
"Apa maksudmu Zeta? Kau tega meninggalkanku sendirian? Tentu peranmu tak bisa digantikan oleh pelayan. Kau tak bisa dibandingkan dengan pelayan. Kau adalah istriku! Peranmu tentu berpengaruh dalam hidupku. Peranmu itu penting, tahu!" ucap Valko dengan nada meninggi.
"Oh ya, memangnya apa peranku di hidupmu? Coba sebutkan!"
"Peranmu itu tentu berkaitan dengan semua hal yang berhubungan denganku," Valko memeluk pinggangku dari arah belakang. "Peranmu itu menyuapiku,memelukku, jadi teman kencanku, jadi orang yang memberiku ciuman panas nan menggoda, jadi orang yang memberiku belaian manja saat tidur, serta tentu saja menjadi temanku bermain dan beraksi di atas ranjang!" Valko bersemangat mengatakannya.
Astaga, Valko haruskah kau mengatakan hal itu dengan kencang? 😓 Aku tak menyangka Valko akan menjawab pertanyaanku dengan bahasa dan kalimat yang bisa menarik perhatian para pengunjung seperti ini.
"Oh ya, kau juga berperan...." Valko ingin melanjutkan ucapannya.
"Kau ingin makan cream soup tidak?" celetukku sambil melepas pelukan Valko. Kualihkan pembicaraan. Bisa tambah malu aku, jika Valko melanjutkan jawabannya.
"Cream Soup? Tentu, aku mau!" sahut Valko.
"Kalo begitu ambil bahan-bahan yang kusebutkan!" perintahku sambil menyilangkan kedua tangan di dada
"Baik! Baik! Yang mana yang harus kuambil?" Valko mengamati barang-barang di rak.
"Ambil bahan yang itu, Hubby!" kutunjuk salah satu produk.
"Yang ini!" Valko menunjuk salah satu produk.
"Bukan, yang itu!" kutunjuk produk di sebelahnya.
"Yang ini?" Valko memegang produk yang kutunjuk.
"Ah, bukan! Aku berubah pikiran! Yang tadi kurasa lebih bagus! Yang itu!" kutunjuk produk sebelumnya.
"Ini, aku sudah da...." Valko mengambil produk yang kutunjuk barusan. Dia sudah memasukkannya ke dalam troli.
"Tidak! Tidak! Tapi, rasanya lebih enak yang tadi! Cepat, kembalikan!" perintahku. Hahaha, kapan lagi bisa memerintah sambil menjahili Valko.
__ADS_1
"Ih, kau sengaja ya menjahiliku!" celetuk Valko dengan geram.
"Hubby, kenapa kau berkata seperti itu?" sahutku dengan nada sedih. "Ya sudah. Jika kau tak mau berbelanja untuk masak cream soup. Kita pulang saja!" ucapku sambil mendoromg troli itu.
"Tidak! Tidak! Taeyang, jangan marah. Aku hanya bercanda, Taeyang-ku Tersayang!" Valko kembali mengambil produk yang kusuruh tadi. Hihihi, rasakan pembalasanku.
"Sepertinya sudah semua bahannya terkumpul," kudorong troli itu berpindah menuju area lain. Ck! Para pengawal itu tetap saja berjaga di sekitarku dan Valko.
"Valko, apa yang kau lakukan?" Valko nampak sibuk memilih-milih mainan anak-anak. Apa dia ingin segera menjadi ayah?! 😮
PRET!!! Valko dengan percaya diri meniup sebuah terompet mainan. Dia benar-benar ingin segera menjadi ayah, ya? Kok milih-milih mainan, sih?
"Kau memberiku kode untuk segera menjadi ibu?" ucapku to the point.
"Heh?" Valko nampak bingung. "Apa maksudmu, Zeta? Aku hanya rindu pada mainan saja," di tangan Valko sudah ada setumpuk mainan.
