kiriku. Sial! Tenaga Bella lebih kuat.


"Menurutmu apa yang akan Valko lakukan jika tahu hal ini?" bisik Bella. "AKU TAK BERMAKSUD MENGGANGGUMU, ZETA! AMPUN ZETA! AAAA!!! TOLONG! TOLONG!" teriak Bella.


Bella memukul kepalanya dengan vas itu. Vas yang dipegang secara paksa oleh tanganku akibat ulah Bella. Darah mengucur dari dahi Bella.


"TOLONG! TOLONG!" teriak Bella lagi.


BRAK!!! Pintu kamar mandi ini didobrak paksa. Nampak Valko dan Ricko masuk ke ruangan ini. Astaga! Dasar Pengganggu! Kau membuatku seolah-olah menyakitimu. Bella nampak terjatuh di lantai dengan darah merah mengucur dari dahinya.


"Huhuhu ....." Bella mulai menangis.


Dasar Tukang Tipu! Kau sungguh lihai menjebakku! Tenang, Zeta, kau tak boleh emosi. Jika kau emosi itu akan menunjukkan jika kau benar-benar marah dan memukul Bella dengan vas.


"Bella, apa yang terjadi? Kenapa dahimu berdarah?" Ricko nampak menyeka darah di dahi Bella dengan tisu.

__ADS_1


"Aku tak tahu apa salahku. Zeta memukulku dengan vas bunga ...." keluh Bella pada Ricko.


"Zeta! Apa yang kau lakukan?" Valko mendekat ke arahku. "Kenapa kau melakukan hal ini? Singkirkan benda itu!" Valko menyingkirkan vas dari tanganku. "Apa yang terjadi?" Valko nampak menatapku tajam.


Valko, apa kau berpikir aku benar-benar memukul Bella? Valko, kau sungguh mengkhawatirkan Bella, ya? Apa kau tak percaya padaku?


"Apa kau terluka? Apa Bella menamparmu? Atau apa kau dicakar?" tanya Valko. "Aku tak peduli perkelahian apa yang terjadi. Bagiku yang penting kau aman! Sekalipun kau menyakiti Bella, aku tak peduli. Jika perkelahian ini karena kau cemburu pada Bella, aku justru bahagia. Itu tandanya kau benar-benar menyimpanku di dalam hatimu, Honey." Valko membelai rambutku.


Ini reaksi yang tak terduga. Rasanya aku ingin tertawa terbahak-bahak. Bella, kau sudah menyakiti dirimu sendiri, tapi lihat sendiri. Valko justru mengkhawatirkan diriku, bukan dirimu.


"Varko! Zeta, memukulku dengan vas. Aku hanya menceritakan kisah masa lalu saat kita masih kuliah. Tapi ... aku tak menyangka jika itu menyakiti hatinya. Dia memukulku dengan vas! Kau lihat sendiri tadi kan!" protes Bella sambil menangis.


Dasar Pengganggu! Kau belum menyerah juga rupanya. Untung aku sudah membuat persiapan. Kulihat ke arah smartphone-ku. Lama juga rekaman videonya. Meski pasti blur tapi ini bisa jadi bukti kuat.


"Hubby, aku tak tahu apa salahku. Aku hanya ke kamar mandi, tak ada maksud lain. Tapi, tiba-tiba saja Kak Bella mengancamku. Aku hanya wanita lemah, tak mungkin aku menyakiti Kak Bella. Apalagi dia sahabatmu saat kuliah. Aku tak tahu mengapa Kak Bella memukul dirinya dengan vas dengan menggunakan tangan kiriku ...."


"Itu tak benar! Jangan memutar balikkan fakta! Kau pembohong, Zeta! Jangan percaya padanya, Valko!" teriak Bella.

__ADS_1


Huh! Kau masih belum memyerah juga rupanya. Lihat saja. Aku akan membuatmu bungkam dan mengalahkanmu! 😐


"Hubby, aku takut. Kak Bella mengancamku! Kau bisa lihat buktinya di video ini!" Kuserahkan smartphone-ku kepada Valko.


__ADS_2