Istri CEO Muda : Terpaksa Menikahi Tuan Valko

Istri CEO Muda : Terpaksa Menikahi Tuan Valko
Episode 33 - Seperti di Negeri Dongeng


__ADS_3

"HIEK!" terdengar ringkikan mengangetkanku. Kurasa itu suara hewan. Saat aku tersadar, astaga! 😨 Apa yang ingin Valko lakukan di sini? 😦


Apa yang ingin Valko lakukan di sini? Apa dia ingin membuangku ke kandang hewan ini? 😨 Atau jangan-jangan dia marah hingga ingin membuatku terinjak oleh hewan ini 😨. Dia kan selalu jahil padaku. Valko, kau tak bermaksud membunuhku kan? 😢


"Apa yang kau pikirkan, Tupai?" lamunanku buyar. "Apa kau takut pada kuda?" tanyanya.


"Cayang, kau tak bermaksud ehm...membuangku di sini kan?" celetukku. Dasar bodoh! Mengapa aku menanyakan hal ini.


"Hey, apa yang ada di otakmu? Kau pikir aku benar-benar akan jahil hingga ke tingkat ekstrim?" aku tak menatap Valko. "Ingat ini, Tupai Kecil. Satu-satunya kejahilan ekstrimku kelak adalah membuatmu terus begadang setiap malam saat kau sudah menyerah padaku dengan kemauanmu sendiri," bisik Valko. Apa maksudmu, Serigala Gila? Kau membuat pikiranku terbang melayang kemana-mana, tahu!


"Tuan, kuda untuk Anda sudah disiapkan!" terdengar suara Sekretaris May.


Di luar kandang kuda ini, nampak seekor kuda putih yang jangkung dan gagah. Kuda itu sudah dipasangi pelana dan tali kekang. Valko menurunkanku dari gendongannya. Tongkat penyangga itu kembali diberikan padaku. Kulihat kandang kuda ini. Tempat ini sama persis seperti yang pernah kulihat di film-film itu. Ada banyak kuda di sini.


"Pakai ini!" Valko memakaikanku semacam helm khusus untuk berkuda. Helmnya berwarna hitam. Kulihat Valko, dia sudah memakai sepatu bots dan helm yang sama seperti yang kupakai. Tunggu, apa dia akan mengajakku naik kuda?


"Apa kau akan mengajakku naik kuda, Cayang?" tanyaku dengan manja.


"Tidak, aku akan melemparmu ke kandang kuda!" sahut Valko dengan serius.


"Hua! Hua! Valko jahat!" aku memulai akting menangisku lagi. "Valko mau mencelakaiku! Hua! Hua!" tangisan palsuku semakin kuperkeras.

__ADS_1


"Hey, aku hanya bercanda! Aku hanya bercanda! Cup...cup...cup...." Valko berusaha menenangkanku. "Ck! Mengapa kau sangat sensitif sekali hari ini? Apa kau sedang PMS (Pra Menstruasi Sindrom)?" aku hanya diam saja sambil pura-pura sesengukan. Kujilati kembali lolipopku. "Sudah, ayo kita naik!" ajak Valko.


Kuda itu sudah berdiri di luar kandang kuda. Tali kekang kuda itu nampak dipegangi oleh seorang pawang kurasa. Valko naik ke atas dengan mudah. Bagaimana caranya aku naik? Kakiku kan sedang sakit.


"Wow!" aku tertegun. Kuda itu duduk di permukaan tanah dengan patuh. Valko ada di atas pelana kuda itu.


"Ayo, kemarilah! Jangan takut!" ucap Valko sambil mengulurkan kedua tangannya. Aku terdiam sambil berdiri menatapnya.


"Bagaimana caranya duduk? Miring atau mengangkang?" tanyaku.


"Duduklah miring ke arah kiri saja," perintah Valko.


Valko membantu memposisikan tubuhku. Aku sudah duduk di depan Valko. Dia memegangi pinggangku dengan erat dengan tangan kirinya. Tangan kanannya memegang pelana kuda. Saat pelana itu ditarik, kuda itu kembali berdiri. Kuda ini mulai berjalan ke luar dari area kandang kuda ini. Aku deg-degan, ini pertama kalinya aku naik kuda.


Kuda ini berjalan di jalan setapak bercor semen. Aku dan Valko seperti menjadi tontonan pengunjung di sini saja. Apalagi, kuda ini berjalan dengan dikelilingi oleh Sekretaris May, pawang kuda, dan para pengawal. Bukankah ini pemandangan yang sangat mencolok mata? Tapi, ini ehm...terkesan romantis sih 😍.


Aku seperti seorang putri di negeri dongeng yang berkendara bersama seorang pangeran berkuda putih. Kenapa rasanya hatiku hangat dan senang ya? Mau, tak mau, aku mengakui jika aku suka momen ini. Menurutku ini momen yang spesial dan memberikan kesan romantis. Aku menatap Valko dari bawah sini. Dia datar tanpa ekspresi, pandangannya lurus menatap ke depan. Ehm, tapi mengapa dia terlihat semakin mempesona ya? Wajahnya terlihat tegas dan garang seperti seorang bangsawan di film-film kerajaan itu.


"Apa yang kau lihat?" tiba-tiba dia menatap ke bawah.


"Tak ada!" aku langsung mengarahkan pandanganku ke arah depan. Astaga, orang-orang masih saja menatap ke arahku.

__ADS_1


"Siapa wanita itu?" aku bisa mendengar celetukan dari para pengunjung.


"Apa dia istri Tuan Valko, pemilik tempat ini? Wah, beruntungnya dia," terdengar celetukan lain dari pengunjung.


Aku bisa memahami hal ini. Pernikahanku digelar secara tertutup, tak ada wartawan yang diperbolehkan meliputnya. Hanya keluarga dekat saja yang diundang. Aku tak tahu apa alasannya, aku tak terpikir sampai ke arah sini waktu itu.


"Istriku, Tupai Kecilku Tersayang!" ucap Valko sambil mengecup pipi kananku. Dia merangkul pinggangku semakin erat. Valko, apa yang kau lakukan sih? Ini di depan banyak orang, tahu!


"Wah, benar! Wanita itu istri Tuan Valko! Romantisnya, dia bahkan punya nama panggilan yang imut. Tuan Valko sungguh romantis!" terdengar celetukan dari para pengunjung.


Apa yang kalian pikirkan? Bagaimana bisa kalian berpikir Tupai Kecil sebagai panggilan yang imut dan romantis? Sudahlah, tak usah dipikirkan. Lebih baik kunikmati permen lolipopku lagi. Dari tadi kuda ini berjalan diantara stand penjual souvenir, kaos atau makanan ringan. Ini mau kemana sih? Aku penasaran.


"MOOO!!!" nampak suara hewan yang sangat familiar.


Di depan sana nampak padang rumput hijau yang membentang luas. Ada hewan putih berkaki empat dengan totol-totol hitam dalam jumlah banyak nampak berkeliaran di sana. Ada pagar pembatas yang membatasi jalan bercor semen ini dengan area itu. Aku melihat tulisan besar 'WELCOME TO COW LAND!' Liburanku kurasa akan semakin menarik 😆.


Jangan lupa like dan vote ya 😄 biar author tambah semangat buat nulis dan update


Cara vote dan like gampang kok 😄


Tinggal pencet tanda jempol 👍 di pojok kiri bawah untuk like 😄

__ADS_1


Untuk vote tinggal pencet tanda 'Vote' di halaman sampul novel


Thank you 😍


__ADS_2