Istri CEO Muda : Terpaksa Menikahi Tuan Valko

Istri CEO Muda : Terpaksa Menikahi Tuan Valko
Episode 88 - Apa Ini?


__ADS_3

Bus ini terus melaju hingga tak terasa sampai di komplek perkantoran itu lagi. Bus memasuki gerbang kantor pusat, tempat Valko berada. Huh, akhirnya sampai juga. Kulangkahkan kakiku turun tepat di dekat gedung kantor pusat.


Saat aku melangkah ke menuju lobi gedung ini, nampak mobil yang kukenali sudah terparkir di depan lobi. Seorang pria berjas berdiri dengan angkuh. Tubuhnya menyandar ke badan mobil. Kedua tangannya terlipat di dada. Dia menatapku dengan tatapan tajam nan dingin.


"Val...ko...." panggilku lirih. Kenapa dia menatapku seperti ini? Saat kulihat jam tanganku, ini belum masuk jam pulang kantor ehm...atau lebih tepatnya aku kembali ke sini tepat saat jam pulang kantor ini.


"Kau terlambat!" ucap Valko ketus. Mukanya nampak cemberut. Duh, Valko, apa yang harus kulakukan untuk meredakan kemarahanmu? 😦


"Ehm...maaf, Hub...by...ehm...maafkan a...ku...." ucapku lirih. "Eh!" Valko langsung menarik tangan kananku. "Valko!" teriakku spontan. Dia membawaku masuk ke dalam mobil. Aku hanya pasrah di dalam pangkuan Valko.


"Cepat! Pulang ke rumah!" perintah Valko. Valko menatapku tajam. "Kau harus menerima hukumannya, Zeta!" ucap Valko.


"Hukuman?" ucapku lirih. "Eh!" Valko mencengkeram daguku. Bibirku dicium dengan penuh hasrat. Bagian wajah serta leherku tak luput dari serangan bibir Valko. Astaga, Valko, ini, ya, caramu menghukumku? 😟 Aku pasrah sajalah.


Akhirnya, aku bisa lepas dari Valko. Aku langsung duduk di kursi. Kepalaku kusandarkan pada permukaan meja makan. Akhirnya, aku bisa lepas dari cengkeraman Valko. Valko tak melepaskanku dari cengkeramanannya. Saat sudah tiba di rumah pun, aku harus menemaninya mandi dan berendam. Valko, kenapa sih kau sangat suka mencium dan memelukku? 😓 Bahkan, saat menemanimu mandi tadi pun kau tak melepaskan pelukanmu padaku. Wajahku juga tetap saja kau hujani ciuman. Apa tubuhku ini ada magnetnya, ya? 😓 Valko baru melepaskanku setelah ada panggilan telepon dari rekan bisnisnya.


"Makan malam sudah siap, Nona," terdengar suara pelayan. Saat kubuka mataku, di hadapanku sudah tersaji berbagai macam hidangan.


"Terima kasih," sahutku. Aku pergi sebentar ke kamar mandi untuk mencuci tanganku terlebih dahulu.


"Oh ya, Nona, ini bungkusan makanan dari ibunda Nona," pelayan itu meletakkan bungkusan berupa tas kain berwarna pink di atas meja.


"Terima kasih," ucapku lagi.


Aku lebih memilih makan nasi daripada roti. Kuletakkan nasi ke atas piringku. Kubuka bungkusan dari Mama. Ternyata ada masakan kesukaanku. Masakan itu dibungkus dalam wadah plastik tahan panas. Ada juga buah-buahan favoritku yang diletakkan dalam wadah plastik bening.


"Aku kangen!" ucapku sambil mengambil sayur itu. Aku mulai makan dengan lahap. Tunggu, seharusnya aku kan menunggu Valko. Kenapa aku justru sudah mulai makan terlebih dahulu sih? 😣


"Zeta!" terdengar suara Valko. "Teganya kau makan duluan tanpa menungguku!" ucapnya. "Kau belum puas kuhukum, ya? Kau sengaja memancing amarahku?" ucap Valko lagi. Dia duduk di sampingku. "Kau harus menyuapiku dengan suapan spesial sebaga hukuman!" Valko melihat ke arah piringku. "Apa ini, Zeta?" ucap Valko sambil mengambil sedikit masakan sayur dari atas piringku.


"Ini tumis kangkung, Valko. Ini masakan pemberian mamaku tadi," ucapku.

__ADS_1


"Hah?" Valko nampak terkejut. "Tumis apa? Kukang? Mamamu memberimu masakan dari daging kukang? Hewan yang suka memanjat pohon itu?" tanya Valko. Valko, apa kau belum pernah kenal dengan sayuran bernama kangkung? 😯


"Kangkung, Valko, bukan kukang! Ini tumis dari sayuran bernama kangkung. Tak ada campuran daging kukang!" ucapku sambil mengambil sesendok tumis kangkung itu. "Ini cobalah!" kusuapkan sesendok tumis kangkung itu ke mulut Valko. Dia nampak antusias untuk merasakannya. "Bagaimana?" tanyaku penasaran.


"AAA!!!" Valko membuka mulutnya lagi. Aku pun menyuapkan sayur itu lagi. Valko kembali mengunyahnya. "Lagi! Aku belum bisa menentukan rasanya!" ucap Valko. Kusuapkan tumis kangkung itu lagi, kali ini bercampur dengan nasi. Valko, jika kau doyan sebaiknya bilang saja! 😧 Kau justru makan lebih banyak daripada aku! 😧


"Bagaimana menurutmu?" tanyaku lagi setelah tumis kangkung itu hampir habis.