"Dasar bayi besar!" ejekku.
"Hubby, jangan marah...." kudekati Valko. "Maafkan aku ya...."
"Kiss dulu baru aku memaafkanmu!" Valko menunjuk ke arah kedua pipinya. Astaga, Valko ini ada di depan umum. "Kau tak mau? Jahatnya dirimu mengatakan suamimu sendiri sebagai bayi besar...."
"Iya, iya!" akhirnya kukecup kedua pipi Valko. "Sudah!" celetukku saat selesai melakukannya.
"Aku ingin membeli mainan ini!" Valko memasukkan mainan itu ke dalam troli. Kurasa waktunya mengantri di kasir. Aku pun mengantri di kasir seperti pengunjung lainnya.
"Selamat malam, Kak!" sapa pegawai kasir itu.
"Malam," kujawab sapaannya.
Pegawai kasir itu mulai melakuman scan pada kode barcode barang-barang yang kubeli. Dia memasukkan barang belanjaan itu ke dalam kantong plastik. Kukeluarkan kartu warna emas yang pernah diberikan Valko.
__ADS_1
"Zeta, tunggu!" terdengar teriakan Valko.
Astaga, Valko! 😲 Apa saja yang kau beli? Valko datang dengan dua troli penuh belanjaan. Dia belanja apa saja, sih? 😓
"Ehm...bagaimana, Kak?" tanya petugas kasir itu.
"Ini, juga dihitung!" teriak Valko.
Kulihat belanjaan Valko. Itu adalah berbagai produk makanan ringan. Dia belanja makanan ringan sebanyak satu troli? Kulihat troli satunya, dia membeli sebuah mainan pesawat terbang yang dilengkapi remot kontrol, dua buah mobil balap beremot kontrol, serta berbagai mainan mahal lainnya.
"Aku rindu makanan ringan ini!" Valko mencomot sebuah es krim rasa vanila dengan santai. Makanan itu baru saja di scan kode barcode-nya. "Ini adalah makanan ringan yang sering dibelikan mendiang ibuku dulu!" Valko mulai bercerita. "Aku juga rindu pada masa kecil saat aku dan ayah bisa bermain mainan remot kontrol bersama. Seandainya waktu bisa diputar ulang, aku ingin kembali ke masa kecil bahagia itu sebentar saja...." ucap Valko lirih. Aku jadi merasa sedih ketika mendengarnya.
"Jangan sedih, ada aku disini. Aku akan menemanimu bermain, Hubby," ucapku sambil menggenggam tangan Valko.
"Ehm...." sahut Valko. "Ini kau harus merasakan es krim ini, Zeta!" dia memberikan salah satu es krim rasa vanila padaku. Rasanya enak juga.
Belanjaan ini banyak sekali. Valko nampak antusias menunggu setiap barang dikeluarkan dari troli. Kurasa dia benar-benar rindu pada masa kecil, mungkin saat keluarganya pergi berbelanja seperti ini. Kulihat smartphone-ku. Ada notifikasi pesan berupa DM dari akun butikku. Kubaca pesan itu. Astaga, apa ini? 😨
Ada pesan berbunyi: 'AKU SELALU MEMBAYANGI DIRIMU! KAU PIKIR BISA LOLOS SAAT BERBELANJA DENGAN PENGAWALAN SEPERTI INI? JAUHI VALKO! JAUHI DIA ATAU MATI!'
Astaga, peneror itu mengirim pesan lagi. Dia tahu jika aku sedang berbelanja? Aku menengok ke segala arah. Siapa sebenarnya peneror ini? 😳
Jangan lupa like dan vote ya 😄 biar author tambah semangat buat nulis dan update
Cara vote dan like gampang kok 😄
Tinggal pencet tanda jempol 👍 di pojok kiri bawah untuk like 😄
Untuk vote tinggal pencet tanda 'Vote' di halaman sampul novel
Thank you 😍
__ADS_1