
"Kencan?" ucapku. "Kau mau mengajakku pergi kemana?" tanyaku penasaran.
"Kau akan tahu besok, Sayang!" ucap Valko sambil mencolek daguku. Valko, kau semakin pandai menggodaku, ya! 😶
Kencan, kata itu terus terngiang di kepalaku. Meski sudah menikah dengan Valko tapi mungkin ini pertama kalinya dia benar-benar mengajakku kencan. Kok, aku jadi deg-degan ya? Aku deg-degan tapi juga merasa antusias. Ah, kayak mau nge-date pertama kali sama pacar saja. Kira-kira besok Valko mau mengajakku kemana, ya? Ih, aku jadi nggak sabar deh. Kuoleskan skincare pada kulit wajahku. Aku selalu tidur di kamar Valko, jadi sering lupa untuk memakai skincare.
"Zeta!" terdengar suara masuk ke dalam kamarku. "Kau tidur di kamarku, bukan di sini! Apa kau lupa?!" ucap Valko sambil menyilangkan kedua tangannya di dada.
"Aku tak lupa, Hubby. Aku hanya sedang memakai skincare. Nanti aku akan pergi ke sana!" sahutku. Akhirnya, rangkaian proses memakai skincare yang kulakukan selesai. "Eh!" tiba-tiba Valko sudah menggendongku. Tubuhku sudah terbaring di atas tempat tidur.
"Aku masih belum memberimu hukuman karena makan lebih awal tadi," ucap Valko. Dia memberi ciuman di bibirku dengan penuh hasrat. Kedua tangannya mulai melucuti piyama yang kupakai. Valko segera memulai aksinya. Semoga saja aku tak terlambat bangun besok pagi.
****
Ini suara apa, ya? Diriku mulai tersadar. Telingaku mendengar ada suara alat musik. Apa aku masih bermimpi? Apa telingaku salah dengar? Terdengar suara biola. Suara biola itu merdu, suaranya terdengar tegas tapi tetap memesona. Kubuka mataku perlahan-lahan. Nampak seseorang benar-benar memainkan alat musik biola.
"Valko...." ucapku lirih.
Mataku seolah tak berkedip. Nampak Valko memainkan biola dengan memesona. Biola itu berwarna putih. Dia seperti pemain musik yang profesional. Valko sangat memesona apalagi tubuh kekarnya terlihat jelas. Valko hanya memakai kaos warna putih yang sangat tipis serta celana panjang warna hitam. Perut sixpack dipadukan dengan permainan biola yang memesona. "Ini asupan vitamin untuk mataku!" aku langsung membekap mulutku. Apa sih yang kuucapkan! 😣
__ADS_1
"Nampaknya ada yang sudah bangun!" ucap Valko. Dia mendekat ke arahku. "Selamat pagi, Sayang," Valko mencium dahiku. Kurasa Valko tak mendengar apa yang barusan kukatakan. "Aku dengar semua yang kau katakan, Zeta," bisik Valko. Ih, aku jadi malu. Aku pun menyembunyikan wajahku kembali ke dalam selimut. "Oh, kau masih betah di dalam sini, ya. Cepat bersiap! Atau, kau ingin aku yang memandikanmu, Taeyang-ku Sayang?" ucap Valko.
"Aku mandi sendiri!" teriakku sambil berlari dan membawa selimut ke kamar mandi. Aku segera mandi di dalam bathtub.
"Zeta!" Valko membuka pintu kamar mandi begitu saja.
"Ah!" teriakku kaget. Kubenamkan wajahku ke dalam bathtub.
"Hey, aku sudah mandi, tahu! Kutunggu kau sarapan di bawah. Jangan lupa nanti pakai kaos dan celana training!" ucap Valko. Dia menutup pintu kamar mandi. Memakai kaos dan celana training?
Valko, kau mau mengajakku pergi kemana, sih? 😮. Lebih baik segera kuselesaikan proses mandiku. Aku segera turun untuk sarapan di ruang makan. Nampak Valko sedang asyik memakan roti. Aku pun duduk di dekatnya. Nampak Valko hanya memakai hoodie warna hitam dan celana pendek warna hitam. Resleting depan hoodie itu tidak direkatkan. Nampak perut sixpack Valko. Aku tetap saja tak bisa berhenti memandang ke arah roti sobek itu. Apalagi kulit Valko putih seperti porselen. Ini tetap pemandangan yang indah, meski aku sudah pernah melihatnya sebelumnya.
"Aku ingin memakanmu!" ucapku tanpa sadar. Aku langsung membekap mulutku.
"Tidak! Aku tak mengatakan itu! Kau saja yang salah dengar!" ucapku ketus sambil mencomot dua buah roti dan sebuah susu kotak. "Kutunggu kau di mobil!" aku segera melangkah pergi.
Diriku tercinta, kau ini kenapa, sih? Bukankah ini bukan pertama kalinya kau melihat Valko seperti itu? Ah! Tadi itu sungguh memalukan! 😳
Aku segera masuk ke dalam mobil. Kumakan roti yang ada di tanganku. Tak lama kemudian, Valko menyusul masuk ke dalam mobil. Mobil pun segera melaju. Ucapan anehku tadi membuatku tak berani menatap atau berbicara dengan Valko. Aku sengaja meminum susu kotak di tangan kananku dengan amat perlahan. "Eh!" Valko dengan santai tidur di pangkuanku.
__ADS_1
"Ck! Tak usah malu-malu kucing. Aku dengar apa yang kau katakan tadi. Ternyata dimatamu aku semenarik itu ya, Zeta. Sampai-sampai kau ingin memakanku. Aku memang sumber vitamin untukmu kan, Sayangku," ucap Valko sambil mencolek daguku. Ih, apaan, sih! Aku jadi tambah malu! 😣. Mobil terasa berhenti. Mobil berhenti di depan bangunan mall yang cukup besar.
"Sudah sampai, Tuan, Nona," ucap Pak Sopir.
"Ayo, turun, Zeta!" Valko menggenggam tanganku. Dia menggandengku berjalan ke dalam mall itu. Setelah beberapa saat sampailah di depan sebuah area. Terdapat tulisan 'Valko's Gym' berwarna kuning keemasan yang dihiasi tumblerlight.
"Selamat datang, Tuan, Nona," sapa seorang pria berseragam rapi warna hitam. "Tempat untuk Tuan dan Nona sudah disiapkan," ucap pegawai itu sambil menunjuk ke sebuah pintu berwarna kuning.
"Ehm...." sahut Valko. Dia menggandengku masuk ke dalam ruangan di balik pintu itu. Di dalam pintu itu nampak berbagai peralatan olahraga.
Valko, jadi ini kencan yang kau maksud? 😮. Kau mengajakku olahraga bersamamu? Ini kencan yang sungguh antimainstream! Ruangan ini kosong, hanya ada aku dan Valko saja.
Valko melepas hoodie yang dipakainya. Dia bertelanjang dada sekarang. Astaga, mataku tak bisa berhenti memandang tubuh kekar Valko. Valko, jika kau yang jadi instrukturnya, aku tak keberatan olahraga seharian! 😍
Jangan lupa like dan vote ya 😄 biar author tambah semangat buat nulis dan update
Cara vote dan like gampang kok 😄
Tinggal pencet tanda jempol 👍 di pojok kiri bawah untuk like 😄
__ADS_1
Untuk vote tinggal pencet tanda 'Vote' di halaman sampul novel
Thank you 😍