"Sayur kukang ini enak. Aku suka teksturnya yang renyah. Besok, masakan sayur kukang untukku, Zeta! Suruh pelayan untuk membeli kukang, besok pagi!" ucap Valko. Valko, ini namanya sayur kangkung bukan kukang! Berapa kali aku harus bilang? 😧


"Apa kau belum pernah makan kangkung sebelumnya?" tanyaku penasaran.


"Belum, ini pertama kalinya aku makan masakan dari sayur kukang," sahut Valko. "Sejak kecil, aku makan masakan western. Aku baru tahu jika ada sayuran bernama kukang...."


"Kangkung, Valko, bukan kukang tapi kangkung!" ucapku lagi.


"Apa ini, Zeta?" Valko membuka wadah plastik berisi buah-buahan pemberian Mama. "Apa ini? Apa ini buah naga mini jenis baru?" ucap Valko saat mengeluarkan buah dari dalam wadah plastik itu.


"Ini apa lagi, Zeta? Apa ini buah nanas mini berwarna coklat?" tanya Valko. Dia mengambil jenis buah lain dari wadah itu.


"Hah?" aku semakin tertegun. Valko, itu salak. Bukan buah nanas mini. "Apa yang kau lakukan?" Valko lamgsung memasukkan rambutan itu langsung ke mulutnya. "Muntahkan!" kutepuk bagian belakang kepala Valko. Rambutan itu mencuat keluar dari mulutnya. "Ini namanya rambutan, Valko. Bukan buah naga mini. Cara memakannya kupas dulu kulitnya!" kuambil rambutan lain, lalu kukupas untuk Valko.


"Oh, begitu! Kukira dimakan langsung," ucapnya.


"Ini!" kuserahkan buah rambutan yang sudah kukupas kulitnya pada Valko. "Apa yang kau lakukan?!" teriakku panik. Valko langsung menelan daging buah rambutan itu secara utuh begitu saja tanpa mengeluarkan bijinya.


"Uhuk! Uhuk!" Valko terbatuk-batuk. Dia nampak kesulitan bernapas. Langsung saja, kutepuk dengan kencang bagian belakang lehernya. "HUAK!" buah rambutan itu meluncur keluar dari mulut Valko. "Uhuk! Uhuk!" Valko masih terbatuk-batuk.


"Ini, minum dulu!" kuserahkan segelas air putih kepada Valko. Dia langsung meminumnya sekali teguk.


"Kau makan buah berbahaya seperti ini?" ucap Valko. "Zeta, buah naga mini ini berbahaya! Bagaimana bisa kau memakannya?" ucap Valko histeris. Valko, buah rambutan ini tak berbahaya, kau saja yang tak tahu cara memakannya! 😧 Aku ingin tertawa terbahak-bahak sebenarnya 😂.

__ADS_1


"Begini cara memakannya, Hubby," kukupas lagi buah rambutan. Kali ini kupisahkan daging buah rambutan dengan bijinya, baru kuserahkan kepada Valko. "Pisahkan dulu daging buah dengan bijinya, baru dimakan! Cobalah!" Valko mencoba mengunyah buah rambutan itu.


"Ternyata rasanya enak. Bagaimana dengan yang ini?" Valko mengambil satu buah salak. Lebih baik kali ini kukupaskan. Jangan sampai Valko menelannya bulat-bulat lagi! Bahaya jika dia sampai tersendak lagi 😟. Buah salak itu juga kupisahkan dari bijinya.


"Ini," kuserahkan daging buah salak yang sudah bersih pada Valko. "Namanya salak, Valko. Bukan buah nanas mini," ucapku saat Valko memakan buah itu.


"Rasanya enak dan manis," ucap Valko. "Aku mau lagi! Ini dan ini!" Valko menunjuk buah rambutan dan salak itu. Aku pun mengupaskan lagi untuknya. Dia terlihat memakannya dengan lahap.


"Apa ini pertama kalinya kau memakan buah rambutan dan salak?" tanyaku penasaran.


"Iya, ini pertama kali aku melihat dan tahu jika ada buah-buahan ini."


"Lalu, buah apa yang kau makan selama ini?" tanyaku penasaran.


"Aku hanya memakan buah yang dihidangkan koki. Aku kurang begitu mempedulikan buah apa itu. Asal rasanya enak ya kumakan saja. Zeta, buah ini enak. Besok, ayo pergi membelinya. Aku masih ingin makan buah naga mini dan nanas mini ini lagi! Sekalian kita pergi kencan!" ucap Valko.


"Valko, ini namanya rambutan dan salak. Tunggu, kau bilang pergi kencan? Bukankah kau harus pergi ke kantor?" aku bertanya balik.


"Besok weekend, Zeta. Aku ingin mengajak Taeyang-ku pergi kencan!" ucap Valko.


"Kencan?" ucapku. "Kau mau mengajakku pergi kemana?" tanyaku penasaran.


"Kau akan tahu besok, Sayang!" ucap Valko sambil mencolek daguku. Valko, kau semakin pandai menggodaku, ya! 😶


Jangan lupa like dan vote ya 😄 biar author tambah semangat buat nulis dan update


Cara vote dan like gampang kok 😄


Tinggal pencet tanda jempol 👍 di pojok kiri bawah untuk like 😄


Untuk vote tinggal pencet tanda 'Vote' di halaman sampul novel

__ADS_1


Thank you 😍


__ADS_2